Pemkot Bandung Selidiki Indikasi Pungli SPMB: Satu Kursi Seharga Rp5-8 Juta

Pemkot tengah melakukan investigasi, dalam tahap penyelidikan dan belum bisa membocorkan nama sekolah maupun pihak-pihak yang terlibat.

oleh Dikdik RipaldiDiterbitkan 11 Juni 2025, 04:23 WIB
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan tidak ada pawai pada hari ini, 16 Mei 2025, sebagai bentuk “cooling down” dan persiapan menyeluruh menjelang puncak perayaan yang akan digelar pada 24-25 Mei 2025 mendatang. (Bola.com/Erwin Snaz)

Liputan6.com, Bandung - Pemerintah Kota Bandung akui adanya indikasi praktik pungli dalam  proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Investigasi diaku tengah berjalan. Jika terbukti, diklaim tak segan mempidanakan pemberi dan penerima suap. 

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, nilai pungli yang terindikasi berada pada kisaran Rp5 juta hingga Rp8 juta per kursi. 

Terkait investigasi, Farhan menyatakan, saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan belum bisa membocorkan nama sekolah maupun pihak-pihak yang terlibat. 

“Kalau baru indikasi, maka akan diberi peringatan keras dan sanksi administrasi berat. Tapi kalau sudah terbukti ada transaksi, langsung proses pidana,” ujar Farhan, dalam keterangan pers, Selasa, 10 Juni 2025.

“Kita belum bisa buka detailnya karena ini sedang berjalan. Tapi jumlahnya cukup signifikan,” jelasnya lagi.

Ia mengingatkan para orang tua murid untuk tidak tergoda memberi uang kepada oknum yang mengaku bisa meloloskan anak ke sekolah tujuan. 

“Yang pidana itu bukan hanya yang menerima, tapi juga yang memberi. Jadi orang tua jangan pernah coba-coba,” tegasnya. 

Pihaknya, aku Farhan, terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan proses investigasi berjalan adil dan transparan. 

“Kami tidak ingin ada yang merasa dilindungi atau diperlakukan istimewa,” katanya. 

Farhan mengaku prihatin atas maraknya modus calo pendidikan yang kembali muncul setiap musim penerimaan siswa baru. Ia berharap masyarakat turut menjadi pengawas dan melapor jika melihat atau mengalami pungli.

“Kita ingin memastikan akses pendidikan di Bandung ini bersih, adil, dan berpihak pada anak-anak, bukan pada uang,” ungkapnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya