Guardiola Bersyukur Man City Mau Sabar: Di Barca atau Madrid, Saya Sudah Dipecat

Pep Guardiola mengaku bersyukur Manchester City tetap memberinya kepercayaan, meski musim lalu gagal bersaing di papan atas. Ia menyindir budaya tak sabar di klub-klub besar Spanyol.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 13 Juni 2025, 03:24 WIB
Dengan kekalahan di Villa Park ini, berarti pasukan Josep Guardiola telah menelan sembilan kali kekalahan dan cuma menang sekali dalam 12 laga terakhir mereka di semua kompetisi. (AP Photo/Rui Vieira)

Liputan6.com, Jakarta Josep Guardiola mengaku beruntung masih dipercaya menangani Manchester City usai musim 2024/25 yang sulit. Dalam wawancara bersama DAZN, ia menyoroti budaya ketidaksabaran yang lazim terjadi di klub-klub besar Eropa.

City hanya mengumpulkan 71 poin musim lalu — angka yang cukup untuk lolos ke Liga Champions, namun jauh dari standar tim yang empat musim sebelumnya rata-rata meraih hampir 90 poin. Guardiola menyebut performa itu sebagai kegagalan dan menegaskan perlunya perubahan besar.

“Musim ini saya tidak mampu membalikkan keadaan seperti biasa,” ujar Guardiola. “Kalau ini terjadi di Spanyol, saya sudah dipecat Oktober, November, atau Desember. Di Barca atau Madrid, mereka takkan menunggu.”


Sindiran Halus untuk Klub Lama

Ekspresi kecewa pemain Manchester City, Bernardo Silva di antara para pemain Crystal Palace yang sedang merayakan kemenangan dalam laga final Piala FA 2024/2025 yang berlangsung di Stadion Wembley, London, Inggris, Sabtu (17/05/2025) waktu setempat. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Guardiola juga membandingkan situasinya di Inggris dengan di Spanyol. Menurutnya, di Manchester City ada ruang untuk introspeksi dan kesabaran, tidak seperti di mantan klubnya.

“Di sini, bahkan tidak ada pertanyaan soal pemecatan,” lanjutnya. “Lihat Carlo Ancelotti: Musim lalu dia menjuarai Liga Champions dan La Liga, dan sekarang dia pindah ke Brasil. Kita perlu sedikit lebih sabar.”

Guardiola tampak menggunakan contoh Ancelotti untuk menggarisbawahi betapa kerasnya tekanan yang dihadapi pelatih-pelatih top. Ia pun merasa beruntung City memberinya ruang untuk memperbaiki keadaan, alih-alih langsung menarik pelatuk pemecatan.


Ancaman Mundur jika Skuad Tak Dirampingkan

Ekspresi kecewa pelatih Manchester City, Pep Guardiola bersama para pemainnya setelah kalah dari Crystal Palace dalam laga final Piala FA 2024/2025 yang berlangsung di Stadion Wembley, London, Inggris, Sabtu (17/05/2025) waktu setempat. (AP Photo/Ian Walton)

Meski bertahan, Guardiola menyampaikan ultimatum tegas. Ia pernah mengancam akan meninggalkan klub jika manajemen tak melakukan perampingan skuad pada musim panas ini.

Pernyataan ini mempertegas niat Guardiola untuk melakukan perombakan besar-besaran di Etihad Stadium. Ia merasa timnya terlalu gemuk dan tak kompetitif di musim lalu.

Meski sempat diragukan akan lanjut, sang pelatih tampaknya siap menyingsingkan lengan baju demi mengembalikan dominasi City di Premier League. Proses rebuilding yang ia minta diprediksi akan mengubah wajah tim dalam beberapa pekan ke depan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya