Liputan6.com, Bandung - Kawasan bekas tambang emas Cikotok di Banten Selatan menyimpan cerita tentang penampakan arwah penambang masa kolonial. Legenda ini berkembang seiring dengan sejarah eksploitasi tambang era Belanda dan fenomena-fenomena tidak biasa yang dilaporkan warga setempat.
Mengutip dari berbagai sumber, tambang emas Cikotok mulai beroperasi secara intensif pada periode kolonial Belanda tahun 1936. Aktivitas penambangan melibatkan tenaga kerja dalam sistem yang ketat dengan kondisi kerja berat.
Advertisement
Catatan arsip menunjukkan tingginya angka kecelakaan kerja akibat minimnya standar keselamatan. Beberapa dokumen menyebutkan insiden longsor terowongan yang menewaskan puluhan pekerja.
Sebagian korban tidak berhasil dievakuasi dan tetap terkubur di dalam lorong tambang. Fakta historis ini menjadi dasar munculnya berbagai narasi mistis di lokasi bekas tambang.
Kawasan bekas operasi pertambangan ini memiliki karakteristik fisik khusus. Terdapat jaringan terowongan sedalam 100-200 meter yang sebagian sudah tertutup.
Suhu di dalam lorong tetap stabil pada 18-20 derajat Celsius meski cuaca di luar panas. Beberapa laporan warga mengungkapkan kejadian misterius di sekitar area bekas tambang yang sudah ditutup.
Salah satunya adalah bunyi seperti langkah kaki yang kerap terdengar dari dalam terowongan. Selain itu, pada malam hari sering terdengar suara gemuruh mirip aktivitas penambangan, meski lokasi tersebut telah lama tidak beroperasi.
Beberapa warga juga melaporkan penampakan sosok berpakaian tua berkeliaran di sekitar bekas kantor administrasi. Penampakan yang dilaporkan selalu dikaitkan dengan sosok-sosok berpakaian pekerja tambang era kolonial.
Pola Naratif Konsisten
Legenda urban yang berkembang di sekitar tambang emas Cikotok menunjukkan pola naratif yang konsisten. Fenomena supernatural yang dilaporkan dapat dikategorikan dalam tiga pola utama.
Pertama, manifestasi penampakan selalu diasosiasikan dengan figur-figur yang mengenakan pakaian khas pekerja tambang dari era kolonial. Kedua, kejadian paranormal secara konsisten terfokus pada dua area spesifik, yakni bekas kantor administrasi dan terowongan utama, yang pada masa lalu merupakan pusat kegiatan operasional pertambangan.
Ketiga, intensitas fenomena mistis dilaporkan mengalami peningkatan pada periode-periode tertentu yang berkorelasi dengan tanggal-tanggal penting dalam kalender kolonial, seperti masa peralihan kepemilikan atau peristiwa bersejarah lainnya. Pemerintah setempat telah memasang rambu peringatan di lokasi-lokasi berbahaya.
Beberapa terowongan utama telah dipagari untuk mencegah akses masyarakat. Beberapa kelompok masyarakat masih melakukan ritual tertentu di sekitar lokasi bekas tambang. Ritual ini biasanya berupa penempatan sajen sederhana di mulut terowongan atau bekas lokasi kantor administrasi.
Penulis: Ade Yofi Faidzun