Gus Ipul: Korban Meninggal Banjir dan Tanah Longsor di Trenggalek Akan Dapat Santunan Rp15 Juta

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang kerap disapa Gus Ipul menyebut, korban meninggal akan mendapatkan santunan sebesar Rp15 juta.

oleh FachriDiperbarui 22 Mei 2025, 17:56 WIB
Tagana Trenggalek. (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Trenggalek Dampak banjir dan tanah longsor yang terjadi di Trenggalek, Jawa Timur pada Senin (19/5/2025) dirasakan 9.376 jiwa. Bencana tersebut pun membuat 7 rumah terisolir, 3 rumah tertimbun, 7 unit rumah terdampak longsor, dan 43 rumah terancam longsor.

Banjir dan tanah longsor tersebut dirasakan oleh warga di Kecamatan Trenggalek, Kecamatan Karangan, Kecamatan Pogalan, Kecamatan Gandusari, serta Kecamatan Bendungan.

Melihat hal tersebut, Kementerian Sosial pun memberikan santunan bagi korban meninggal dan luka akibat banjir dan tanah longsor tersebut. Bantuan diserahkan kepada ahli waris korban.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang kerap disapa Gus Ipul menyebut, korban meninggal akan mendapatkan santunan sebesar Rp15 juta.

"Yang akan dibantu oleh Kemensos untuk korban bencana Trenggalek, salah satunya bantuan untuk korban meninggal sebesar Rp15 juta per ahli waris," sebutnya.

Gus Ipul juga mengatakan, Kemensos akan memberikan santunan kepada korban luka berat masing-masing Rp5 juta dan luka ringan Rp3 juta.

"Kemudian, bantuan untuk rumah mengalami rusak berat Rp25 juta, rusak sedang Rp5 juta, serta rusak ringan Rp1 juta sampai Rp5 juta," katanya.

Sebagai informasi, satu orang meninggal dunia karena peristiwa banjir dan tanah longsor. Korban bernama Muhammad Haidar Assyafiq (6 tahun), warga Dusun Pucung, Desa Munjungan, santunan akan diberikan kepada ayah korban, Edi Suprianto selaku ahli waris.

Akan Kirim Bantuan Logistik

Dapur Umum Tagana Trenggalek. (Foto: Istimewa)

Gus Ipul mengungkapkan, Kemensos akan mengirimkan bantuan logistik dengan total nilai Rp759.155.710.

"Bantuan itu berupa kasur dan selimut masing-masing 300 lembar, lauk pauk siap saji 2 ribu pcs, family kit 90 paket, kidsware 200 paket, tenda gulung 300 lembar, hingga dapur umum lapangan sebanyak 2 unit," ungkapnya.

"Barang dikirim dari Gudang Pusat Bekasi dan Gudang Sentra Terpadu Prof Soeharso Surakarta ke Kabupaten Trenggalek pada 20 Mei 2025, telah diterima oleh Posko Utama penanganan bencana di Dinas Sosial," jelas Gus Ipul.

Ia pun menegaskan, layanan dapur umum Tagana Trenggalek masih berlangsung hingga Kamis (22/5/2025).

"Ada tambahan layanan dapur umum Tagana di Desa Depok, Kecamatan Bendungan," tegas Gus Ipul.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya