Liputan6.com, Banten - PLN pastikan pasokan listrik selama Idul Adha dan libur panjang di wilayah Banten tidak akan terganggu. Mereka menurunkan 1.300 pekerjanya, untuk memastikan aliran listrik tidak terkendala.
Wilayah terluar Banten, seperti Pulau Panjang juga di jamin pasokan listriknya, agar umat muslim bisa takbiran di masjid serta Shalat Idul Adha dengan lancar.
Advertisement
"Kami terus memastikan sistem kelistrikan di Banten tetap andal dan berjalan lancar. Kami sudah siapkan langkah-langkah antisipasi agar masyarakat bisa beribadah dan merayakan hari besar ini tanpa khawatir soal listrik. Termasuk pada sistem isolated di Pulau Panjang yang telah memiliki stok energi primer sebesar 8,71 Hari Operasi (HOP)," ujar General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, dalam keterangan resminya, Kamis (5/6/2025).
Di momen Idul Adha dan libur panjang, biasanya terjadi peningkatan aktifitas masyarakat di pelabuhan, terminal, stasiun, rest area hingga pelabuhan. PLN mengaku suplai listrik ke berbagai lokasi strategis tidak akan terganggu. Begitupun di sejumlah masjid, aliran listrik tidak akan terkendala saat masyarakat melaksanakan malam takbir maupun Shalat Idul Adha.
Bagi masyarakat yang bepergian menggunakan kendaraan listrik bisa menggunakan 163 unit charger di 91 lokasi SPKLU, sehingga tidak perlu khawatir.
"PLN UID Banten berkomitmen penuh untuk menghadirkan layanan terbaik, menjaga kontinuitas pasokan listrik, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang ingin beribadah, bersilaturahmi, maupun bepergian," terangnya.
PLN Bangun Ratusan Posko Penanganan Gangguan Listrik
Selama Idul Adha 1446 Hijriah dan libur panjang, PLN Banten membuka 64 Posko Siaga Distribusi dan 2 Posko Siaga Icon+ hingga 197 kendaraan operasional yang tersebar di berbagai titik strategis.
"Material cadang untuk keperluan penanganan gangguan pun tersedia dalam jumlah yang cukup, guna menjamin respons cepat terhadap potensi gangguan teknis," jelasnya.