Kejagung Tangkap Bos Sritex Iwan Lukminto, Buntut Kasus PHK Massal?

Di tengah gelombang PHK massal karyawan PT Sritex, Kejagung menetapkan Komisaris Utama Iwan Lukminto sebagai tersangka kasus penyalahgunaan kredit. Khianati kepercayaan ribuan buruh yang bekerja di sana selama ini.

oleh Delvira HutabaratMuhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 23 Mei 2025, 00:00 WIB
Gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Foto: Merdeka.com)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak gerik Iwan Setiawan Lukminto menjadi objek intaian Tim penyidik Kejagung dalam beberapa kurun waktu. Tim terus melakukan pengamatan terhadap Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) 2014-2023 yang sekarang menjabat sebagai Komisaris Utama itu.

Keberadaan sang bos perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara itu pun sempat terdeteksi di banyak titik. "Pencarian dan pendeteksian alat komunikasi yang terindikasi milik yang bersangkutan itu ada di beberapa tempat," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Harli Siregar di Jakarta, Rabu 21 Mei 2025.

Hasilnya, penyidik menemukan lokasi Iwan Lukminto di Solo. Dia pun langsung ditangkap pada Selasa malam, 20 Mei 2025. Ada sekira empat orang dari Kejaksaan Agung yang ikut dalam operasi ini.

Usai ditangkap, Iwan digelandang ke Kejaksaan Negeri Solo sebelum diterbangkan ke Jakarta. Di tempat ini, dia transit sekira tujuh jam, sejak Selasa (20/5/2025) pukul 22.00 WIB hingga Rabu (21/5/2025) pukul 05.00 WIB. Sekitar pukul 07.00 WIB, baru kemudian ia diberangkatkan ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik Air dari Bandara Adi Soemarmo.

Di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung Abdul Qohar menegaskan, Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Kejagung mengaku telah menemukan alat bukti yang cukup.

Ketiga tersangka adalah DS (Dicky Syahbandinata) selaku Pemimpin Divisi Korporasi dan Komersial PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Tahun 2020, Zainuddin Mappa (ZM) selaku Direktur Utama PT Bank DKI Tahun 2020, dan Iwan Setiawan Lukminto (ISL) selaku Direktur Utama PT Sritex Tahun 2005–2022.

"Terhadap tiga tersangka mulai malam ini dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan," kata Qohar di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Rabu 21 Mei 2025 malam.

Akibat adanya perbuatan melawan hukum tersebut, negara diduga mengalami kerugian keuangan sebesar Rp692.987.592.188,00 dari total nilai outstanding atau tagihan yang belum dilunasi sebesar Rp3.588.650.880.028,57.

Pengamat Hukum Pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, menilai langkah Kejaksaan yang menetapkan kasus kredit macet PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) sebagai perkara korupsi sudah tepat. Pasalnya, kredit yang dikucurkan berasal dari bank-bank milik negara dan daerah, sehingga penggunaan dana tersebut dapat dikategorikan sebagai bagian dari keuangan negara.

“Kalau dia kredit macet, mestinya bisa diselesaikan secara perdata, disita asetnya untuk dikembalikan ke bank. Tapi ini karena banknya bank negara, bank daerah—Bank DKI dan BJB—maka kejaksaan melihat ini sebagai uang negara,” kata Fickar saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (22/5/2025).

Fickar menjelaskan, dalam praktik umum, sengketa kredit antara perusahaan dan bank swasta biasanya diselesaikan lewat jalur perdata. Dalam sistem hukum perdata, perusahaan peminjam membuat gross acte atau pengakuan utang yang bisa langsung dieksekusi jika wanprestasi terjadi.

“Kalau swasta itu biasanya diikat oleh perjanjian yang bisa langsung dieksekusi. Namanya gross acte, pengakuan hutang. Begitu nilainya tembus angka perjanjian, misalnya utang Rp2 miliar naik jadi Rp3,5 miliar karena bunga, bank bisa minta eksekusi langsung ke pengadilan,” jelasnya.

Namun, dalam kasus Sritex, Kejaksaan memandang bahwa telah terjadi penyimpangan yang melibatkan pejabat internal bank, sehingga masuk ke ranah pidana. Fickar menyebutkan bahwa keputusan untuk menetapkan dua direktur bank sebagai tersangka adalah langkah yang tepat.

“Kalau direktur banknya tidak dituntut, kejaksaan tidak punya alasan kuat untuk menjerat Sritex dengan pasal korupsi. Tapi karena ada permainan antara direksi bank dan Sritex—perusahaan yang sebenarnya tidak layak kredit kok dikasih pinjaman besar—maka masuklah unsur pidana di situ,” ujar Fickar.

Menurutnya, penuntutan terhadap pejabat bank menunjukkan bahwa proses pencairan kredit yang diberikan kepada Sritex tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal inilah yang membuka celah bagi penerapan pasal-pasal dalam Undang-Undang Tipikor.

“Makanya, kalau tidak ada permainan, penyelesaiannya cukup eksekusi aset. Tapi karena ada kolusi, maka wajar diproses sebagai tindak pidana korupsi,” pungkas Fickar.

Adapun Pengamat Ketenagakerjaan Universitas Indonesia, Aloysius Uwiyono, menilai kasus dugaan korupsi yang menjerat petinggi PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) patut disesalkan. Ia menyebut persoalan ini tak lepas dari persaingan yang tidak seimbang antara industri tekstil Indonesia dan produk impor asal Tiongkok.

"Kalau benar dia melakukan korupsi, tentu sangat disayangkan. Menurut kami, ini akibat dari persaingan antara China dengan Indonesia. Kita melihat bahwa persaingan dengan China itu sangat tidak fair," ujar Aloysius dalam keterangannya, Rabu (22/5).

Menurutnya, banjirnya produk tekstil dari Cina membuat industri dalam negeri tertekan, termasuk Sritex. Ia mengingatkan bahwa sudah sejak lama para pengamat dan pelaku industri meminta pemerintah membatasi impor produk tekstil dari negeri Tirai Bambu tersebut.

"Kami waktu itu mengusulkan supaya pemerintah mengurangi impor dari China, supaya jangan sampai ada persaingan-persaingan yang tidak seimbang dengan Indonesia," tegasnya.

Dalam kasus Sritex, diketahui bahwa pimpinan perusahaan diduga menyalahgunakan kredit dari sejumlah bank daerah dan bank milik negara. Dana pinjaman itu disebut tidak digunakan sebagaimana mestinya.

"Ya, itu kemungkinan juga bisa terjadi di perusahaan-perusahaan yang lain. Artinya, pinjaman dari bank tidak digunakan sesuai dengan tujuannya," jelas Aloysius.

Ia juga menilai dugaan korupsi tersebut berdampak langsung pada gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang terjadi di tubuh perusahaan tekstil raksasa itu.

"Saya kira itu akibat dari korupsi. Keuangan Sritex menjadi terbentur karena uangnya tidak digunakan untuk kebutuhan perusahaan, tapi untuk hal-hal lain yang menyimpang dari tujuan perusahaan," ucapnya.

Aloysius berharap proses hukum terhadap petinggi Sritex ini bisa membuka praktik-praktik manajemen yang selama ini mungkin ditutupi oleh pihak internal perusahaan.

"Ya, kemungkinan juga begitu. Kecurangan-kecurangan yang terjadi di perusahaan-perusahaan itu bisa jadi terjadi juga di tempat lain. Gulung tikarnya perusahaan sering kali akibat dari korupsi bos-bosnya," tandasnya.

 

 

Infografis Kejagung Tangkap Bos Sritex Iwan Setiawan Lukminto. (Liputan6.com/Abdillah)

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Abdul Qohar menyatakan akan terus mendalami kasus dugaan rasuah dari pemberian kredit perbankan kepada PT Sritex. Semua pihak yang diduga terlibat akan diperiksa.

"Tadi saya sampaikan ya, bahwa ini dua bank, bagaimana bank sindikasi atau bank daerah yang lain masih dalam proses pendalaman. Perkembangannya tentu akan kami sampaikan," kata Qohar dalam keterangan diterima, seperti dikutip Kamis (22/5/2025).

Terkait potensi keterlibatan bank lain, Qohar memastikan jika ada maka pihaknya tidak akan pandang bulu. Menurut dia, saat ada alat bukti yang cukup maka pihaknya akan mengejar pertanggungjawaban yang bersangkutan.

"Saya jawab, siapa pun yang terlibat dalam hal ini, ya, tanpa bulu pandang, apabila alat bukti cukup, akan kita mintai pertanggung jawaban hukum," tegas Qohar.

Qohar menjelaskan, pihaknya sudah mempelajari semua prosedur yang ada. Dia meminta awak media bersabar untuk perkembangan berikutnya.

"Jadi, kawan-kawan sabar, ini kan baru ditetapkan tersangka. Ya, nanti pasti akan kita buka seluas-luasnya," dia menandasi.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni berharap Kejagung dapat mengusut aliran dana dugaan korupsi itu. PPATK dapat dilibatkan untuk melacak siapa saja yang menikmati duit tersebut.  

"Selanjutnya saya juga minta Kejagung dan PPATK buka semua aliran dananya, lacak siapa saja yang terlibat. Karena akibat kepentingan pribadi mereka, akibat mau selamat sendiri, ribuan karyawan jadi kehilangan pekerjaan," jelas dia.

Sahroni juga menyoroti tindakan korupsi direksi Sritex yang mengkhianati kepercayaan ribuan buruh yang bekerja di sana selama ini.

"Kejahatan korporasi seperti ini harus ditindak tegas. Akibat keserakahan mereka, direksi Sritex, ribuan rantai kehidupan masyarakat jadi terputus. Pabrik tutup, pekerja kehilangan penghasilan, keluarga jadi kesulitan, anak-anaknya putus sekolah. Ini luka sosial yang nyata," ungkap dia.

"Mereka mengkhianati para pekerja yang telah memberi mereka keuntungan bertahun-tahun. Selama ini berpura-pura sedih padahal mereka sendiri pelakunya. Drama yang memalukan," pungkasnya.

Dukungan juga datang dari Anggota Komisi III DPR Rudianto Lallo. Dia menilai langkah Kejagung sebagai sikap yang berani dalam membongkar korupsi korporasi.   

“Kita menghormati  langkah berani Kejagung untuk membongkar praktik kejahatan korupsi di sektor Perbankan, karena dia mendapafkan fasilitas kredit nilai fantastis tapi perusahaan pailit,” kata saat dikonfirmasi, Kamis (22/5/2025).

Rudianto menyebut kebangkrutan PT Sritex janggal sebab telah menerima banyak bantuan kredit.

“Apalagi kasus Sttiex banyak karyawan menggantungkan nasib di sana. Tiba-tiba bangkrut padahal ada banyak Bank memberi fasilitas istimewa. Kita sebagai mitra Kejaksaan menyambut positid langkah berani Kejagung.  Ini harus dilakukan penegak hukum untuk memonitor menyisir korupsi di sektor Perbankan,” tegasnya.

Politikus NasDem itu meminta Kejagung mendalami apakah pailitnya PT Sritex benar murni bangkrut atau ada kesengajaan.

“Apakah murni bangrut atau jangan jangan ada kesengajaan untuk pailit ini oerlu didalami, apalagi  ada hak karyawan yang belum diberikan ini harus jadi konsen pemerintah. Jangan sampai ini jadi modus baru menggerogoti kas bank kita,” pungkasnya.

 

Infografis Kronologi Sritex Pailit hingga Terlilit Kasus Korupsi. (Liputan6.com/Abdillah)

Peran Iwan Lukminto dalam Pusaran Korupsi PT Sritex

Ilustrasi PT Sri Rejeki Isman Tbk/Sritex (SRIL) (Dok: PT Sri Rejeki Isman Tbk)

Direktur Penyidikan Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Abdul Qohar mengungkapkan, peran Iwan Lukminto dalam penyelewengan kredit dari bank daerah. Kucuran dana itu digunkaan untuk keperluan pribadi di saat perusahaan terancam pailit pada 2021.

"Pada saat ISL selaku Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk mendapatkan dana dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Banten Dan PT Bank DKI Jakarta terdapat fakta hukum bahwa dana tersebut tidak dibergunakan sebagaimana tujuan dari pemberian kredit yaitu untuk modal kerja tetapi disalahgunakan untuk membayar hutang dan membeli aset non-produktif sehingga tidak sesuai dengan peruntukan yang seharusnya," kata Qohar saat konferensi pers di Kejagung, Rabu (21/5/2025).

Qohar menerangkan, PT Sritex sempat mendapatkan keuntungan sebesar Rp1,24 triliun pada 2020. Namun hanya dalam kurun waktu satu tahun saja, perusahaan tersebut malah merugi hingga 1,08 miliar USD atau setara dengan Rp15,65 triliun.

Di ambang perusahaan yang bakal gulung tikar, PT Sritex mendapatkan kredit dari bank daerah ratusan miliar dan yang paling banyak dari bank milik pemerintah terdiri dari Bank BNI, BRI, LPEI mencapai Rp2,5 triliun.

Rinciannya Bank Jateng sebesar Rp395.663.215.800; bank BJB Rp543.980.507.170; Bank DKI Rp149.007.085.018,57, lalu ada juga dari 20 bank swasta lainnya.

Dalam pemberian kredit tersebut, Direktur Utama Bank DKI Zainudin Mappa dan Pemimpin Divisi Komersial dan Korporasi Bank BJB, Dicky Syahbandinata memberikan kredit tanpa melakukan analisa terlebih dahulu dan tidak menaati prosedur dengan tidak terpenuhinya syarat kredit modal kerja.

"Karena hasil penilaian dari lembaga peringkat kit dan modis disampaikan bahwa PT Sri Rejeki Isman TBK Hanya memperoleh predikat BB min atau memiliki resiko gagal bayar yang lebih tinggi. Padahal seharusnya pemberian kredit tanpa jaminan hanya dapat diberikan kepada perusahaan atau debitor yang memiliki peringkat A," terang Qohar.

Pada akhirnya, PT Sri Rejeki Isman TBK dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Niaga Semarang melalui putusan nomor perkara 2/PDT.SUS- homologasi/2024/PN Niaga Semarang.

Akibat dari pemberian kredit tersebut, PT Sritex dan anak perusahaannya terlilit utang hingga Rp3,5 triliun yang belum dibayarkan hingga Oktober 2024. Sementara kerugian negaranya mencapai Rp692 miliar.

Atas perbuatannya, Kejagung menetapkan Iwan bersama dengan Zainudin Mappa dan Dicky Syahbandinata sebagai tersangka kasus korupsi dan disangkakan Pasal 2 ayat 1 Atau pasal 3 juncto pasal 18 Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang pmeberantasam tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

 

PT Sritex Tutup, 10 Ribu Karyawan Kena PHK

Total ada 10.665 karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam penghentian operasional perusahaan yang sudah berdiri sejak 1966 itu. (DIKA/AFP)

T Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex sebelumnya terjerat pailit. Putusan pailit tersebut kemudian dikuatkan oleh Mahkamah Agung, menandai berakhirnya perjalanan bisnis Sritex. perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara itu harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10.665 karyawannya.

Keputusan PHK lebih dari 10 ribu karyawannya itu disampaikan oleh kurator kepailitan Sritex. Adapun proses PHK dilakukan mulai 26 Februari 2025, terakhir bekerja pada Jumat 28 Februari. Perusahaan ditutup 1 Maret 2025.

Informasi PHK disampaikan tim kurator kepada karyawan Sritex melalui surat bernomor 299/PAILIT-SSBP/1l/2025 yang diterbitkan 26 Februari 2025. Tim kurator terdiri dari Denny Ardiansyah, Nur Hidayat, Fajar Romy Gumilar, dan Nurma Candra Yani Sadikin.

"Memberitahukan kepada nama-nama karyawan PT Sri Rejeki Isman, Tbk (Daftar Terlampir) sejak tanggal 26 Februari 2025 telah terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dikarenakan Perusahaan dalam keadaan Pailit," seperti tertulis dalam poin 3 surat tersebut, Jumat 28 Februari 2025.

Sejak Januari 2025

Informasi, PHK dalam grup Sritex sudah terjadi sejak Januari 2025. Hal itu dengan merumahkan 1.065 karyawan pada PT Bitratex Semarang. Kemudian, pada Februari 2025, terjadi PHK di 4 perusahaan grup Sritex lainnya. Berikut rinciannya:

PHK Januari 2025: PT. Bitratex Semarang 1.065 orang

PHK 26 Pebruari 2025: PT. Sritex Sukoharjo 8.504 orang, PT. Primayuda Boyolali 956 orang, PT. Sinar Panja Jaya Semarang 40 orang, PT. Bitratex Semarang 104 orang.

Dengan demikian, jumlah total PHK pada perusahaan grup Sritex mencapai 10.665 orang.

Perusahaan Sritex memiliki sejumlah divisi produksi antara lain spinning,weaving,fabric, dan weaving. Adapun Perseroan memasok benang untuk pabrik tekstil ke Amerika Serikat, China, Spanyol, Argentina, Brasil, Jepang dan Korea Selatan.

Selain itu, kain mentah Perseroan juga digunakan sebagai persediaan dan dikonsumsi secara luas baik di dalam dan luar negeri. Sritex juga menyediakan bahan jadi dengan permintaan konsumen ke berbagai perusahaan tekstil seperti Turki dan China.

Tak hanya itu, Sritex juga sediakan produk garmen fashin dan seragam. Sejak 1990-an, produk garmen seragam pernah jadi unggulan Sritex. 33 negara telah memakai garmen seragam yang diproduksi Sritex. Sritex menyediakan seragam untuk kebutuhan korporat, sekolah dan lapangan kerja.

Sebelum mengembangkan empat divisi produksi itu, Sritex telah menempuh perjalanan panjang. Sritex didirikan oleh H.M Lukmindo sebagai perusahaan perdagangan tradisional di Pasar Klewer, Solo pada 1966.

Dua tahun kemudian tepatnya pada 1968, Perseroan membuka pabrik cetak pertama yang hasil kain putih dan berwarna di Solo.

 

Pemerintah Carikan Pekerjaan Korban PHK Sritex

Akhir perjalanan bisnis PT Sritex Tbk, yang pernah memiliki pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara, terkonfirmasi melalui rapat kreditur kepailitan Sritex yang berlangsung Jumat, 28 Februari 2025. (DIKA/AFP)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya berharap PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) tetap beroperasi. Dia juga meminta perbankan dan kurator kasus kepailitan Sritex bisa membahas secara serius hal tersebut.

Airlangga bilang, pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan soal Sritex pailit. Namun, dia berharap perusahaan tekstil raksasa itu tidak berhenti beroperasi.

"Tentu kita mengapresiasi hukum. Namun pemerintah minta perusahaan tetap berjalan dan tidak ada penghentian operasional," kata Airlangga di Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis 16 Januari 2025.

Dia turut meminta pihak perbankan selaku kreditur Sritex bisa duduk bersama dengan kurator yang ditunjuk menangani kepailitan perusahaan itu.

"Pemerintah sudah meminta kepada pihak kurator maupun perbankan untuk melakukan pembicaraan," ucapnya.

"Tentunya kalau going concern itu pekerjanya akan terlindungi," imbuhnya.

Adapun Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan atau yang akrab disapa Noel menyatakan, dampak dari PHK ini, pemerintah akan mencari pekerjaan baru bagi 10.965 karyawan PT Sri Rezeki Isman Tbk (Sritex) yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Enggak kalah penting adalah kita juga mencari para kawan-kawan apa ini, kawan-kawan yang di PHK ini untuk mendapatkan pekerjaan di wilayah sekitar pabrik di situ," ujar Noel kepada media, Jakarta, Jumat (28/2/2025).

Noel menuturkan, para eks karyawan Sritex akan mendapatkan kesempatan kerja tanpa syarat dan tanpa batasan usia, serta tidak akan dipersulit dalam mendapatkan pekerjaan baru. "Dengan satu, tanpa syarat. Yang penting mereka mau bekerja, dan tidak dibatasi oleh umur," ujar dia.

"Enggaklah. Sudah kayak begitu. Jangan dipersulit. Hidup sudah susah. Jangan dipersulit lagi," ia menambahkan.

Selain itu, bagi karyawan yang ingin beralih dari sektor tekstil, pemerintah akan menyediakan pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK). 

"Mereka mau kerja. Ada sektor tekstil, dan juga kalau seandainya mereka mau alih pekerjaannya, bisa kita masukin di BLK," ujar dia.

Noel juga mengungkapkan pada Senin, 3 Maret 2025, ia akan mengunjungi pabrik Garut yang tengah membuka penerimaan tenaga kerja bagi 10.000 orang. Selain itu, Huawei juga dikabarkan akan membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 30.000 orang.

"Nah hari Senin, saya akan datang ke Garut di situ ada penerimaan lapangan pekerjaan 10.000 (orang). Dan Huawei itu juga akan menerima, buka lapangan pekerjaan sekitar 30.000, begitu," ujar Noel.

Tim Kurator PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) sebelumnya juga mengungkapkan bahwamereka telah membuka opsi penyewaan alat berat sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai aset pailit Sritex.

Kurator Sritex, Nurma Sadikin, menjelaskan bahwa opsi ini bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai aset agar tidak mengalami penurunan.

"Kami, tim kurator, telah membuka opsi penyewaan alat berat guna meningkatkan harta pailit serta menjaga agar nilai aset tetap stabil," ujar Nurma dalam konferensi pers terkait Sritex di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 3 Maret 2025.

Tim kurator juga telah menjalin komunikasi dengan beberapa pihak, termasuk investor yang berminat, dan proses negosiasi tengah berjalan. Dalam dua minggu ke depan, kurator berencana untuk memutuskan siapa investor yang akan menyewa aset Sritex.

"Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa investor. Kurator akan menentukan investor yang akan menyewa aset Sritex," jelasnya.

Proses seleksi investor ini bukan hanya penting bagi kelangsungan perusahaan, tetapi juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Diharapkan langkah ini dapat membuka peluang kerja bagi karyawan yang sebelumnya terkena PHK, karena nantinya penyewa baru berpotensi merekrut mereka kembali," tambahnya.

Infografis

Infografis Sritex, Sanken hingga Yamaha Music PHK Ribuan Karyawan. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya