Komplotan Pencuri Motor di Depok Diciduk Berkat GPS Motor Korban

Polsek Cinere membekuk tersangka pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di kawasan kontrakan wilayah Limo, Depok. Saat penangkapan, tersangka hampir dikeroyok massa.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 11 Juni 2025, 17:00 WIB
Tersangka curanmor saat di bawa ke Polsek Cinere, Depok. (Liiputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Liputan6.com, Jakarta Polsek Cinere membekuk tersangka pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di kawasan kontrakan wilayah Limo, Depok. Saat penangkapan, tersangka hampir dikeroyok massa.

Kapolsek Cinere, AKP Pesta Hasiholan Siahaan mengatakan, penangkapan ketiga tersangka berinisial HDP (32), RF (21), dan MRA (23) berdasarkan laporan korban ke Polsek Cinere. Korban melaporkan motornya hilang saat berjualan di Jalan Raya Gandul, Depok, pada 8 Juni 2025.

“Iya, saat ditangkap di rumah kontrakan, saat dibawa para tersangka sempat dikeroyok massa dan kami berhasil mengamankan,” ujar Pesta di Polsek Cinere, Rabu (11/6/2025).

Pesta menjelaskan, korban mengetahui motornya hilang langsung melacak melalui GPS yang terpasang di motornya.

Korban bersama saksi lain berusaha melacak motornya melalui handphone terkoneksi dengan GPS.

“Diketahui bahwa motor tersebut terhenti di posisi di Jalan Pendidikan, Limo,” jelas Pesta.

Korban berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Tim Opsnal Polsek Cinere melakukan penangkapan di sebuah kontrakan, menjadi tempat persembunyian tersangka. Tidak lama berselang, Polsek Cinere melakukan penangkapan tiga tersangka.

“Korban melihat satu unit motornya di lokasi itu,” terang Pesta.

 

Tersangka Beraksi 16 Kali

Tim opsnal Polsek Cinere melakukan penggeledahan dan mendapati enam unit motor. Polsek Cinere melakukan pengembangan dan di wilayah Meruyung mendapati tiga motor.

“Tersangka mengakui melakukan aksinya sebanyak 16 kali, namun barang bukti motor yang kami amankan sebanyak sembilan motor, kami akan melakukan pengembangan kembali,” ungkap Pesta.

Dari pemeriksaan sementara para tersangka akan menjual sepeda motornya dengan melalui online melalui cash on delivery (COD). Adapun harga yang dijual tergantung dari sepeda motor yang dicuri tersangka.

“Mereka ini spesialis motor beat kunci manual, harga dijual mencapai Rp1 juta sampai Rp2 juta, mereka jual cepat,” terang Pesta.

Tidak hanya itu, Polsek Cinere selain mengamankan sepeda motor, turut mengamankan barang bukti lainnya seperti kunci letter T, senjata tajam, dan senjata air soft gun. Setelah dilakukan pengecekan, air soft gun milik tersangka sudah tidak berfungsi.

“Amunisinya pun sudah tidak ada dan senpi ini memang jenis airsoftgun dalam keadaan rusak dan tidak aktif,” pungkas Pesta.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya