Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam di seluruh dunia dianjurkan untuk melaksanakan sejumlah amalan sunnah, salah satunya adalah puasa Tarwiyah dan Arafah. Kedua puasa ini memiliki keutamaan yang besar dan menjadi momen penting untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Lantas, bagaimana bacaan niat puasa Tarwiyah dan Arafah? Kapan jadwal pelaksanaannya di tahun 2025?
Advertisement
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sementara puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Kedua puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Bagi yang melaksanakan puasa, terdapat keutamaan besar, terutama puasa Arafah yang diyakini dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Berikut informasi selengkapnya mengenai niat puasa Tarwiyah dan Arafah, jadwal, serta keutamaannya yang dihimpun Liputan6.com, Selasa (3/6/2025).
Lafal Niat Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum Hari Arafah. Pada tahun 2025, tanggal 8 Dzulhijjah diperkirakan jatuh pada tanggal 5 Juni 2025. Berikut adalah lafal niat puasa Tarwiyah yang dapat dibaca pada malam hari sebelum puasa dimulai:
- Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala.
- Artinya: "Saya niat puasa Tarwiyah sunnah karena Allah Ta'ala."
Jika seseorang lupa berniat di malam hari, niat puasa Tarwiyah masih dapat dibacakan di pagi hari sebelum matahari tergelincir. Berikut adalah rumusan niatnya:
- Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an adâ'i tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala.
- Artinya: "Saya niat puasa Tarwiyah hari ini sunnah karena Allah Ta'ala."
Niat ini menjadi penting sebagai bentuk kesungguhan hati dalam melaksanakan ibadah puasa Tarwiyah. Dengan niat yang tulus, diharapkan puasa yang dijalankan akan diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan pahala yang berlimpah.
Lafal Niat Puasa Arafah
Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yang bertepatan dengan hari wukuf di Arafah bagi jamaah haji. Pada tahun 2025, tanggal 9 Dzulhijjah diperkirakan jatuh pada tanggal 6 Juni 2025. Berikut adalah lafal niat puasa Arafah yang dapat dibaca pada malam hari sebelum puasa dimulai:
- Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillahi ta'ala.
- Artinya: "Saya niat puasa Arafah sunnah karena Allah Ta'ala."
Sama seperti puasa Tarwiyah, jika seseorang lupa berniat di malam hari, niat puasa Arafah juga dapat dibacakan di pagi hari sebelum matahari tergelincir. Berikut adalah rumusan niatnya:
- Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an adâ'i arafata sunnatan lillahi ta'ala.
- Artinya: "Saya niat puasa Arafah hari ini sunnah karena Allah Ta'ala."
Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar, diyakini dapat menghapus dosa selama dua tahun, yaitu satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa Arafah dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT.
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada hari yang lebih dicintai Allah SWT untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh, termasuk puasa, pada hari-hari tersebut.
Puasa Arafah, khususnya, memiliki keutamaan yang sangat istimewa. Diriwayatkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun, yaitu satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Hal ini menunjukkan betapa besar ampunan dan rahmat Allah SWT bagi hamba-Nya yang melaksanakan puasa Arafah dengan ikhlas.
Selain itu, puasa Tarwiyah juga memiliki keutamaan spiritual yang tinggi sebagai persiapan menuju hari Arafah. Dengan melaksanakan puasa Tarwiyah, umat Islam diharapkan dapat membersihkan diri dari dosa-dosa kecil dan mempersiapkan hati untuk menyambut hari Arafah dengan penuh kekhusyukan.
Dengan melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah, umat Muslim berkesempatan untuk meraih ampunan dosa, meningkatkan ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.