Indo Defence 2025, Kemhan RI dan KNDS Teken MoU Transfer of Knowledge

Djoko mengatakan, kerja sama dengan KNDS bukanlah kali pertama. Dia menjelaskan, Kemhan RI dan TNI memiliki sejarah panjang bersama KNDS.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 12 Juni 2025, 14:29 WIB
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) menandatangani Memorandum of Understanding atau MoU dengan perusahaan industri pertahanan asal Prancis, KNDS. (Liputan6.com/Radityo Priyasmoro)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) menandatangani Memorandum of Understanding atau MoU dengan perusahaan industri pertahanan asal Prancis, KNDS. MoU ditandatangani langsung oleh Mayjen Djoko Purwanto selaku Kabalitbang Kemhan RI dan CEO of KNDS France, Nicolas Chamussy.

"MOU signing ini kita bekerjasama terutama untuk transfer of knowledge. Jadi nanti kita akan sharing bagaimana pengetahuan-pengetahuan tentang teknologi pertahanan. dan KNDS menyiapkan tenaga, menyiapkan waktu untuk bekerjasama," kata Djoko kepada awak media di acara pameran alutsista Indo Defence di JiExpo Kemayoran Jakarta, Kamis (12/6/2025).

Djoko mengatakan, kerja sama dengan KNDS bukanlah kali pertama. Dia menjelaskan, Kemhan RI dan TNI memiliki sejarah panjang bersama KNDS.

"KNDS menyiapkan beberapa fasilitas yang bisa kita gunakan bersama, di antaranya adalah kemarin kita sudah meninjau untuk penembakan amunisi 120mm dan ke depan amunisi itu akan dikerjasamakan dengan Pindad," ungkap Djoko.

"Nanti KNDS dengan Pindad akan bekerjasama untuk menyiapkan beberapa fasilitas industri di sana dan kami dari Balitbang akan ikut men-support tentang kegiatan tersebut dan kita tentunya akan mengambil bagian di situ," imbuh jenderal bintang dua ini.

Forum Teknologi

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) menandatangani Memorandum of Understanding atau MoU dengan perusahaan industri pertahanan asal Prancis, KNDS. (Liputan6.com/Radityo Priyasmoro)

Djoko memastikan, karena kerja sama kali ini adalah transfer of knowledge maka selanjutnya akan dihelat sejumlah forum teknologi yang akan dilaksanakan bersama. Sementara itu, terkait transfer of manufacture akan dilakukan oleu PT Pindad.

"Jadi korelasinya seperti itu dan nanti ke depan bisa kita kembangkan lagi, kerjasama apa yang bisa kita jalin dengan KNDS," harap Djoko.

Sebagai informasi, KNDS telah menjadi mitra kepercayaan Kemhan RI dan TNI selama 40 tahun. Djoko percaya, kerja sama jangka panjang itu terus terjalin berkat keuntungan yang dirasakan kedua pihak.

"Kalau menurut saya kerja sama itu kan menguntungkan kedua belah pihak.

Selama ini kita juga diuntungkan dengan beberapa informasi-informasi yang sudah diberikan oleh KNDS dan KNDS juga mendapat untung dari kita karena mereka juga bisa menambah rekan untuk kerja sama. Jadi keuntungan ini yang selalu disampaikan," dia menandasi.

 

Kerja Sama Jangka Panjang

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) menandatangani Memorandum of Understanding atau MoU dengan perusahaan industri pertahanan asal Prancis, KNDS. (Liputan6.com/Radityo Priyasmoro)

Diketahui, kerja sama jangka panjang kedua pihak akan menciptakan inovasi unggulan. Saat ini, KNDS sudah mendedikasikan lebih dari 15% pendapatannya untuk kegiatan Riset dan Pengembangan (R&D) dengan mengidentifikasi kebutuhan militer berdasarkan ancaman yang berkembang dan memperkenalkan solusi inovatif melalui amunisi loitering dan sistem anti-drone di Indo Defence.

Selain itu, KNDS dan Kemhan RI juga mengukuhkan kembali kerja sama strategis jangka panjang untuk mengembangkan teknologi pertahanan terbaru dan mengadakan workshop tentang kecerdasan buatan (AI), sistem tanpa awak, dan amunisi cerdas.

Lebih dari itu, KNDS dan Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia juga bekerja sama mengembangkan program pelatihan sistem pertahanan darat, amunisi loitering dan solusi anti-drone untuk memperkuat kemampuan operasional.

 

Indo Defence

Pada Indo Defence tahun ini, KNDS turut memperkenalkan lini produk amunisi loitering terbaru di Indonesia. Rangkaian MATARIS menawarkan berbagai kemampuan, mulai dari drone kecil yang diluncurkan dari tabung hingga amunisi loitering dengan jangkauan hingga 100 km.

KNDS juga memperkenalkan solusi anti-drone terbarunya, ARX30 yang dapat dipasang di berbagai platform kendaraan untuk memberikan pertahanan anti-drone yang komprehensif, sehingga dapat memenuhi kebutuhan operasional PUSSENIF (Infanteri Indonesia) dan PUSSENKAV (Kavaleri Indonesia). Solusi dari KNDS dapat dengan mudah diintegrasikan dengan kendaraan lapis baja buatan Indonesia.

Infografis Belanja Alutsista ala Menhan Prabowo (Liputan6.com/Triyasni)

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya