Trump Konfirmasi Gencatan Senjata Iran-Israel, Harga Minyak Terjun Bebas

Harga minyak mentah tetap berpotensi mengalami rebound teknikal, dengan target kenaikan terbatas di sekitar USD 69 per barel jika sentimen positif atau aksi ambil untung muncul.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 24 Juni 2025, 11:45 WIB
Situasi pasar minyak saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan terbaru terkait hubungan Iran, Israel, dan AS, Kapal Garda Revolusi Iran mengawasi kapal perang Amerika di Selat Hormuz, Jumat 19 Mei 2023. (AP/Jon Gambrell)

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak mentah kembali bergejolak setelah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah memicu perubahan tajam pada pergerakan harga. Dalam dua hari terakhir, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mencatatkan penurunan signifikan.

Pada penutupan perdagangan Senin (23/6/2025), WTI ambles lebih dari 7% atau sekitar USD 5,53 ke level USD 68,51 per barel. Koreksi ini terjadi setelah Iran memilih untuk tidak menghalangi jalur pelayaran kapal tanker minyak di Selat Hormuz, meski ketegangan sempat memuncak akibat serangan balasan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Qatar.

Analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha menjelaskan, situasi pasar minyak saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan terbaru terkait hubungan Iran, Israel, dan AS, ditambah faktor teknikal yang cenderung mendorong harga ke arah yang lebih rendah.

Saat ini, sentimen pasar berubah drastis setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata penuh antara Iran dan Israel. Berdasarkan pernyataannya, kedua negara akan memulai gencatan senjata secara bertahap, dengan harapan konflik yang telah berlangsung selama 12 hari terakhir dapat diakhiri dalam waktu 24 jam.

"Kabar tersebut langsung memicu aksi jual di pasar minyak," jelas Andy dalam keterangan tertulis, Selasa (24/6/2025).

Harga WTI pada Selasa (24/6/2025) pagi kembali tergelincir hingga USD 2,7 atau 3,94%, turun ke level USD 65,46 per barel, posisi terendah dalam lebih dari sepekan.

"Meredakan kekhawatiran gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah, terutama dari Iran yang selama ini menjadi salah satu pemasok utama minyak mentah dunia," kata dia. 

 

Analisis Teknikal

Ilustrasi harga minyak dunia (dok: Foto AI)

Andy Nugraha menjelaskan, dari sisi teknikal, pergerakan harga WTI semakin mengonfirmasi pola bearish. "

Kombinasi formasi candlestick dan indikator Moving Average saat ini menunjukkan kecenderungan penurunan yang semakin menguat. Selain itu, aksi jual yang terjadi di sesi sebelumnya mempertegas adanya zona resistensi kuat di area USD 78,40 hingga USD 80,77 per barel," ujar Andy.

Untuk pergerakan harga hari ini, Andy memperkirakan tekanan bearish masih dominan, dengan potensi pelemahan lebih lanjut menuju area support psikologis di kisaran USD 64 per barel.

Namun demikian, pasar tetap berpotensi mengalami rebound teknikal, dengan target kenaikan terbatas di sekitar USD 69 per barel jika sentimen positif atau aksi ambil untung muncul.

Sangat Sensitif

Ilustrasi harga minyak dunia hari ini (Foto By AI)

"Pasar saat ini bergerak sangat sensitif terhadap setiap perkembangan geopolitik, khususnya terkait implementasi gencatan senjata dan potensi kelanjutan ekspor minyak Iran. Selama situasi relatif stabil, harga cenderung bergerak di bawah tekanan. Namun, setiap ketegangan baru bisa memicu volatilitas besar secara tiba-tiba," jelas Andy.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya