Bank Dunia Ramal Ekonomi RI Cuma Tumbuh 4,8% di 2025

Bank Dunia (World Bank) memproyeksi perekonomian Indonesia akan tumbuh rata-rata di kisaran 4,8 persen selama tahun 2025-2027.

oleh Natasha AmaniDiterbitkan 23 Juni 2025, 13:00 WIB
Dari sisi domestik, aktivitas konsumsi diperkirakan akan menguat pada 2024. Hal itu sejalan dengan terjaganya daya beli masyarakat, inflasi yang terkendali, dan meningkatnya penciptaan lapangan kerja. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Bank Dunia (World Bank) memproyeksi ekonomi Indonesia akan tumbuh rata-rata di kisaran 4,8 persen selama tahun 2025-2027.

Proyeksi tersebut dirilis dalam laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Juni 2025 berjudul People-First Housing: A Roadmap from Homes to Jobs to Prosperity in Indonesia.

Meski tergolong lebih rendah dari target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan Pemerintah sebesar 5%, Bank Dunia masih optimis investasi di Indonesia masih akan meningkat, didorong oleh program perumahan pemerintah dan peluncuran dana kekayaan negara yang baru, Danantara.

"Performa ekonomi Indonesia saat ini mencerminkan fondasi yang kuat dan respons kebijakan yang baik," ujar lDirektur Divisi Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Carolyn Turk di Jakarta, Senin (23/6/2025).

*Untuk menjaga momentum ini, kajian kami menyarankan reformasi struktural yang meningkatkan efisiensi dan produktivitas bisa mendorong pertumbuhan lebih tinggi, membalikkan tren penurunan produktivitas, dan menciptakan lebih banyak pekerjaan yang lebih baik,” tuturnya.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Bank Dunia pun menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh sebesar 4,9 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2025.

Bank Dunia menilai, kebijakan makroekonomi yang kuat-seperti inflasi yang rendah, cadangan keuangan yang cukup, dan disiplin terhadap aturan fiskal, telah sangat membantu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.

“Upaya-upaya ini mampu mengelola penurunan belanja pemerintah dan melambatnya investasi. Pertumbuhan ekonomi ini paling terasa manfaatnya bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, namun mash kurang terasa bagi kelompok kelas menengah sebagalmana tercermin dari pertumbuhan konsumsi yang lebih lambat bagi calon rumah tangga kelompok ini,” jelas Bank Dunia.

Ke depan, menurut Bank Dunia, penting untuk berfokus kepada penciptaan pekerjaan yang lebih baik dan mampu menjaga standar hidup kelas menengah.

 

Bank Dunia Bagi-bagi Tips Sukseskan Program 3 Juta Rumah

Pemandangan gedung-gedung tinggi di kawasan Jakarta, Rabu (23/4/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar

Laporan terbaru Bank Dunia merekomendasikan beberapa tindakan untuk mendukung target pemerintah dalam mensukseskan program prioritas, salah satunya penyediaan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Salah satunya, yaitu meningkatkan investasi di sektor perumahan dan infrastruktur, mereformasi pembiayaan perumahan publik agar dapat memobilisasi modal swasta, mengintegrasikan ketahanan bencana dalam kebijakan terkait perumahan, serta memperkuat tata kelola dan koordinasi lintas sektor dan tingkat pemerintahan.

"Program perumahan Indonesia bukan sekadar membangun rumah—namun juga mengenai pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan inklusif," ujar Habib Rab, Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia.

"Dengan mengutamakan masyarakat dan menyelaraskan kebijakan terkait perumahan dengan infrastruktur, keuangan, dan ketahanan bencana, Indonesia dapat membuka jalan baru menuju kesejahteraan,” tuturnya.

 

Bank Dunia Kucur Pinjaman ke RI Rp34,8 Triliun

Angka itu lebih besar dari rata-rata kenaikan tahun 2024 sebesar 3,6 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bank Dunia menyetujui dua investasi bernilai besar untuk paket pembiayaan campuran senilai USD 2,128 miliar atau Rp34,8 triliun di Indonesia.

Lembaga pinjaman internasional itu mengungkapkan, dana tersebut bertujuan membantu peningkatan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan akses energi bersih di seluruh Indonesia.

Ini juga merupakan pinjaman pertama yang disetujui untuk mendukung target Pemerintah Indonesia mencapai status negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045.

“Reformasi dan investasi yang kami dukung dengan paket pembiayaan campuran senilai lebih dari USD 2 miliar ini akan membantu melaksanakan prioritas utama pemerintah dan memajukan tujuan Bank sendiri untuk menciptakan lapangan kerja dan memajukan akses energi di salah satu ekonomi terbesar dan paling dinamis," kata Manuela V. Ferro, Wakil Presiden Bank Dunia, Asia Timur dan Pasifik dalam keterangan resmi di Washington D.C, dikutip Senin (23/6/2025).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya