Tahun Baru Islam 2025: Catat Tanggal Libur Nasional dan Maknanya

Tahun Baru Islam 2025 atau 1 Muharram 1447 H jatuh pada 27 Juni dan ditetapkan sebagai libur nasional. Ketahui makna dan cara memperingatinya.

oleh Mevi LinawatiDiperbarui 24 Juni 2025, 14:52 WIB
Ribuan umat Islam dari berbagai elemen melakukan aksi longmarch sejuta obor dari kawasan Sukasari menuju Ciawi, di Jalan Raya Tajur, Bogor, Senin (10/9). Aksi ini dilakukan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1440 H. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah telah menetapkan 27 Juni 2025 sebagai hari libur nasional untuk memperingati Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1017 tahun 2024, Nomor 2 Tahun 2024, dan Nomor 2 Tahun 2024 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025.

Penetapan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, untuk merayakan dan memaknai momen penting ini.

Tahun Baru Islam bukan hanya sekadar penanda pergantian kalender, melainkan juga momentum untuk melakukan refleksi diri, meningkatkan keimanan, dan merencanakan langkah-langkah positif di masa mendatang.

Umat Islam di seluruh Indonesia biasanya menyambut Tahun Baru Islam dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang mempererat tali silaturahmi.

Dengan ditetapkannya 27 Juni 2025 sebagai hari libur nasional, masyarakat dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk beribadah, berkumpul bersama keluarga, atau melakukan kegiatan positif lainnya.

Persiapan dan perencanaan yang matang akan membuat perayaan Tahun Baru Islam 1447 H semakin bermakna dan berkesan.

Makna Tahun Baru Islam 2025 Bagi Umat Muslim

Seorang anak membawa obor saat pawai Tahun Baru Islam 1440 H di Menteng, Jakarta, Senin (10/9). Pawai obor yang diiringi musik bernuansa Islam merupakan tradisi umat muslim di Indonesia menyambut Tahun Baru 1 Muharram. (Merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Tahun Baru Islam, atau 1 Muharram, memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia. Lebih dari sekadar pergantian tahun dalam kalender Hijriah, momen ini menjadi pengingat akan peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.

Hijrah merupakan titik balik perjuangan umat Islam dalam menegakkan ajaran tauhid dan menyebarkan agama Islam. Peristiwa ini mengajarkan tentang pentingnya pengorbanan, kesabaran, dan keyakinan dalam menghadapi tantangan.

Selain itu, Tahun Baru Islam juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri. Umat Muslim diajak untuk merenungkan perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan selama setahun terakhir, serta bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru. Ini adalah waktu yang tepat untuk memohon ampunan atas segala kesalahan dan meningkatkan kualitas ibadah.

Cara Memperingati Tahun Baru Islam 1447 H

Dengan berseragam lengkap, anak-anak berjalan di sisi jalan dengan membawa poster bertuliskan ucapan "Selamat Tahun Baru Islam. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk memperingati Tahun Baru Islam 1447 H dengan penuh makna. Salah satunya adalah dengan menghadiri kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di masjid atau mushola. Kegiatan tersebut biasanya meliputi pengajian, ceramah, doa bersama, dan dzikir.

Selain itu, umat Muslim juga dapat memanfaatkan momen Tahun Baru Islam untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga, kerabat, dan teman-teman. Mengunjungi orang tua, menjalin komunikasi dengan saudara yang jauh, atau sekadar berbagi kebahagiaan dengan sesama dapat menjadi wujud syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Tidak kalah pentingnya, Tahun Baru Islam juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian sosial. Umat Muslim dapat berbagi rezeki dengan mereka yang membutuhkan, mengunjungi panti asuhan atau rumah sakit, atau melakukan kegiatan sosial lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya