Militer Iran Peringatkan Warga Israel Segera Tinggalkan Negaranya demi Keselamatan

Sekalipun berlindung di bungker, menurut militer Iran, tidak akan membuat warga Israel selamat.

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 16 Juni 2025, 09:46 WIB
Di Bat Yam, Israel, sebuah Gedung hancur menyusul serangan Iran sepanjang Sabtu hingga Minggu 15 Juni 2025. Petugas darurat terus menyisir lokasi kejadian dengan bantuan anjing pelacak. (GIL COHEN-MAGEN/AFP)

Liputan6.com, Teheran - Angkatan bersenjata Iran pada Minggu (15/6/2025) menyerukan warga Israel agar meninggalkan negara mereka, dengan peringatan bahwa wilayah tersebut mungkin tidak akan layak huni dalam beberapa hari ke depan. Demikian dilaporkan kantor berita Iran, IRNA, seiring berlanjutnya konfrontasi militer antara kedua rival.

"Peringatan bagi kalian dalam beberapa hari mendatang: Tinggalkan wilayah pendudukan karena wilayah itu sudah pasti tidak akan layak huni di masa depan!" kata juru bicara angkatan bersenjata Iran Reza Sayyad seperti dilansir kantor berita Anadolu.

Dia menambahkan, "Berlindung di bawah tanah tidak akan memberikan keselamatan bagi orang-orang Israel."

"Oleh karena itu, kami ingin menegaskan: jangan biarkan rezim kriminal itu menggunakan kalian sebagai tameng manusia," ujar Sayyad.

Peringatan bagi Sekutu Israel

Petugas tanggap darurat Israel memeriksa sebuah lokasi yang terkena rudal yang ditembakkan dari Iran di selatan Tel Aviv pada 14 Juni 2025. (JOHN WESSELS/AFP)

Secara terpisah, Mohsen Rezaei, seorang komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang juga anggota Dewan Penentuan Kebijaksanaan untuk Kepentingan Sistem, mengatakan, "Kita bisa saja sampai pada titik di mana kita mengambil tindakan besar yang akan membuat seluruh kawasan menjadi tidak stabil."

Rezaei menambahkan, "Orang-orang bijak di AS dan Eropa harus segera bertindak untuk menarik negara mereka keluar dari perang ini, jika tidak, kami tidak bisa hanya diam dan menyaksikan keterlibatan mereka tanpa memberi respons."

Israel mengawali serangan udara terhadap berbagai lokasi di Iran, termasuk fasilitas militer dan nuklir, pada Jumat (13/6), yang kemudian memicu serangan balasan dari Teheran. Serangan dan serangan balasan terus berlanjut sejak saat itu.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa kedua pihak dapat mencapai perdamaian dan bahwa pertemuan serta pembicaraan ke arah itu sedang berlangsung.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya