Perusahaan China Gelar Lomba Tinju Robot Humanoid Pertama di Dunia

Robot yang bertarung di ring tinju kini bukan hanya ada di film, tetapi juga telah hadir di dunia nyata. Sebuah perusahaan asal China berhasil mewujudkannya.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 28 Mei 2025, 19:14 WIB
Ilustrasi Robot AI. (Foto: Freepik)

Liputan6.com, Beijing - Bayangkan dunia Real Steel jadi kenyataan. Itulah yang terjadi di China minggu lalu. Perusahaan robotika asal Zhejiang, Unitree, memamerkan kehebatan robot humanoid G1 dalam ajang yang disebut sebagai kompetisi pertarungan robot humanoid pertama di dunia.

Masih ingat film Real Steel (2011) yang dibintangi Hugh Jackman, tentang dunia masa depan di mana para petinju digantikan oleh robot raksasa?

Kini, lebih dari satu dekade setelah film itu tayang, adegan serupa tak lagi sebatas fiksi ilmiah. Unitree justru menghadirkannya ke dunia nyata lewat pertandingan tinju antar-robot yang disiarkan langsung di televisi nasional Tiongkok.

Acara bertajuk World Robot Competition -- Mecha Combat Series ini digelar di Hangzhou dan disiarkan oleh China Central Television (CCTV). Empat robot G1 -- robot humanoid setinggi 130 cm dan seberat 35 kg -- naik ke atas ring dan saling adu pukulan dalam format pertandingan tiga ronde, masing-masing berdurasi dua menit.

Layaknya atlet profesional, para robot mengenakan pelindung kepala dan sarung tinju, lalu melancarkan serangan jab, hook, uppercut, bahkan tendangan, dikutip dari laman Oddity Central, Rabu (28/5/2025).

Poin diberikan jika pukulan mendarat di kepala atau dada lawan. Menariknya, jika ada robot yang jatuh dan tak bisa bangkit dalam delapan detik, maka dianggap kalah KO.

 

Dikendalikan Oleh Manusia

Ilustrasi Robot AI. (Foto: Freepik)

Meski terlihat independen, semua gerakan robot dikendalikan manusia di pinggir ring lewat kendali jarak jauh dan perintah suara.

Dalam babak final, dua robot terbaik saling bertarung untuk memperebutkan gelar juara. Sang pemenang? Robot Unitree yang dikendalikan oleh Lu Xin, seorang influencer teknologi kenamaan Tiongkok.

Walau belum sedramatis adegan laga di Real Steel, kompetisi ini jadi pertanda bahwa era pertarungan robot humanoid telah dimulai. Apalagi, turnamen serupa dijadwalkan kembali digelar Desember mendatang, kali ini melibatkan robot humanoid berukuran penuh dari berbagai perusahaan Tiongkok.

Kompetisi ini juga mengikuti tren inovatif lainnya yang sedang naik daun di Negeri Tirai Bambu, seperti maraton robot humanoid yang sempat jadi sorotan dunia.

Satu hal yang pasti: Tiongkok sedang unjuk gigi dalam lomba supremasi teknologi robotika, dan dunia menyaksikannya dengan penuh rasa penasaran.

Infografis Geger 5 Artis Terseret Kasus Investasi Bodong Robot Trading Net89 (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya