Liputan6.com, Jakarta - Puncak haji 2025 telah berakhir seiring berakhirnya prosesi lontar jumrah nafar tsani. Ternyata, puncak haji tahun ini menjadi tahun terakhir yang berlangsung di musim panas. Mulai tahun depan, puncak haji diprediksi akan berlangsung selama musim semi.
Mengutip Saudi Gazette, Selasa (10/6/2025), juru bicara Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM), Hussein Al-Qahtani menyatakan musim haji tahun ni menandai berakhirnya musim haji yang bertepatan dengan bulan-bulan musim panas. Namun, delapan musim haji berikutnya akan terjadi selama musim semi.
Advertisement
Musim haji berikutnya kemudian akan berlangsung di musim dingin selama delapan musim, diikuti musim gugur dengan suhu yang meningkat secara bertahap, sebelum kembali ke musim panas sekitar 25 tahun lagi.
"Pergeseran ini disebabkan oleh siklus kalender lunar yang menawarkan kesempatan bagi para jemaah untuk melakukan ritual haji dalam kondisi cuaca yang lebih bersahabat selama tahun-tahun mendatang," kata Al-Qahtani.
Sebelumnya, otoritas Arab Saudi memprediksi panas ekstrem akan terjadi sepanjang wukuf di Arafah dengan suhu mencapai 50 derajat celcius. Meski begitu, pantauan di lapangan, suhu udara di Arafah pada 9 Dzulhijjah 1446 H atau Kamis, 5 Juni 2025, hanya berkisar 44--45 derajat celcius.
Suhu ekstrem lebih tinggi dirasakan jemaah haji selama mabit di Mina selama hari Tasyrik atau hari-hari melaksanakan lempar jumrah. Meski begitu, prosesi pelemparan jumrah berlangsung lancar hingga seluruh jemaah haji di Mina kembali ke hotel masing-masing pada Senin, 9 Juni 2025.
Arab Saudi Anggap Pelaksanaan Musim Haji Sukses
Sementara, Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif menyatakan bahwa musim haji tahun ini tidak mengalami hal-hal yang dapat mengganggu haji atau memengaruhi keselamatan dan keamanan jemaah.
"Tidak ada kasus epidemi atau karantina yang tercatat. Upaya pencegahan dan layanan kesehatan yang diberikan kepada jamaah telah berhasil menurunkan angka penyakit, kelelahan akibat panas, dan kematian," katanya, dikutip dari Saudi Gazette.
Mendagri menyampaikan selamat tersebut dalam telegram yang dikirimkan kepada Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman pada kesempatan Idul Adha dan keberhasilan musim haji tahun ini. Pangeran Abdulaziz menyampaikan selamat mewakili dirinya sendiri dan atas nama para emir daerah, anggota Komite Haji Tertinggi, pasukan keamanan, dan semua anggota lembaga pemerintah dan swasta yang berpartisipasi dalam haji tahun ini.
Tahun ini, total jemaah haji yang dilayani mencapai 1.673.230 orang. Mayoritas berasal dari luar negeri dengan jumlah lebih dari 1,18 juta orang.
Penyisiran Akhir Kawasan Mina
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan tidak ada jemaah haji Indonesia yang tertinggal di Mina. Seluruh jemaah haji Indonesia dipastikan telah meninggalkan tenda-tenda Mina di hari terakhir pelaksanaan mabit (menginap) pada 13 Zulhijah 1446 H atau Senin, 9 Juni 2025.
Seluruh jemaah haji nafar awal telah meninggalkan Mina pada 12 Zulhijah 1446 H atau Minggu, 8 Juni 2025. Sementara, jemaah haji nafar tsani baru meninggalkan Mina pada Senin, 9 Juni 2025. Hal ini menandai berakhirnya rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Armuzna PPIH Arab Saudi, Harun Ar-Rasyid memastikan, seluruh jemaah haji Indonesia telah meninggalkan tenda-tenda di Mina untuk kembali ke hotelnya masing-masing di Makkah pada hari ini.
"Mulai pukul 07.00 waktu Arab Saudi, kami melaksanakan pendorongan jamaah dari Mina menuju Makkah," ujar Harun usai menyisir di tenda-tenda Mina, Senin, seperti dikutip dari Antara.
1 Jemaah Sempat Tertinggal
Setelah proses pendorongan jemaah haji Indonesia ke hotelnya selesai, petugas menyisir seluruh area Mina secara menyeluruh sejak pukul 15.30 waktu setempat. Penyisiran dilakukan di seluruh tenda sektor, meliputi adhoc 1 hingga 8, serta markaz-markaz di bawah syarikah.
Dalam penyisiran tersebut, ditemukan satu peserta haji yang tertinggal di tenda. Jemaah tersebut langsung diserahkan ke tim Misi Haji Indonesia di Mina, kemudian diarahkan ke Misfalah untuk selanjutnya dibawa ke Makkah.
Selain itu, tim juga menemukan sejumlah barang milik jemaah yang tertinggal. Barang-barang tersebut diamankan dan dikumpulkan di kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, sebelum diserahkan ke masing-masing sektor di Makkah.
"Pukul 16.00 waktu Arab Saudi, kami nyatakan seluruh tenda jamaah Indonesia di Mina sudah kosong. Tidak ada lagi jamaah yang tertinggal. Kami pastikan clear," kata Harun.
Tim kemudian melanjutkan penyisiran ke area Jamarat lantai atas, mulai dari Pos 1 hingga Pos 5, termasuk lokasi melontar jumrah. "Alhamdulillah, pukul 16.30 waktu setempat kami pastikan jamarat lantai atas juga sudah bersih dari jemaah Indonesia. Semua jemaah sudah terdorong menuju hotel masing-masing di Makkah," kata dia.