Liputan6.com, Jakarta Harga emas dunia sempat menyentuh level USD 3.400 pada Kamis, 5 Juni 2025.
Pengamat pasar, Ibrahim Assuaibi memperkirakan bahwa ada kemungkinan harga emas dunia menuju ke level USD 3.450 dalam beberapa hari mendatang.
Advertisement
“(Harga emas dunia) juga kemungkinan akan menyentuh di level USD 3.500 itu akan tercapai di minggu depan,” ungkap Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/6/2025).
Ibrahim menjelaskan, salah satu sentimen yang mendorong harga emas dunia kembali menguat signifikan pekan ini adalah tentang ketegangan Rusia-Ukraina yang meningkat. setelah penyerangan Ukraina terhadap pesawat-pesawat Rusia, yang memungkinkan terjadinya balasan.
“Ini yang akan membuat harga emas dunia terus mengalami kenaikan karena potensi geopolitik di Eropa semakin tinggi dari tahun ke tahun,” jelasnya.
“Geopolitik yang akan kembali meningkat cukup tajam membuat harga emas dunia terus mengalami penguatan. (Harga emas) kisaran USD 3.500 dalam bulan Juni kemungkinan besar akan terjadi,” ungkap Ibrahim.
Faktor lainnya, data ekonomi di Amerika Serikat yang terus melemah mengindikasikan bahwa Federal Reserve kemungkinan akan merunkan suku bunga tahun ini.
Kemungkinan itu telah disinyalkan pejabat-pejabat Bank Sentral AS. Pejabat The Fed juga memberikan testimoni tentang bagaimana menurunkan suku bunga.
Di sisi lain, ketegangan antara The Fed dengan Presiden AS Donald Trump masih terjadi, menyusul desakannya pada The Fed untuk menurunkan suku bunga.
Adapun keputusan Trump untuk menaikkan biaya impor baja dan aluminium sebesar 50%, serta perundingan AS- Iran tentang reaktor nuklir yang belum mencapai keputusan akhir.
Harga Emas Menguat Hari Ini, Bisa Tembus Resisten USD 3.392
Diwartakan sebelumnya, harga emas dunia menguat pada perdagangan hari Rabu (4/62025), mencatat kenaikan lebih dari 0,80% dan diperdagangkan di kisaran USD 3.382 setelah sempat menyentuh level terendah harian di USD 3.343.
Kenaikan harga emas kemarin dipicu oleh pelemahan data ekonomi Amerika Serikat (AS), yang menambah tekanan terhadap dolar AS sekaligus memperkuat daya tarik logam mulia sebagai aset safe haven.
Analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha menjelaskan, lambatnya aktivitas bisnis dan penurunan kinerja pasar tenaga kerja menjadi pemicu utama lonjakan harga emas baru-baru ini.
Situasi geopolitik global turut memperkuat prospek kenaikan harga emas. Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump memutuskan untuk menaikkan tarif impor baja dan aluminium dari 25% menjadi 50%.
"Langkah ini diambil hanya beberapa hari menjelang percakapan yang dijadwalkan antara Trump dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping. Ketidakpastian terkait hasil negosiasi ini menambah daya tarik emas sebagai aset pelindung nilai terhadap gejolak pasar," kata dia.
Harga Emas Hari Ini
Reaksi pasar terhadap pernyataan ini cukup signifikan, dengan emas kembali melonjak ke level USD 3.380 pada awal sesi Kamis (5/6/2025).
Tekanan terhadap The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya makin kuat, apalagi mengingat data terbaru dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan bahwa aktivitas sektor jasa di AS mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam hampir satu tahun terakhir.
Selain itu, data ketenagakerjaan dari ADP yang dirilis pada hari Rabu (4/6/2025) menunjukkan bahwa sektor swasta AS hanya menambahkan 37.000 pekerjaan pada bulan Mei, jauh di bawah ekspektasi analis sebesar 155.000. Meskipun reaksi pasar terhadap data ini terbilang terbatas, laporan ini tetap memberikan gambaran bahwa kondisi pasar tenaga kerja sedang melemah.
Para pelaku pasar kini menanti laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang dijadwalkan rilis pada hari Jumat. Ekspektasi untuk laporan ini adalah kenaikan 177.000 pekerjaan dan tingkat pengangguran yang tetap berada di 4,2%.