6 Fakta Menarik Gunung Phou Louey di Laos yang Dijuluki Gunung Abadi

Gunung Phoi Louey di Laos memiliki ketinggian 2,257 meter di atas permukaan laut (mdpl).

oleh Dyah Ayu PamelaDiterbitkan 30 Juni 2025, 08:30 WIB
Gunung Phou Louey di Laos. (Dok: IG @insideasiatours https://www.instagram.com/p/BeNyFNODs_K/?igsh=dTcxM2xldnE4cmF5)

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Phou Louey merupakan bagian dari Taman Nasional Nam Et-Phou Louey. Gunung ini berlokasi di Houaphan, Luang Prabang, Laos.

Mengutip dari laman resmi Taman Nasional Nam Et-Phou Louey, Minggu, 22 Juni 2025, Gunung Phoi Louey memiliki ketinggian 2,257 meter di atas permukaan laut (mdpl). Taman ini adalah kawasan lindung di Laos utara.

Masih banyak hal mengenai Gunung Phou Louey di Laos selain lokasi maupun ketinggiannya, berikut enam fakta menarik Gunung Phou Louey yang dirangkum Tim Lifestyle Liputan6.com dari berbagai sumber.

1. Asal-usul Nama Gunung Phou Louey

Taman Nasional Nam Et-Phou Louey merupakan salah satu kawasan lindung terbesar dan dengan keanekaragaman hayati tertinggi di Laos. Dengan luas wilayah 5.070 km2, taman nasional ini mencakup 10 distrik di 3 provinsi. Taman Nasional ini dinamai berdasarkan Sungai Nam Et, "Nam" berarti "Air" dan Gunung Phou Louey artinya "Gunung Abadi".

2. Bagian Taman Nasional Nam Et-Phou Louey

Rute pendakian ke Gunung Phou Louey di Laos. (Dok: Instagram @discoverlaostoday https://www.instagram.com/p/CJOBeALFv7g/?img_index=1&igsh=czNyNXkyNnhna3Nl)

Taman ini ditetapkan sebagai taman nasional pada 2019 dan sebelumnya ditetapkan sebagai kawasan lindung nasional. Kawasan lindung tersebut meliputi kawasan inti seluas 3.000 km2  yang melarang akses manusia dan perburuan satwa liar.

Areanya ini juga merupakan penyangga dengan seluas 2.950 km2 yang lahannya dialokasikan untuk kehidupan subsisten desa-desa yang sudah ada sebelumnya. Taman ini sebagian besar terdiri dari pegunungan dan perbukitan. 

3. Titik Awal Pendakian

Kawasan ini memiliki medan pegunungan yang dramatis, dengan ketinggian berkisar antara 336 hingga 2.257 mdpl. Titik tertinggi adalah Gunung Phou Louey, sedangkan titik terendah adalah Sungai Nam Et.

Viengthong, sebuah kota kecil di Provinsi Houaphan adalah lokasi kantor pusat taman dan pusat pengunjung, tempat wisata ke taman dapat diselenggarakan. Kota ini memiliki akomodasi dasar dan beberapa restoran. Ada banyak jalur bersepeda dan jalan kaki, serta sumber air panas.

4. Penduduk di Kaki Gunung Phou Louey

Gunung Phou Louey di Laos. (Dok: IG @insideasiatours https://www.instagram.com/p/B8Wx0ZSobXN/?img_index=1&igsh=enFycm0wbGYydTl2)

Kawasan di sekitar Taman Nasional Nam Et–Phou Louey merupakan rumah bagi lebih dari 100 desa yang hidup dengan gaya hidup subsisten. Wilayah ini dihuni oleh delapan dari 50 kelompok etnis di Laos, dengan tiga kelompok dominan: Khmu (40%), Hmong (28%), dan Lao (20%).

5. Hulu Sungai Mekong

Lebih dari 12% wilayahnya berlereng curam. Taman ini berfungsi sebagai sumber bagi beberapa sungai utama, termasuk Nam Et, Nam Nern, Nam Khan, yang terkenal karena membentuk semenanjung UNESCO di Luang Prabang. Semuanya memperkaya keanekaragaman hayati dan signifikansi ekologisnya.

Kawasan ini merupakan sumber dari banyak sungai, termasuk anak sungai Mekong dan Mã, karena itu namanya diambil dari Sungai Nam Et dan Gunung Phou Louey ('Gunung Abadi'). Melihat dari foto yang dibagikan pendaki di media sosial, tampak keasrian gunung ini dengan banyak aliran air di beberapa jalur yang dilewati. Sumber air tersebut bisa dipakai pendaki untuk kebutuhan perbekalan selama pendakian. 

 

 

6. Ekowisata ke Gunung Phou Louey

Pendaki Gunung Phou Louey di Laos. (Dok: Instagram @insideasiatours https://www.instagram.com/p/B8Wx0ZSobXN/?img_index=1&igsh=enFycm0wbGYydTl2)

Taman Nasional Nam Et-Phou Louey terkenal akan keanekaragaman hayati satwa liarnya yang kaya, rumah bagi banyak spesies penting. Terdapat lebih dari 50 spesies mamalia dan keanekaragaman spesies karnivora yang tinggi, termasuk setidaknya empat spesies felid, anjing liar Dhole yang terancam punah dan dua spesies beruang.

Taman ini juga menjadi rumah bagi salah satu populasi terbesar siamang pipi putih utara yang terancam punah. Selain itu, lebih dari 300 spesies burung telah tercatat, dengan spesies baru terus ditemukan.

Untuk menyediakan peluang mata pencaharian yang ramah satwa liar bagi penduduk setempat, Taman Nasional ini menyelenggarakan program ekowisata pada 2010. Pengunjung dapat memasuki Taman Nasional dengan mengikuti tur taman.

Saat ini, tersedia dua jenis pengalaman satwa liar yaitu Pengalaman Sungai dan Gunung. Semua tur dipandu oleh guide profesional taman nasional dalam berbahasa Inggris bersama dengan tim komunitas.

 

Daftar barang yang wajib dibawa saat naik gunung. (dok. Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya