Erick Thohir: Suntikan Danantara ke Garuda Indonesia untuk Modal Kerja

Dana operasional dari Danantara akan digunakan untuk penambahan modal kerja serta peningkatan sektor pariwisata. Berapa besarnya?

oleh Natasha AmaniDiterbitkan 27 Mei 2025, 12:45 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir memberikan sambutan saat peresmian pembangunan Gelanggang Generasi Muda (GGM) Pertamina di Majalengka, Jawa Barat, Jumat (8/3/2024). (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan menyuntikkan dana ke PT Garuda Indonesia (Persero).

Erick menyebut, suntikan dana kali ini tidak lagi berbentuk Penyertaan Modal Negara (PMN), melainkan dana dari Holding Operasional Danantara.

"PMN konotasi dulu itu dari pemerintah nyuntik ke BUMN sendiri, tetapi sekarang sudah berbeda. Ada untuk operasional, ada buat investasi. Jadi konteksnya sudah sangat korporasi. (Dari) Holding Operasional," kata Erick kepada media di Jakarta, dikutip Selasa (27/5/2025).

Ia menjelaskan, dana operasional dari Danantara akan digunakan untuk penambahan modal kerja serta peningkatan sektor pariwisata.

Hal ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong penguatan perusahaan penerbangan dalam negeri.

"Kemarin kan keputusannya, memang sebagai engine daripada pertumbuhan untuk turis ke depan, haji, dan umrah. Memang Bapak Presiden (Prabowo Subianto) menginginkan (Indonesia) punya perusahaan internasional yang carry flightnya kuat,” terang Erick.

Lebih lanjut, Erick Thohir mengatakan bahwa Danantara memiliki dua holding yakni investasi dan operasional. Nantinya, keduanya akan berjalan secara proporsional, termasuk dalam memberikan modal kepada perusahaan pelat merah.

"aproporsional, ada yang untuk operasional, ada yang untuk investasi," imbuhnya.

 

Prabowo: Danantara Siap Investasi ke Proyek Energi RI

Presiden Prabowo Subianto usai memberikan arahan tertutup kepada jajaran pimpiman Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan direksi BUMN dalam acara Town Jall Meeting Danantara di JCC Senayan, Senin (28/4/2025). (Foto: Liputan6.com/ Lizsa Egeham).

Diwartakan sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintahannya membuka peluang kepada para investor, khususnya di sektor minyak dan gas bumi (migas) untuk berinvestasi di Indonesia.

Presiden juga menyebut, Danantara Indonesia siap untuk ikut terlibat dalam investasi di proyek strategis energi di dalam negeri.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Peresmian Pembukaan dan Pameran Tahunan ke-49 Indonesian Petroelum Assosiation (IPA) pada Rabu (21/5).

"Silahkan anda masuk ke peluang yang kita berikan, dan kita sudah siapkan suatu dana investasi besar yaitu Danantara Indonesia yang siap berinvestasi secara strategis dalam proyek-proyek energi yang tersedia," ujar Prabowo dalam pidatonya di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (21/5) lalu.

 

Prabowo Dukung Transisi Energi

Prabowo mengatakan, ia menyambut baik komitmen industri minyak dan gas yang mendukung transisi energi, salah satunya melalui pengembangan Carbon Capture Storage (CCS) dan inovasi lainnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengingatkan agar para pejabat pemerintahannya melakukan penyederharnaan regulasi terkait investasi sektor energi di dalam negeri.

Pasalnya, Prabowo menyebut, Indonesia masih memiliki regulasi yang sulit dan kompleks untuk disesuaikan.

lTadi saya diberi laporan sekian puluh blok migas siap kita tawarkan secara besar-besaran. Saya minta badan-badan regulasi, sederhanakan regulasi. Saya ulangi, sederhanakan regulasi,” ucapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya