DPR Minta Bongkar Jaringan hingga Otak Pelaku Terkait Penemuan Sabu Seberat 2 Ton di Riau

Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, mengapresiasi keberhasilan Desk Pemberantasan Narkoba tersebut. Menurutnya, hal itu menjadi tangkapan terbesar sepanjang sejarah.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 03 Juni 2025, 03:05 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Aboe Bakar Alhabsyi

Liputan6.com, Jakarta BNN bekerja sama dengan Bea Cukai, TNI AL, dan Polri menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 2 ton di perairan Batam, Kepulauan Riau. Jumlah barang bukti dari penungkapan ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Terkait hal itu, Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, mengapresiasi keberhasilan Desk Pemberantasan Narkoba tersebut. Menurutnya, hal itu menjadi tangkapan terbesar sepanjang sejarah.

"Saya mengapresiasi hasil kerja luar biasa dari seluruh tim di Desk Pemberantasan Narkoba," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (2/62025).

Aboe mencatat, dua ton sabu yang disita setara dengan menyelamatkan delapan juta jiwa anak bangsa dari potensi penyalahgunaan narkoba. 

"Setiap gram narkoba yang berhasil disita adalah langkah besar dalam melindungi generasi penerus bangsa," jelas Politikus PKS ini.

Aboe mendorong agar penegak hukum tidak berhenti sampai pada penyitaan barang bukti saja. Ia meminta agar pengembangan kasus dilakukan melalui analisis transaksi keuangan yang berkaitan dengan pengiriman sabu tersebut.

"Analisis keuangan sangat penting untuk mengungkap jaringan pelaku hingga ke otak di balik operasi ini. Kita harus bongkar tuntas siapa saja yang terlibat, baik di dalam maupun luar negeri," minta Aboe.

 

Terus Bersinergi

Aboe meyakini, perang terhadap narkoba tidak hanya menyasar pelaku lapangan, tetapi juga mampu menghancurkan sistem dan jaringan keuangan yang menopang aktivitas ilegal tersebut.

Maka dari itu, dia berharap para aparat penegak hukum lintas institusi dan lembaga bisa terus bersinergi agar Indonesia bisa terbebas dari ancaman narkoba.

"Keberhasilan ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antar lembaga dalam memberantas peredaran gelap narkoba di Indonesia," dia menandasi.

Keterlibatan Dewi Astutik di Penyelundupan Sabu 2 Ton

Nama Dewi Astutik kembali mencuat. Perempuan yang sudah lama masuk daftar buronan itu disinyalir berada di lingkaran sindikat narkotika internasional Asia Tenggara.

Kali ini, namanya kembali muncul dalam pengungkapan kasus penyelundupan sabu seberat dua ton dari Kapal MT Sea Dragon Tarawa yang ditangkap di Perairan Batam, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Marthinus Hukom menyebut Dewi Astutik sebagai salah satu figur yang ikut terlibat di dalam peredaran narkoba tersebut.

"Dalam analisa kita Dewi Astutik memiliki keterkaitan dengan puncak jaringan lima orang ini," kata Marthinus dalam keterangannya dikutip Jumat, (30/5/2025).

Marthinus tak menepis Dewi Astutik sudah lama jadi buron dalam kasus narkoba jaringan internasional. Dia diduga kuat terhubung dengan sindikat narkoba dari kawasan Golden Triangle.

Dalam kasus dua ton sabu di Kapal MT Sea Dragon Tarawa, keterlibatan Dewi Astutik ditelusuri dari jejak empat warga negara Indonesia yang ikut tertangkap di dalam kapal. Mereka adalah FR, LCS, RH, dan HS.

"Jadi saya yakini ini adalah jaringan sindikat internasional di kawasan Asia Tenggara yang melibatkan jaringan Indonesia, buktinya 4 orang Indonesia ketangkap," ucap dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya