Aksi Cepat Polda Lampung Berantas Pungli, HMI Sumbagsel Apresiasi Tindakan Tegas

Dalam operasi Pekat Krakatau, aparat kepolisian berhasil mengamankan sebanyak 399 orang, dengan 121 orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka dalam berbagai kasus.

oleh Ardi MuntheDiperbarui 19 Mei 2025, 22:49 WIB
Ketua Umum Badko HMI Sumbagsel, Tommy Perdana Putra. Foto : (Istimewa).

Liputan6.com, Lampung - Langkah cepat Kepolisian Daerah (Polda) Lampung dalam menindak tegas praktik premanisme dan pungutan liar (pungli) di jalur lintas provinsi menuai apresiasi dari Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Ketua Umum Badko HMI Sumbagsel, Tommy Perdana Putra menyampaikan rasa terima kasihnya atas respons cepat yang ditunjukkan aparat kepolisian setelah aksi damai yang digelar pihaknya di depan Mapolda Lampung beberapa waktu lalu.

“Hanya berselang dua hari setelah aksi kami, sejumlah pos pungli yang biasanya terlihat aktif kini sudah tidak beroperasi lagi. Ini adalah bukti nyata dari keseriusan Polda Lampung dalam menanggapi keresahan masyarakat,” ujar Tommy saat ditemui di Mapolda Lampung, Senin (19/5/2025).

Menurut Tommy, aksi damai yang dilakukan mahasiswa tersebut merupakan bentuk keprihatinan terhadap kondisi di lapangan, di mana banyak sopir truk dan pelaku usaha yang merasa dirugikan oleh aksi premanisme dan pungli yang marak di sejumlah titik jalur lintas Lampung.

 

HMI: Pungli Rugikan Masyarakat dan Hambat Ekonomi Daerah

Tommy menegaskan bahwa persoalan pungli dan premanisme bukan hanya soal ketertiban, melainkan berdampak luas terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

“Aksi pungli menimbulkan rasa tidak aman dan mengganggu kelancaran arus logistik. Jika dibiarkan, ini bisa menghambat pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas dia.

Dia menyatakan bahwa HMI sebagai organisasi mahasiswa akan terus bersuara lantang terhadap praktik-praktik yang merugikan rakyat.

“HMI bukan hanya organisasi intelektual, tapi juga pejuang keadilan sosial. Kami punya tanggung jawab moral untuk terus mengingatkan institusi negara agar tetap berpihak kepada rakyat,” ungkap dia.

Tommy menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengawal dan memantau perkembangan di lapangan, agar tidak ada lagi praktik pungli yang kembali mencuat di kemudian hari.

Operasi Pekat Krakatau 2025, Polda Lampung Tangkap Ratusan Pelaku

Tindakan tegas yang dilakukan Polda Lampung merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Pekat Krakatau 2025 yang berlangsung selama 14 hari dan berakhir pada 14 Mei lalu.

Dalam operasi tersebut, aparat kepolisian berhasil mengamankan sebanyak 399 orang, dengan 121 orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka dalam berbagai kasus.

Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helmy Santika mengungkapkan bahwa pihaknya menyita berbagai barang bukti dari hasil operasi, mulai dari senjata api rakitan, senjata tajam, hingga kendaraan hasil kejahatan. Total sebanyak 224 kasus berhasil diungkap.

“Operasi ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, sekaligus mendukung iklim ekonomi yang sehat di Provinsi Lampung,” kata Kapolda.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya