Donald Trump Tantrum, Tuding Beyonce Dibayar Kamala Harris untuk Galang Dukungan di Pilpres AS

Donald Trump menuding bahwa dukungan Beyonce di Pilpres AS 2024 lalu kepada Kamala Harris, bukan hal yang tulus--tapi bermotif fulus.

oleh Ratnaning AsihDiperbarui 20 Mei 2025, 13:52 WIB
Beyonce dalam Grammy Awards 2025. Matt Winkelmeyer / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP

Liputan6.com, Jakarta Donald Trump ngamuk lagi di media sosial. Kali ini sasarannya adalah sejumlah selebritas kondang dunia, dan tudingan yang paling keras tertuju pada Beyonce. Dilansir dari E! News dan USA Today, Selasa (20/5/2025), Presiden Amerika Serikat ini menuding bahwa dukungan Beyonce di Pilpres AS 2024 lalu kepada Kamala Harris, bukan hal yang tulus--tapi bermotif fulus. 

Sekadar mengingatkan, istri Jay Z tersebut tampil di kampanye Kamala Harris di Houston sebagai kejutan, menjelang Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2024.

"Menurut laporan berita, Beyonce dibayar $11.000.000 untuk naik ke panggung, dan dengan seketika menyatakan DUKUNGAN untuk KAMALA, lalu pergi dengan cemoohan keras karena ia tidak manggung, BAHKAN SATU LAGU PUN!" tulis Donald Trump akun akun Truth Social miliknya. 

Meski ia menyebut ada "laporan" mengenai hal ini, tak disebut secara pasti sumbernya dari mana.


Sebut soal Penipuan Ilegal

Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama diskusi panel bisnis di Doha, Qatar, Kamis (15/5/2025). (Dok. Alex Brandon/AP)

"Ingat, Demokrat dan Kamala secara ilegal membayarnya jutaan dolar tanpa melakukan apa pun selain menyatakan dukungan penuh kepada Kamala," tulis Donald Trump.

Selanjutnya, untuk mengungkap amarah, ia bahkan menulis seluruh kalimatnya dengan huruf kapital. "INI ADALAH PENIPUAN PEMILU YANG ILEGAL DI TINGKAT TERTINGGI! INI ADALAH SUMBANGAN KAMPANYE YANG ILEGAL!" oceh Donald Trump.

Beyonce bukan satu-satunya artis yang kena amarah politisi Partai Republik ini. “BRUCE SPRINGSTEEN, OPRAH, BONO DAN, MUNGKIN, BANYAK YANG LAIN, HARUS MEMBERIKAN PENJELASAN PANJANG!!!” ia nyerocos

Perwakilan Beyonce dan Kamala Harris belum berkomentar saat dimintai klarifikasinya atas tudingan ini.


Janjikan Bakal Gelar Investigasi

Donald Trump juga berikrar bahwa akan digelar investigasi besar mengenai soal sejumlah penghibur yang ia sebut tidak patriotik.

"Para kandidat tidak diperbolehkan membayar ENDORSEMENT, yang dilakukan Kamala, kedoknya adalah membayar hiburan," tulis pria berusia 78 tahun itu dalam postingan terpisah pada 18 Mei 2025.

"Selain itu, ini adalah upaya yang sangat mahal dan putus asa untuk mengumpulkan segelintir massa secara artifisial," Donald Trump menyambung. "ITU TAK LEGAL! Ini hanyalah cara yang KORUP & MELAWAN HUKUM untuk memanfaatkan sistem yang rusak,cuitnya.


Ibunda Beyonce Sudah Pernah Membantah

Ibunda Beyonce, Tina Knowles, sudah pernah membantah soal selentingan bahwa putrinya dibayar untuk tampil dalam kampanye Kamala Harris. November 2024, ia membagikan momen saat menandai postingan mengenai hal ini sebagai berita palsu. 

"Ada kebohongan bahwa Beyonce dibayar 10 juta dolar untuk berbicara di sebuah kampanye di Houston untuk Wakil Presiden Kamala Harris," kata Tina Knowles. Ia melanjutkan, "Padahal Faktanya: Beyonce tidak menerima sepeser pun untuk berbicara di Kampanye Calon Presiden Wakil Presiden Kamala Harris di Houston."

Infografis Donald Trump Klaim AS Akan Ambil Alih Gaza. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya