Jumlah dan Tinggi Kolom Erupsi Menurun, Tetap Waspada Potensi Erupsi Eksplosif Gunung Lewotobi

Tingkat aktivitas Gunung api Lewotobi Laki-laki masih tetap pada Level IV (Awas).

oleh Dikdik RipaldiDiterbitkan 27 Juni 2025, 20:00 WIB
Kondisi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 20 Juni 2025. (Dok. Badan Geologi).

Liputan6.com, Bandung - Badan Geologi kembali merilis laporannya terkait perkembangan aktivitas vulkanik di Gunung Lewotobi Laki-Laki, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 21 Juni 2025. 

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, dalam laporan teranyarnya menyampaikan, terjadi penurunan jumlah dan tinggi kolom erupsi

“Data kegempaan menunjukkan adanya tren penurunan jumlah dan tinggi kolom erupsi, serta berkurangnya jarak luncur guguran,” kata dia.

Selain itu, sambung Wafid, gempa vulkanik dangkal dan gempa hybrid tidak lagi terekam, mengindikasikan tidak adanya sumbatan pada kedalaman dangkal sehingga material dari dalam dapat bergerak ke permukaan tanpa hambatan.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk mewaspadai potensi erupsi eksplosif. Potensi tersebut dinilai berdasarkan pada gempa vulkanik dalam yang menunjukan peningkatan signifikan.

“Mengindikasikan bahwa aktivitas masih terjadi pada kedalaman dan suplai magma dari dalam masih berlangsung, sehingga potensi terjadinya erupsi eksplosif tetap perlu diwaspadai,” jelasnya.

"Data kegempaan dari tanggal 19 hingga 20 Juni 2025 pukul 06.00 WITA yakni 2 kali Gempa Erupsi, 1 kali Gempa Guguran, 31 kali Gempa Hembusan, 23 kali Tremor Non Harmonik, 6 kali Gempa Low Frequency, 24 kali Gempa Vulkanik Dalam, 2 kali Gempa Tektonik Jauh dan 1 kali Tremor Menerus dengan amplitudo dominan 0,5 mm," imbuh Wafid.

 

Simak Video Pilihan Ini:

Data Deformasi dan GPS

Grafik aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki. (Dok. Badan Geologi).

Wafid menerangkan, data deformasi tiltmeter menunjukkan tren penurunan secara perlahan, yang mengindikasikan pergerakan magma menuju permukaan masih berlangsung namun dengan kecepatan rendah. 

Sementara itu, data GPS masih menunjukkan indikasi inflasi, meskipun dengan intensitas yang mulai menurun. Hal ini menandakan bahwa tekanan magma ke permukaan masih ada, tetapi dengan intensitas yang berkurang. 

“Hasil analisis visual dan instrumental menunjukkan bahwa aktivitas Gunung api Lewotobi Laki-laki masih tinggi, sehingga tingkat aktivitas Gunung api Lewotobi Laki-laki masih tetap pada Level IV (Awas),” katanya.

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 7 km dan sektoral baratdaya-timurlaut 8 km dari pusat erupsi, serta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah.

“Masyarakat juga diminta untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya,” imbau Wafid.

Selain itu, masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana agar mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, khususnya pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti di Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen. 

“Warga yang terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya