Liputan6.com, Tel Aviv - Militer Israel telah menemukan jenazah seorang sandera asal Thailand, Nattapong Pinta. Dia disandera di Gaza dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.
Advertisement
Menurut Katz, Pinta disandera oleh kelompok militan Palestina yang disebut Brigade Mujahidin dan berhasil ditemukan di wilayah Rafah, Gaza selatan. Keluarganya di Thailand telah diberi tahu. Demikian seperti dilansir The Guardian.
Pinta adalah seorang tenaga kerja sektor pertanian yang diculik dari Kibbutz Nir Oz, sebuah komunitas kecil dekat perbatasan, tempat di mana satu dari empat penduduknya tewas atau disandera selama serangan yang dipimpin Hamas pada 2023.
Militer Israel mengatakan bahwa Pinta diculik dalam keadaan hidup dan kemudian dibunuh oleh para penculiknya.
Belum ada komentar langsung dari kelompok militan Palestina.
Dalam serangannya pada 2023, para militan yang dipimpin Hamas diklaim Israel membunuh 1.200 orang. Serangan itu menjadi hari paling mematikan dalam sejarah negara tersebut. Sebanyak 251 orang disandera dan 55 di antaranya masih berada di Gaza.
Otoritas Israel meyakini bahwa 20 sandera masih hidup.
Israel merespons serangan Hamas dengan aksi militer, yang menurut otoritas kesehatan Gaza, telah menewaskan lebih dari 54.000 warga Palestina hingga hari ini. Serangan tersebut juga telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza, dengan lebih dari 2 juta penduduknya sebagian besar telah mengungsi.