Trimegah: Pasar Keuangan Bangkit Lebih Cepat, Sektor Riil Menyusul

Ekonomi Indonesia dinilai masih menghadapi pelemahan daya beli, perbaikan awal justru akan terlihat dari pasar keuangan.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 13 Juni 2025, 08:30 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Chief Economist & Head of Fixed Income Research PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, Fakhrul Fulvian mengatakan, meski tekanan terhadap daya beli masyarakat masih terasa, sektor pasar keuangan justru menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Ia menilai bahwa pulihnya ekspektasi investor turut mendorong peningkatan volume transaksi di bursa.

"Kalau dari volume trading mungkin semenjak sudah selesainya perang dagang dan sudah mulai adanya ekspektasi penurunan suku bunga jadi memang volume perdagangan di bursa sudah mulai meningkat lagi," kata Fakhrul saat ditemui di Jakarta, ditulis Jumat (13/6/2025).

Ia menjelaskan, meskipun secara ekonomi Indonesia masih menghadapi pelemahan daya beli, perbaikan awal justru akan terlihat dari pasar keuangan.

"Memang sebenernya di kondisi saat ini kalau bahasa ekonominya memang terjadi pelemahan daya beli tapi yang akan kejadian memang recovery itu akan terjadi di aset market atau di pasar keuangan duluan," ujarnya.

Fakhrul menilai, pemulihan sektor riil diperkirakan baru akan terjadi menjelang akhir tahun. Menurut dia, setelah pasar keuangan membaik dan kepercayaan meningkat, sektor riil baru akan mulai pulih di kuartal III hingga kuartal IV tahun ini.

"Nanti diharapkan ketika pasar keuangannya sudah membaik lalu juga confidence-nya membaik baru nanti sektor ril itu baru akan ada perbaikan di akhir kuartal III sama kuartal IV," jelasnya.

 

 

Perang Dagang

Seorang wanita mengambil paket dari kurir pengiriman di luar gedung perkantoran di Beijing, China, Senin (6/3/2023). Pejabat ekonomi China menyatakan keyakinannya bahwa mereka dapat memenuhi target pertumbuhan tahun ini sekitar 5 persen dengan menghasilkan 12 juta pekerjaan baru dan mendorong pengeluaran konsumen setelah berakhirnya kontrol antivirus yang membuat jutaan orang tetap di rumah. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Terkait perang dagang global yang belum sepenuhnya tuntas, Fakhrul menyebut ekspektasi positif dari sisi keuangan sudah cukup menjadi katalis.

"Karena paling enggak dari sini, dari sisi sektor keuangannya ini sudah membaik dulu. Sudah ada ekspektasi pemotongan suku bunga dan likuiditasnya ada membaik. Jadi memang ada lagging sekarang," ujarnya.

Ia pun memproyeksikan tren pemulihan sektor keuangan akan mendahului sektor riil, dengan realisasi penuh baru terlihat pada 2025.

"Jadi, fenomenanya saat ini akan kita hadapi pasar keuangan akan recovery lebih dahulu dibandingkan sektor riil ini yang akan kejadian di tahun 2025," pungkasnya.

 

AS dan China Sepakat Gencatan Senjata Perang Dagang

Bendera AS dan China berkibar berdampingan (AP/Andy Wong)

Diketahui, Amerika Serikat (AS) dan China sepakat untuk kembali memberlakukan gencatan senjata dalam perang dagang yang telah berlangsung sejak awal April 2025.

Gencatan senjata ini menyusul perundingan intensif selama dua hari di London. Meski belum menyentuh kesepakatan menyeluruh, kedua belah pihak menandai terobosan penting yang disebut sebagai “kerangka jabat tangan” guna meredakan ketegangan tarif dan hambatan perdagangan lainnya.

Dikutip dari The Washington Post, Kamis (12/6/2025), Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan ini “sudah dilakukan,” meski masih menunggu persetujuan final dirinya dan Presiden China Xi Jinping.

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya