Liputan6.com, Jakarta Mike Maignan tidak jadi berganti kostum ke Chelsea. Kiper utama AC Milan itu batal pindah karena negosiasi antar kedua klub mandek di tengah jalan, padahal kabar kepindahan sempat menguat menjelang penutupan bursa transfer.
Chelsea bersikeras pada tawaran sebesar €15 juta, atau sekitar Rp265 miliar. Di sisi lain, Milan menuntut angka yang lebih tinggi, yakni mendekati €25 juta, atau Rp440 miliar. Selisih ini sebetulnya tak terlampau besar, tapi cukup untuk membuat negosiasi gagal total.
Advertisement
Akibatnya, kesepakatan pun kolaps. Maignan, meski kabarnya ingin mencari tantangan baru, harus tetap bertahan di San Siro—setidaknya untuk sementara waktu. Ini mejadi sebuah dilema bagi Rossoneri.
Hubungan yang Renggang dan Sulit Diperbaiki
Situasi makin rumit karena bukan hanya klub yang bersikukuh, sang pemain pun ingin pergi. Keinginan Maignan untuk hengkang bukan isapan jempol karena kabarnya dipicu oleh rasa frustrasi dari negosiasi sebelumnya yang tidak membuahkan hasil.
Harapan untuk memperpanjang kontrak pun nyaris tak ada. AC Milan bisa saja mencoba membujuk kembali, tapi dengan hubungan yang mulai retak, memperbaikinya bukan perkara mudah. Sikap Maignan menunjukkan bahwa kepergiannya hanya tinggal soal waktu.
Dalam situasi ini, Milan terjebak dalam dilema: mempertahankan kiper yang tak lagi bahagia, atau melepasnya di saat yang tepat. Menjaga performa tim dengan pemain yang setengah hati jelas berisiko.
Menanti Bursa Musim Panas
Bursa transfer musim panas tinggal menghitung minggu. Inilah momen ketika Milan kemungkinan besar kembali mencoba menjual Maignan. Chelsea mungkin kembali datang, tapi belum ada kepastian soal niat mereka mengajukan tawaran baru.
Selain Chelsea, klub-klub lain juga bisa jadi tujuan. Bagi Milan, yang terpenting adalah menemukan pembeli yang bersedia membayar harga sesuai nilai sang kiper. Terlalu murah, Milan bisa dianggap kalah dalam negosiasi.
Namun, jika transfer tak juga terjadi, risiko terburuk adalah kehilangan Maignan secara gratis tahun depan. Bagi klub, ini skenario yang paling ingin dihindari, baik secara teknis maupun finansial.
Sumber: Milan News, Sempre Milan