Liputan6.com, Jakarta - KD, pegawai pemerintahan menjadi korban penipuan love scamming oleh perempuan asal Banten bernama Marpuah.
KD yang juga seorang perempuan pun menceritakan awal perkenalannya dengan Marfuah hingga dirinya mengalami kerugian penipuan hingga Rp48 juta.
Advertisement
Staf Media Presiden Prabowo Subianto itu lalu menceritakan, pelaku membuat akun palsu di media sosial atas nama Febrian Alaydrus. Dia mengaku bekerja sebagai co-pilot di maskapai penerbangan, Garuda Indonesia.
Akun Febrian itu menyapa KD saat live diakun media sosial Tiktok. Pada saat bersamaan, ada sosok Cipa alias Marpuah yang juga masuk ke live Tiktok KD dan mengaku sebagai sepupu dari Febrian.
"Bermula dia follow di Tiktok aku, terus dia suka masuk ke live aku, ya kalau ada masuk ke live gitu kan aku sapa-sapa. Si cewek ini berperan sebagai sepupu Febrian katanya, 'Oh, ini Om gebetannya', disitu aku biasa aja," ujar KD saat dihubungi, Rabu (18/6/2025).
Usai menyapa di Tiktok, sosok palsu Febrian pun mengomentari salah satu unggahan media sosial Instagram KD. Febrian menitipkan salam kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Beralih follow ke IG dan dia komen di bulan November 2024, salamin ke Pak Wowo (Prabowo) ya mbak. Nah, aku kan suka sama netizen, 'oh iya nanti disalamin'," ucap KD.
KD awalnya tak curiga dengan akun Febrian karena banyak pengikut atau following Instagramnya yang juga pilot dan pramugari. Keduanya juga belum pernah bertemu langsung sebab Febrian selalu beralasan memiliki jadwal terbang.
"Jadi dia pas aku kerja dia libur, pas dia udh pulang dinas dia jadwal terbang, jadi enggak sama sekali ketemu," terang KD.
Pernah Bertemu dengan Sepupunya
KD pertama kali bertemu dengan Cipa alias Marfuah pada Februari 2025 di Rangkasbitung, Banten saat acara pembukaan restoran yang diakui Febrian milik kakaknya. Saat itu, kata KD, Febrian tak hadir dengan alasan kerja.
"Februari 2025 dia bilang kakaknya punya restoran di Rangkasbitung, kan opening dia ngundang untuk datang kesana. Terus aku diketemuin sama sepupunya, namanya si cipa. Febrian enggak ada, alasannya lagi-lagi terbang dan disitu aku enggak curiga sama sekali," tutur dia.
Hubungan KD dan sosok Febrian ini pun bisa dibilang semakin dekat. Pada Maret 2025, Febrian meminjam uang Rp13 juta kepada KD dengan alasan untuk Cipa alias Marfuah masuk kerja lewat orang dalam.
"Di 1 Maret dia udah minjem yang pertama Rp13 juta untuk sepupunya kerja si Cipa ini. Aku emang udah tau dia (Cipa) keluar dari Garuda Indonesia dan mau masuk lewat ordal. Aku kan gak tegaan, dan uda tau rumahnya dimana. Aku transfer besoknya," ucap dia.
KD pun mengirim uang Rp13juta ke rekening BRI atas nama Indri Cintia. Meski sempat heran, KD diberi tahu bahwa Indri Cintia masih memiliki hubungan saudara dengan Febrian.
"Kan itu BRI, aku cek dulu sebenarnya kok Indri Cintia, ini siapa, kata Febrian dia masih saudara kok. Kata Febrian, 'ini sengaja Mas ambil dulu uangnya, biar enggak langsung sama Cipa takutnya diboongin ordal sebelumnya," katanya.
Mulai Curiga dan Ragu
KD pun mulai curiga dan ragu dengan keberadaan sosok Febrian di dunia nyata. Sebab, Febrian tak pernah menunjukkan wajahnya saat mereka sedang video call atau panggilan video.
"Ngajakin video call, kalau malu nunjukin muka telepon aja, tapi dia enggak mau nunjukin suaranya. Dia dengan dalih introvert banget enggak biasa ngomong dengan org banyak. Dia balesnya via chat cara balesnya degan gentlemen gitu," cerita dia.
Tak hanya itu, KD sempat mendapat pesan dan diperingati orang tak dikenal bahwa selama ini dirinya berhubungan sosok pilot palsu. KD juga mendapati bahwa unggahan Febrian mengambil dari unggahan temannya.
Namun, Febrian menyanggahnya dan keduanya masih tetap berkomunikasi. Pada April 2025, Febrian kembali meminjam uang senilai Rp35 juta kepada KD untuk keperluan masuk ke penerbangan maskapai Emirates.
"Dia bilang belum bayar administrasi Emirates dan pinalti Gruda karena dia bilang, 'Mas resign dari Garuda itu ada bayar pinalti Rp90 juta. Terus Emirates-nya Rp35 juta, terus dia bilang boleh bantuin enggak soalnya mau jual mobil utk bayar pinalti Garuda-nya," kata KD.
Sempat Meminta Bukti dari Febrian
KD pun sempat meminta bukti email dari Emirates kepada Febrian. Namun, Febrian berdalih dirinya masuk ke Emirate lewat jalur orang dalam.
"Baru aku transfer malamnya, ke rekening BCA a/n Muhammad Syifa Fasohah di mana itu katanya temen dia yang lulus training. Aku cek rekening bukan rekening indikasi penipuan dan di notes transfer aku tulis 'titip untuk administrasi Emirates Febrian. Aku udah wanti-wanti kalau macam-macam aku bisa cari dia loh," tutur dia.
Setelah itu, KD menemukan bahwa Febrian mengambil unggahan Tiktok orang lain dan diunggah ke media sosial Instagramnya. Dari sinilah, KD meyakini dirinya menjadi korban penipuan.
Dia pun menghubungi salah satu temannya yang berprofesi sebagai polisi. Setelah diusut, Febrian berlokasi di Rangkasbitung, Banten. Rumah yang selama ini diaku Febrian ternyata pun milik orang lain.
KD pun menemukan bahwa Marfuah lah yang selama ini mengelola akun Febrian. Foto-foto yang selama ini dikirim oleh Febrian ternyata merupakan laki-laki asal Thailand.
KD pun melaporkan kasus tersebut kepada Polda Banten. Dia juga menemukan bahwa banyak sekali korban penipuan Cipa alias Marfuah.
"Korbannya enggak cuma aku banyak cewek-cewek yang tertipu korban-korbannya. Ada temennya dari zaman SMP, SMA si Marfuah pernah pura-pura jadi cowok," jelas KD.