Simone Inzaghi Terima Tapiro d’Oro Usai Inter Milan Dipermalukan PSG di Final Liga Champions

Simone Inzaghi mengalami momen yang sulit setelah Inter Milan dikalahkan Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor 5-0 di final Liga Champions. Kurang dari 24 jam setelah kekalahan itu, ia menerima penghargaan Tapiro d’Oro.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 02 Juni 2025, 08:42 WIB
Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, berjalan di dekat trofi setelah final Champions League melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Allianz Arena, Munich, Jerman, Sabtu, 31 Mei 2025. (AP Photo/Matthias Schrader)

Liputan6.com, Jakarta Simone Inzaghi mengalami momen yang sulit setelah Inter Milan dikalahkan Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor 5-0 di final Liga Champions. Kurang dari 24 jam setelah kekalahan itu, ia menerima penghargaan Tapiro d’Oro.

Tapiro d’Oro adalah penghargaan sindiran yang diberikan kepada tokoh terkenal yang mengalami kejadian memalukan. Penghargaan ini merupakan bagian dari acara satir Italia bernama Striscia la Notizia.

Beberapa nama besar Serie A, termasuk Zlatan Ibrahimovic dan Alvaro Morata, juga pernah menerima penghargaan ini musim ini. Kini, Inzaghi harus menerima sindiran tersebut setelah hasil mengecewakan di panggung tertinggi Eropa.

Walau enggan, Inzaghi menerima penghargaan tersebut dengan wajah yang tidak bergairah. Situasi ini menggambarkan beratnya suasana hati sang pelatih usai kegagalan besar.


Pengertian dan Makna Tapiro d’Oro

Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi (kanan) terlihat melakukan protes pada pertandingan final Liga Champions melawan PSG di Allianz Arena, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Martin Meissner)

Tapiro d’Oro atau Tapir Emas, adalah penghargaan lucu dan sindiran dari media Italia yang ditujukan untuk orang yang sedang mengalami aib publik. Biasanya, penerima penghargaan ini tengah berada dalam kondisi sulit atau kekalahan.

Program Striscia la Notizia menggunakan penghargaan ini sebagai cara menghibur sekaligus mengkritik halus. Meskipun terlihat jenaka, penerima seringkali menghadapi situasi berat.

Beberapa tokoh sepak bola Serie A sudah masuk daftar penerima. Dengan bergabungnya Inzaghi, daftar itu semakin panjang dan menjadi catatan menarik di dunia sepak bola.

Penghargaan ini sebenarnya bukan penghinaan serius, tapi bentuk humor yang harus diterima secara sportif. Namun jelas momen ini bukan pengalaman yang menyenangkan bagi sang pelatih.


Respon Inzaghi Terhadap Kekalahan dan Penghargaan

Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi berteriak saat laga final Liga Champions melawan PSG di Allianz Arena, Minggu, 1 Juni 2025. (AP Photo/Matthias Schrader)

Simone Inzaghi mengakui Inter tampil buruk saat menghadapi PSG. Ia juga mengakui bahwa PSG memang layak menjadi pemenang.

Pelatih berusia 46 tahun itu menyatakan bahwa kekalahan tetap menyakitkan. Namun, sebagai seorang profesional, ia menerima kenyataan tersebut.

“Saya selalu menjadi seorang olahragawan. Kekalahan memang menyakitkan, tapi kami menerimanya,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya