Rencana pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di pertengahan Juni 2013 diperkirakan bakal memicu harga komoditas yang berimbas pada meningkatnya laju inflasi.
Lebih jauh, kondisi ini justru dikhawatirkan akan mendorong kalangan perbankan untuk menaikan suku bunga pinjaman disamping kenaikan bunga simpanan.
Direktur Biro Riset InfoBank, Eko B Supriyanto memperkirakan laju inflasi 2013 yang diperkirakan bakal naik hingga 7,6%, bakal mendorong Bank Indonesia (BI) bersiap-siap akan menaikkan suku bunga acuan (BI rate).
"Kalau BI rate baik, maka perbankan akan menaikkan suku bunga simpanan dan pinjaman banknya. Hal itu juga akan mempengaruhi sektor riil, yang imbasnya pada tingkat kinerja perbankan," ujar Eko dalam acara rating 120 Bank versi Infobank 2013 di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (3/6/2013).
Menurut Eko, kinerja perbankan di masa mendatang harus melewati berbagai tantangan moneter, risiko stagnasi dan pertumbuhan kredit dalam waktu empat tahun kedepannya.
Kalangan perbankan juga diperkirakan bakal memiliki kebutuhan modal yang meningkat disamping pertumbuhan kredit yang akan melesat. Namun yang terpenting adalah akan adanya pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang pastinya berpengaruh pada Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan di tahun 2017 yang diproyeksikan mencapai 100%.
"Jadi perbankan harus terus mencari dana, agar membuat suku bunga naik. Untuk penguatan modal, pemili bank harus mengubah kebijakan dividen dan juga membatasi dividen dari bank-bank asing agar meningkatkan kapasitasi dari sisi modalnya tersebut," katanya.
Selain itu, ia menegaskan, kalau dilihat dari stagnasi pertumbuhan kredit yang diakibatkan dari terbatasnya modal dan dana, maka dampaknya berpengaruh bagi perekonomian nasional. Sedangkan, perbankan Indonesia sendiri tidak memiliki kekuatan khusus untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional. (Dis/Shd)
Lebih jauh, kondisi ini justru dikhawatirkan akan mendorong kalangan perbankan untuk menaikan suku bunga pinjaman disamping kenaikan bunga simpanan.
Direktur Biro Riset InfoBank, Eko B Supriyanto memperkirakan laju inflasi 2013 yang diperkirakan bakal naik hingga 7,6%, bakal mendorong Bank Indonesia (BI) bersiap-siap akan menaikkan suku bunga acuan (BI rate).
"Kalau BI rate baik, maka perbankan akan menaikkan suku bunga simpanan dan pinjaman banknya. Hal itu juga akan mempengaruhi sektor riil, yang imbasnya pada tingkat kinerja perbankan," ujar Eko dalam acara rating 120 Bank versi Infobank 2013 di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (3/6/2013).
Menurut Eko, kinerja perbankan di masa mendatang harus melewati berbagai tantangan moneter, risiko stagnasi dan pertumbuhan kredit dalam waktu empat tahun kedepannya.
Kalangan perbankan juga diperkirakan bakal memiliki kebutuhan modal yang meningkat disamping pertumbuhan kredit yang akan melesat. Namun yang terpenting adalah akan adanya pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang pastinya berpengaruh pada Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan di tahun 2017 yang diproyeksikan mencapai 100%.
"Jadi perbankan harus terus mencari dana, agar membuat suku bunga naik. Untuk penguatan modal, pemili bank harus mengubah kebijakan dividen dan juga membatasi dividen dari bank-bank asing agar meningkatkan kapasitasi dari sisi modalnya tersebut," katanya.
Selain itu, ia menegaskan, kalau dilihat dari stagnasi pertumbuhan kredit yang diakibatkan dari terbatasnya modal dan dana, maka dampaknya berpengaruh bagi perekonomian nasional. Sedangkan, perbankan Indonesia sendiri tidak memiliki kekuatan khusus untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional. (Dis/Shd)