CDIA Tawarkan Harga IPO Rp 170-Rp 190 per Saham

PT Chandra Daya Investasi (CDIA) telah merilis prospektus dalam rangka penawaran umum saham perdana atau IPO.

oleh Agustina MelaniDiperbarui 19 Juni 2025, 17:05 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), perusahaan holding dan konsultasi manajemen lainnya ini menawarkan 12,48 miliar saham ke publik dengan nilai nominal dalam rangka penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

Mengutip prospectus Perseroan di laman e-ipo, Kamis, (19/6/2025), jumlah saham yang ditawarkan PT Chandra Daya Investasi Tbk itu setra 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Perseroan menawarkan harga  Rp 170-Rp 190 per saham dalam rangka IPO.

Dengan demikian, Perseroan maksimal memperoleh dana Rp 2,37 triliun dari IPO. Perseroan akan memakai dana hasil IPO antara lain sebesar Rp 871,75 miliar untuk menyetor modal kepada anak usaha Perseroan yang termasuk dalam pilar bisnis logistik yakni PT Chandra Shipping International dan PT Marina Indah Maritim.

Kemudian sekitar Rp 1,5 triliun akan disalurkan melalui penyetoran modal kepada anak usaha yakni PT Chandra Samudera Port. Modal ini seluruhkan akan disalurkan kembali melalui penyertaan modal kepada PT Chandra Cilegon Port (CCP). Dana yang diperoleh CCP untuk keperluan pembuatan tangka penyimpanan, pipa saluran ethyelene dan fasilitas penunjang lainnya.

Perseroan telah menunjuk sejumlah penjamin pelaksana emisi efek dalam rangka IPO. Penjamin emisi efek itu antara lain PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Henan Putihrai Sekuritas, PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

 

 

Kinerja Keuangan

Ilustrasi Laporan Keuangan atau Laba Rugi. Foto: Freepik/ pch.vector

Hingga 2024, Perseroan mencatat laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 30,63 juta. Sementara itu, hingga periode 11 bulan yang berakhir pada 31 Desember 2023, Perseroan membukukan laba USD 180.253.

Perseroan mencatat pendapatan USD USD 102,25 juta hingga Desember 2024. Hingga November 2023, tercatat pendapatan Perseroan USD 75,76 juta.

Total liabilitas naik menjadi USD 328,32 juta hingga Desember 2024 dari Desember 2023 sebesar USD 233,68 juta. Ekuitas Perseroan naik menjadi USD 747,46 juta hingga Desember 2024 dari periode sama tahun sebelumnya USD 682,50 juta. Aset naik menjadi USD 1,07 miliar hingga Desember 2024 dari Desember 2023 sebesar USD 916,19 juta. Perseroan kantongi kas dan setara kas USD 179,97 juta hingga Desember 2024 dari Desember 2023 sebesar USD 589,62 juta.

 Kebijakan Dividen

Terkait kebijakan dividen, Perseroan menyatakan dapat membagikan dividen setiap tahun apabila Perseroan memiliki saldo laba positif dan setelah dikurangi dengan dana cadangan.

Pada 2025, Perseroan telah membagikan dividen tunai sebesar USD 20 juta yang diambil dari saldo laba bersih tahun 2024.

Manajemen Perseroan merencanakan rasio pembayaran dividen hingga 40% dari laba bersih tahun berjalan. Pembagian dividen itu akan menurut arus kas dan rencana investasi Perseroan, serta syarat yang dibebankan oleh utang Perseroan, pembatasan peraturan dan persyaratan lainnya.

Jadwal IPO

Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
  • Masa penawaran awal pada 19-24 Juni 2025
  • Tanggal efektif pada 30 Juni 2025
  • Masa penawaran umum perdana saham pada 2-4 Juli 2025
  • Tanggal penjatahan pada 4 Juli 2025
  • Tanggal distribusi saham secara elektronik pada 7 Juli 2025
  • Tanggal pencatatan efek di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2025

Susunan Pemegang Saham

Sebelum IPO:

  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar 66,67%
  • Phoenix Power sebesar 33,33%
  • Masyarakat –

Setelah IPO:

  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar 60%
  • Phoenix Power sebesar 30%
  • Masyarakat sebesar 10%

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya