Evolusi Marc Cucurella: Dari Bek Kiri Jadi Senjata Taktis Chelsea

Marc Cucurella mungkin terdaftar sebagai bek kiri di Chelsea, tapi perannya jauh lebih kompleks di bawah asuhan Enzo Maresca. Pemain asal Spanyol ini kerap tampil di berbagai posisi dalam skema menyerang The Blues musim ini.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 25 Mei 2025, 03:08 WIB
Marc Cucurella dan Reece James bersenda gurau setelah laga Chelsea vs Manchester United pada pekan 37 Liga Inggris 2024/2025 di Stamford Bridge, Sabtu (17/5/2025) dini hari WIB berakhir. (HENRY NICHOLLS / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Marc Cucurella mungkin terdaftar sebagai bek kiri di Chelsea, tapi perannya jauh lebih kompleks di bawah asuhan Enzo Maresca. Pemain asal Spanyol ini kerap tampil di berbagai posisi dalam skema menyerang The Blues musim ini.

Maresca telah mengubah pendekatan permainan Chelsea secara signifikan, dan Cucurella menjadi bagian vital dari eksperimen taktis itu. Dengan formasi fleksibel seperti 3-2-4-1 dan 3-1-3-3, Cucurella ditempatkan di area yang sangat bervariasi.

Perubahan peran ini tidak hanya soal posisi, tetapi juga soal fungsi dalam penguasaan bola. Mari kita bahas lebih dalam bagaimana Cucurella menjadi sosok kunci dalam permainan ofensif Chelsea.


Fungsi Ganda dalam Formasi Taktis

Pemain Chelsea, Marc Cucurella (kiri) berusaha menghalau pemain Manchester City, Erling Haaland pada laga Liga Inggris 2024/2025 di Stamford Bridge, London, Inggris, Minggu (18/08/2024) WIB. (AFP/Adrian Dennis)

Di atas kertas, Cucurella adalah seorang full-back, namun realitanya jauh lebih dinamis. Dalam formasi 3-2-4-1 yang kerap dipakai Maresca, ia bisa muncul di lini pertama build-up maupun mendampingi Moises Caicedo sebagai double pivot.

Bahkan dalam transisi menyerang, Cucurella bisa berubah menjadi gelandang serang kiri alias left No.10. Ia juga sering beroperasi melebar sebagai winger paling luar di sisi kiri.

Perpindahan posisi ini disesuaikan dengan kebutuhan pertandingan dan strategi menghadapi lawan. Ketika menghadapi formasi lima bek, peran ofensif Cucurella menjadi solusi untuk menembus pertahanan rapat.


Solusi Taktis di Area Serang

Bek Chelsea, Marc Cucurella, melepaskan umpan ke kotak penalti Legia Warsawa saat bertanding pada leg 1 perempat final UEFA Conference League 2024/2025, Jumat (11/4/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Czarek Sokolowski)(AP Photo/Czarek Sokolowski)

Cucurella mungkin tidak dikenal sebagai gelandang kreatif murni, tetapi ia efektif saat ditempatkan di posisi No.10. Keunggulannya adalah ketepatan waktu saat melakukan pergerakan masuk ke kotak penalti.

Chelsea di bawah Maresca mengandalkan sayap sebagai tumpuan serangan utama. Saat winger memaksa pertahanan lawan melebar, tercipta ruang di area tengah untuk dimanfaatkan oleh pemain seperti Cucurella.

Timing dan keberanian Cucurella dalam menyusup menjadi kunci penting. Ia kerap muncul sebagai sosok tak terduga di kotak penalti, menciptakan opsi tambahan dalam skema serangan Chelsea.


Filosofi La Masia dalam Sistem Maresca

Gelandang MU, Noussair Mazraoui (kiri), berduel dengan bek Chelsea, Marc Cucurella, saat kedua tim bertanding pada pekan 37 Liga Inggris 2024/2025 di Stamford Bridge, Sabtu (17/5/2025) dini hari WIB. (HENRY NICHOLLS/AFP)

Enzo Maresca tak menyembunyikan kekagumannya pada latar belakang akademi Barcelona milik Cucurella. Filosofi bermain yang ditanamkan sejak kecil membuatnya cocok dengan sistem Chelsea saat ini.

“Cucurella tumbuh di La Masia, dan filosofi yang saya sukai sangat mirip dengan itu,” ujar Maresca usai laga kontra Manchester United. “Dia tampil baik karena kami tahu potensinya dan sistem kami cocok dengannya.”

Fleksibilitas yang dimiliki Cucurella memberi Maresca banyak opsi saat merancang strategi. Ia bisa disesuaikan dengan karakter lawan maupun komposisi rekan setim yang berubah-ubah setiap pekan.


Antara Bertahan dan Menyerang

Chelsea meraih kemenangan 3-1 atas Wolverhampton Wanderers pada laga pekan ke-22 Liga Inggris 2024-2025 di Stadion Stamford Bridge, Senin (20/1/2024). (AP Photo/Kin Cheung)

Secara defensif, Cucurella tetap menjalankan perannya sebagai bek kiri. Namun, ketika Chelsea menguasai bola, ia berubah menjadi elemen ofensif yang tak terduga.

Perbedaan tajam antara fungsi bertahan dan menyerang ini menunjukkan betapa dalamnya pemahaman taktik yang dimiliki sang pemain. Maresca berhasil memaksimalkan kemampuan tersebut untuk mendukung gaya main progresif Chelsea.

Cucurella kini bukan hanya pemain pelapis atau opsi rotasi. Ia telah menjadi bagian penting dari skema fleksibel Chelsea, dengan peran yang terus berevolusi sepanjang musim.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya