UEA Desak Gencatan Senjata dan Peringatkan Bahaya Eskalasi Perang Iran-Israel

UEA menggarisbawahi pendekatan diplomatik sebagai jalan untuk mengakhiri perang Iran-Israel.

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 18 Juni 2025, 19:32 WIB
Sebuah rudal lainnya dilaporkan menghantam sebuah gedung di area Petah Tikva, yang ada di luar Tel Aviv. (JOHN WESSELS/AFP)

Liputan6.com, Abu Dhabi - Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Abdullah bin Zayed Al-Nahyan memperingatkan ancaman yang lebih luas dari konflik yang terus berlangsung dan menyerukan gencatan senjata segera atas perang Iran-Israel.

"Tidak ada alternatif selain solusi politik dan diplomatik," ujarnya, sambil mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan PBB untuk turun tangan dan menghentikan kekerasan yang terus meningkat.

Menurut Kantor Berita Emirat (Emirates News Agency), Sheikh Abdullah bin Zayed Al-Nahyan menyoroti pula risiko tindakan gegabah dan salah perhitungan yang dapat melampaui batas wilayah Israel dan Iran.

"UEA meyakini bahwa pendekatan diplomatik sangat mendesak untuk membawa kedua pihak menuju de-eskalasi, mengakhiri permusuhan, dan mencegah situasi ini berkembang menjadi konsekuensi yang serius dan meluas," tambahnya.

Tujuan diplomasi internasional, kata dia, haruslah untuk segera menghentikan permusuhan, mencegah konflik ini lepas kendali, dan mengurangi dampaknya terhadap perdamaian dan keamanan global.

UEA: PBB dan DK PBB Harus Cegah Eskalasi Berlanjut

Kombinasi gambar yang dibuat pada 17 Juni 2025 dengan menggunakan citra satelit yang dirilis oleh Maxar Technologies ini menunjukkan bangunan penyimpanan di fasilitas rudal Tabriz di Tabriz, Iran, pada 29 Mei 2025 (atas) dan pada 17 Juni 2025 setelah dihantam serangan udara Israel. (Foto oleh Citra satelit ©2025 Maxar Technologies/AFP)

UEA mengecam serangan udara Israel terhadap Iran yang dimulai pada Jumat (13/6), yang telah menargetkan situs nuklir, elite militer, hingga ilmuwan nuklir. Iran membalas dengan menembakkan rudal balistik ke kota-kota di Israel yang terletak di sepanjang Mediterania, termasuk Tel Aviv, Rishon LeZion, dan Haifa.

Sheikh Abdullah bin Zayed Al-Nahyan mengatakan bahwa kepemimpinan UEA berkomitmen mempromosikan stabilitas, kemakmuran, dan keadilan, serta menekankan pentingnya kebijaksanaan di kawasan yang telah lama dilanda konflik.

"UEA meyakini bahwa mempromosikan dialog, mematuhi hukum internasional, dan menghormati kedaulatan negara-negara adalah prinsip-prinsip penting untuk menyelesaikan krisis saat ini," kata dia. "UEA menyerukan kepada PBB dan DK PBB untuk sepenuhnya menjalankan tanggung jawab mereka dengan mencegah eskalasi lebih lanjut, serta mengambil langkah-langkah mendesak dan diperlukan untuk mencapai gencatan senjata dan memperkuat perdamaian serta keamanan internasional."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya