Liputan6.com, Jakarta - Perwakilan dari seluruh Authorized Training Partner (ATP) Project Management Institute (PMI) di Indonesia berkumpul bersama perwakilan PMI Asia Pasifik dalam sebuah pertemuan strategis yang diselenggarakan di GoWork Menara Rajawali, Jakarta Selatan (Jaksel).
Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk membahas perkembangan dunia manajemen proyek secara global-regional dan nasional, serta mengkaji langkah konkret dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme pelatihan manajemen proyek di Indonesia.
Advertisement
Turut hadir dalam pertemuan ini, Head of Indonesia PMI Rahayu Handayani dan Head of Markets Asia Pacific PMI April Tai. Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah ATP dari berbagai wilayah di Indonesia.
Pertemuan ini menjadi refleksi nyata dari komitmen PMI dalam mendorong pengembangan kapasitas dan kompetensi para profesional manajemen proyek, khususnya di Indonesia.
Dalam diskusi, para peserta menyampaikan pandangan, tantangan, serta peluang dalam memajukan kualitas pelatihan dan sertifikasi project management yang relevan dengan kebutuhan pasar lokal dan tren global.
"Komitmen PMI untuk mendukung ekosistem pelatihan manajemen proyek di Indonesia kami sambut dengan sangat positif," ujar perwakilan dari Dcolearning salah satu ATP PMI di Indonesia Nurul Winanda, melalui keterangan tertulis, Selasa (20/5/2025).
"Kami mengapresiasi perhatian PMI terhadap dinamika pasar Indonesia dan lingkungan proyek yang sangat khas. Kami optimis bahwa kolaborasi antara PMI dan para ATP di Indonesia dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan nasional, terlebih di tengah masa yang penuh tantangan seperti saat ini," sambung dia.
Jadi Ruang Kolaboratif
Nurul menjelaskan, pertemuan ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga sebagai ruang kolaboratif untuk menyampaikan aspirasi dari para penyelenggara pelatihan (ATP) terhadap mutu layanan, dukungan program, dan kebutuhan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan metodologi manajemen proyek terkini.
Dia mengatakan, beberapa hal yang menjadi perhatian dalam agenda adalah peningkatan sistem dukungan digital, penyelarasan materi pelatihan dengan standar global terbaru, serta pendekatan pengajaran yang lebih adaptif terhadap kondisi industri di Indonesia
Acara ini, kata Nurul, juga menjadi momentum untuk menyamakan visi antara PMI dan ATP di Indonesia dalam mendukung pengembangan praktisi manajemen proyek yang berkualitas secara global.
"Seiring dengan tantangan global tahun 2025, mulai dari perubahan geopolitik, kemajuan teknologi, hingga tekanan terhadap sektor ekonomi, para profesional manajemen proyek dituntut tidak hanya memahami prinsip-prinsip dasar manajemen proyek, tetapi juga memiliki ketahanan, adaptabilitas, dan kemampuan memimpin perubahan," papar dia.
"Sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan proyek yang pesat di berbagai sektor, Indonesia membutuhkan lebih banyak tenaga profesional manajemen proyek yang bersertifikasi dan berkompetensi global," tambah Nurul.
Dia berharap kerja sama ini bisa terus memperkuat perannya.
"Kami berharap PMI dan seluruh ATP dapat terus memperkuat perannya sebagai jembatan antara kebutuhan dunia industri dengan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di Indonesia," tutup Nurul.
Pertemuan ini ditutup dengan kesepahaman untuk terus mempererat sinergi antara PMI dan ATP di Indonesia, dengan fokus pada peningkatan mutu layanan, relevansi materi pelatihan, dan perluasan dampak pelatihan terhadap kemajuan profesional dan institusi di seluruh negeri.
Dengan semangat kolaborasi dan pembaruan, PMI dan para mitranya di Indonesia siap melangkah maju menghadapi masa depan pelatihan manajemen proyek yang lebih inklusif, dinamis, dan berdampak tinggi bagi pembangunan bangsa.