Cegah Stunting Sejak Dini dari Akar Masalah dengan Penyediaan Akses Air Minum di Jakarta

Rangkaian kegiatan penyuluhan dan edukasi sebagai bagian dari komitmen menurunkan angka stunting nasional mulai dilakukan di Jakarta.

oleh Tim NewsDiperbarui 24 Juni 2025, 01:32 WIB
Ilustrasi air mineral yang lebih sehat daripada minuman berkafein (sumber foto: pexels.com/Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Rangkaian kegiatan penyuluhan dan edukasi sebagai bagian dari komitmen menurunkan angka stunting nasional mulai dilakukan Yayasan Jiva Svastha Nusantara di Jakarta.

Lokasi pertama penyuluhan dan edukasi yaitu Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan dengan dukungan penuh dari kelurahan setempat.

Inisiatif ini sejalan dengan target pemerintah yang menetapkan prevalensi stunting nasional harus ditekan hingga 14,2% pada 2029 sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Saat ini, prevalensi stunting di Indonesia masih berada di angka 19,8%. Di Lenteng Agung sendiri, 44 balita telah teridentifikasi mengalami stunting.

Yayasan Jiva Svastha Nusantara menempatkan isu kualitas air minum sebagai fokus utama dalam pencegahan stunting.

Air minum yang terkontaminasi menjadi salah satu penyebab utama diare pada anak, yang berdampak langsung terhadap penyerapan gizi dan tumbuh kembang anak.

"Sekitar enam juta anak di dunia meninggal karena diare, dan 42% kematian bayi di Indonesia disebabkan oleh penyakit yang sama. Masalah ini bukan hanya soal air, melainkan tragedi yang menyangkut hak dasar manusia. Terlebih, 30% kasus stunting di Indonesia berkaitan erat dengan kualitas sanitasi, kebersihan, dan pola pengasuhan anak," ujar Ketua Kerja Sama Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia dan Direktur Program PT Yapindo Lucy Widasari, melalui keterangan tertulis, Senin (23/6/2025).

Menurut dia, anak-anak yang terpapar air tercemar berisiko tinggi mengalami infeksi saluran pencernaan dan diare kronis yang menyebabkan tubuh kehilangan protein penting.

"Akibatnya, meskipun asupan makanan tersedia, tubuh tidak mampu menyerap gizi dengan optimal," ucap Lucy.

 

Ingatkan Pentingnya Protein

Rangkaian kegiatan penyuluhan dan edukasi sebagai bagian dari komitmen menurunkan angka stunting nasional mulai dilakukan di Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. (Ist)

Lucy lalu menyoroti konsep protein-losing enteropathy, di mana, diare menyebabkan protein tubuh terbuang melalui usus yang rusak, memicu siklus malnutrisi berkepanjangan.

"Kondisi sanitasi yang buruk juga berdampak serius pada ibu hamil. Lingkungan yang tercemar meningkatkan risiko infeksi seperti hepatitis E yang sangat membahayakan janin dan dapat menyebabkan kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah. Ini adalah dua faktor utama penyebab stunting sejak dalam kandungan," jelas dia.

Kemudian, Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Kebijakan Yayasan Jiva Svastha Nusantara, Surya Putra menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia mendorong pemerintah tidak hanya fokus pada bantuan langsung, tetapi juga pada upaya perubahan perilaku masyarakat terkait gizi dan sanitasi.

"Di sisi lain, keterlibatan sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil menjadi krusial dalam mendampingi dan mengedukasi masyarakat agar program pemerintah berjalan efektif," kata Surya.

Surya juga menyoroti fakta, mayoritas masyarakat mengandalkan depot air minum isi ulang sebagai sumber air konsumsi harian. Namun, banyak depot masih belum memenuhi standar sanitasi yang layak.

"Di Bandung, hasil pengujian menunjukkan bahwa 74% depot air minum isi ulang terkontaminasi bakteri E.coli dan coliform. Hasil ini menunjukkan bahwa para pelaku usaha depot harus memperbaiki praktik bisnisnya demi melindungi kesehatan publik," papar dia.

 

Pentingnya Kualitas Air Baik

Minum air. (Foto: Freepik)

Sayangnya, lanjut Surya, regulasi terkait depot air minum isi ulang saat ini belum cukup kuat untuk memastikan kualitas air yang aman. Menurut dia, meskipun terdapat ketentuan teknis seperti uji laboratorium dan syarat kebersihan depot, implementasinya masih sangat lemah.

"Tidak adanya sanksi tegas dan ketidakjelasan otoritas penindakan menjadi hambatan utama dalam penegakan aturan," tutup Surya.

Ketua Yayasan Jiva Svastha Nusantara, Felicia Annelide menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperluas kegiatan edukasi dan penyuluhan.

"Kami percaya bahwa air berkualitas adalah hak setiap warga. Kami akan terus mendorong pemerintah untuk memiliki regulasi yang benar-benar melindungi kesehatan masyarakat," ucap dia.

"Dengan kegiatan ini, Yayasan Jiva Svastha Nusantara berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya kualitas air dalam upaya menekan angka stunting, serta mendorong kolaborasi semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi masa depan," jelas Felicia.

Infografis Manfaat Mandi Air Dingin dan Panas. (Liputan6.com/Lois Wilhelmina)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya