Liputan6.com, Jakarta - Tim Papua Football Academy (PFA) bakal jadi salah satu perwakilan Indonesia yang berlaga dalam ajang sepak bola muda Gothia Cup 2025.
Demi mendukung keberangkatan para penggawa muda tersebut, PT SKF Industrial Indonesia bersama PT Freeport Indonesia resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) di kawasan SCBD, Jakarta Selatan pada Senin (26/5/2025).
Advertisement
Dihadiri langsung oleh Presiden Direktur SKF Industrial Indonesia Satheswaran Mayachandran serta Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, penandatanganan MoU ini dipandang sebagai bentuk komitmen kedua pihak dalam mendorong perkembangan sepak bola serta kemajuan atlet-atlet mudaTanah Air.
Satheswaran berharap dukungan serta kemitraan yang dijalin antara pihaknya dengan PT Freeport Indonesia nantinya bakal melahirkan calon pemimpin masa depan, khususnya dari bidang olahraga.
"Kami bangga bermitra dengan PTFI (Freeport) untuk mendukung atlet muda yang luar biasa ini," ujar Direktur SKF Industrial Indonesia Satheswaran Mayachandran usai penandatanganan nota kesepahaman dengan PTFI.
"Kolaborasi ini adalah tentang membina calon pemimpin masa depan melalui olahraga. Dengan mendukung tim PFA di Gothia Cup, kami berinvestasi dalam keberagaman, kesetaraan, dan potensi tak terbatas anak muda Indonesia," tambahnya.
Jalani Seleksi Tiga Tahun
Untuk diketahui, Papua Football Academy (PFA) sendiri merupakan program pengembangan atlet sepak bola Papua yang dibentuk oleh PT Freeport Indonesia pada tahun 2022.
Bertujuan melahirkan atlet calon bintang kelas dunia dari Indonesia, PFA menggandeng eks pelatih Timnas Indonesia Wolfgang Pijak sebagai Direktur Akademi.
Selain berfokus pada pengembangan di bidang sepak bola, PFA juga konsisten memberi pendidikan formal sekaligus pengembangan keterampilan demi mendukung pembentukan karakter para pemain muda.
Sementara itu, khusus untuk mempersiapkan ajang Gothia Cup 2025, PFA telah melakukan seleksi selama tiga tahun terakhir dengan menyaring lebih dari 4.000 talenta sepak bola muda.
Mereka yang terpilih selanjutnya diasah dan dibina secara profesional agar siap diturunkan dalam ajang internasional yang akan berlangsung di Swedia pada 13 hingga 19 Juli mendatang.
"Selama tiga tahun terakhir, para pemain PFA telah menjalani proses seleksi yang ketat dengan menyeleksi lebih dari 4.000 anak, menggali dan mengasah bakat-bakat terbaik untuk dibina secara profesional," ujar Tony Wenas selaku Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.