Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik diperdagangkan beragam pada perdagangan Senin (26/5/2025). Pasar saham Asia Pasifik yang bervariasi ini seiring investor menilai tenggat waktu yang diperpanjang Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait pengenaan tarif 50% atas impor dari Uni Eropa.
Mengutip CNBC, Senin pekan ini, indeks Nikkei 225 naik 0,72%, sedangkan indeks Topix mendaki 0,51%. Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,88% dan indeks Kosdaq bertambah 1,085.
Advertisement
Indeks CSI 300 di China melemah tipis 0,17% saat pembukaan perdagangan. Indeks Hang Seng merosot 0,49%. Di Australia, indeks ASX 200 mendatar.
Saham berjangka Amerika Serikat naik tipis pada awal perdagangan di Asia. Adapun bursa saham Amerika Serikat akan tutup pada Senin, 26 Mei 2025 waktu setempat untuk memperingati Hari Pahlawan.
Pekan lalu, tiga indeks acuan di wall street melemah. Indeks S&P 500 turun 0,67% dan mengakhiri sesi perdagangan ke posisi 5.802,82. Indeks Nasdaq susut 1% dan ditutup ke posisi 18.737,21. Indeks Dow Jones terpangkas 256,02 poin atau 0,61% dan ditutup ke posisi 41.603,07.
Mengutip Antara,Bursa saham regional Asia pada Jumat sore antara lain indeks Nikkei naik 154,13 poin atau 0,42 persen ke 37.140,00, indeks Hang Seng bertambah 56,95 poin atau 0,24 persen ke 23.601,78.Demikian mengutip Antara.
Selain itu, indeks Shanghai tergelincir 31,82 poin atau 0,94 persen ke 3.348,48, dan indeks Strait Times menguat 2,33 poin atau 0,06 persen ke 3.882,11.
Penutupan IHSG pada Jumat 23 Mei 2025
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada perdagangan Jumat, (23/5/2025). IHSG kembali tembus posisi 7.214,16.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,66% ke posisi 7.214,16. Indeks LQ45 menguat 0,19% ke posisi 816,54. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.
Pada penutupan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 7.223,25 dan level terendah 7.177,24. Sebanyak 280 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 315 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG. 211 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 1.183.779 kali dengan volume perdagangan 16,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.218. Investor asing kembali beli saham Rp 589,43 miliar jelang akhir pekan. Namun, investor asing masih melakukan aksi jual saham Rp 46,66 triliun pada 2025.
Mayoritas sektor saham menghijau pada Jumat pekan ini. Sektor saham basic menguat 3,17%, dan catat penguatan terbesar. Sektor saham transportasi bertambah 1,23% dan sektor saham industri naik 0,74%. Sementara itu, sektor saham energi mendaki 0,04%, sektor saham kesehatan menanjak 0,15%, sektor saham keuangan menguat 0,64%, dan sektor saham teknologi bertambah 0,39%.
Sentimen IHSG
Sebelumnya, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menuturkan, IHSG menguat karena masih terasanya euphoria pemangkasan tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) dari sebelumnya 5,75 menjadi 5,50 persen.
Dari mancanegara, Morgan Stanley menaikkan perkiraan PDB 2025 untuk China menjadi 4,5 persen dan 4,2 persen untuk tahun 2026, menyusul meredanya ketegangan perdagangan China dengan Amerika Serikat (AS) dan stimulus fiskal yang diharapkan sebesar 500 miliar yuan hingga 1 triliun yuan untuk infrastruktur.
“Selain itu, otoritas keuangan China telah mengusulkan serangkaian langkah stimulus baru yang ditujukan untuk mendukung usaha kecil dan mikro, khususnya di sektor pertanian, yang mencakup perluasan akses ke berbagai jenis pembiayaan, seperti pinjaman pertama kali, kredit perusahaan, dan pinjaman jangka menengah hingga panjang,” demikian seperti dikutip dari Antara.
Bank akan didorong untuk menetapkan suku bunga pinjaman yang wajar bagi bisnis ini dan mengurangi biaya tambahan terkait pinjaman. Selain itu, regulator akan memandu pemberi pinjaman untuk menyederhanakan prosedur persetujuan guna meningkatkan akses ke pembiayaan.