Di Sidang Hasto, Penyidik KPK Mengaku Tahu Keberadaan Harun Masiku

Dalam persidangan Penyidik KPK Arif Budi Harjo mengaku sudah mengetahui posisi Harun, namun tak bisa menyebutkannya di persidangan.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 17 Mei 2025, 10:10 WIB
Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Arif Budi Raharjo dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (16/5/2025). (Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

Liputan6.com, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Arif Budi Raharjo mengaku mengetahui keberadaan buronan Harun Masiku. Hal ini terungkap saat menjadi saksi kasus dugaan perintangan penyidikan dengan terdakwa Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (16/5/2025).

Kuasa Hukum Hasto, Erna Ratnaningsih awalnya menanyakan upaya yang dilakukan KPK untuk mencari keberadaan Harun.

"Bagaimana upaya dari lembaga saudara untuk bisa mencari dan menemukan Harun Masiku?" tanya Erna dalam persidangan.

Arif mengaku dia diberi tugas untuk memantau keberadaan Harun Masiku, sesuai dengan SOP bahwa pemantauan itu sifatnya surveillance. "Kami berusaha untuk berada di dekat-dekat dengan pihak yang bersangkutan atau target dari atau Pak Harun Masiku sendiri," jawab Arif.

 

Sudah Tahu Keberadaan Harun Masiku

Arif mengatakan pihaknya terus berusaha agar Harun Masiku tidak melarikan diri atau lepas dari pantauan KPK. 

"Kami secara simultan melakukan pengamatan secara langsung, baik ketika yang bersangkutan itu kembali ke kediaman. Waktu itu beliau tinggal di apartemen Thamrin Resident, yang mana pada saat itu kami ketahui beliau bolak balik ke lokasi tersebut," imbuhnya.

"Mungkin di akhir aja, bagaimana, apakah sudah menemukan sampai saat ini Harun Masiku di mana?" tanya Erna.

"Sampai saat ini masih proses pencarian, jadi kami berupaya," jawab Arif.

Arif pun kemudian mengaku sudah mengetahui posisi Harun, namun tak bisa menyebutkannya di persidangan. 

"Kami ketahui tapi kami tidak bisa sampaikan di sini," jawab Arif.

 

KPK Ungkap Hari Terakhir Melihat Harun Masiku

Di hadapan majelis, Arif menceritakan kembali momen terpantaunya pelaku kasus suap pergantian antarwaktu calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan (PDIP) Harun Masiku, 8 Januari 2020. Menurut dia, saat itu adalah hari terakhir Harun Masiku tiba-tiba bisa menghilang sampai saat ini.

 "Pada pagi harinya Harun Masiku terlihat. Dia keluar Thamrin Residence, dia memesan taksi, kemudian ke Grand Hyatt, itu kami pantau. Pada saat (mau) operasi tangkap tangan pukul 11 siang, saya berada di sekitar Thamrin Residence, saya ada dua tim, dua mobil dan kami dibantu tim surveillance," kata Arif.

Arif menjelaskan, tim penyelidik mendeteksi lokasi Harun, namun titiknya melompat-lompat. Terkadang dekat, tapi bisa juga menjauh. Arif menduga sulitnya mendeteksi lokasi pasti Harun dikarenakan yang bersangkutan kerap mengganti moda transportasi, mulai dari mobil, motor, dan taksi.

"Kami mendeteksi dari sisi update lokasi lompat-lompat, saya juga heran mengapa posisi kadang dekat dan kadang jauh. Tapi sekitar pukul 15.00, Harun ada di Grand Hyat mau masuk Thamrin Residence. Saat itu kami berjaga," jelas penyelidik KPK itu.

Harun Masiku Tiba-Tiba Hilang

Arif mengingat, saat itu Harun memakai baju merah marun. Arif pun meminta tim untuk memantau secara ketat sebelum tim mendekat dan merapat ke lokasi target.

"Waktu itu lalu lintas macet, saya sampai turun dari mobil masuk ke Grand Hyat. Dan saat kami tiba, saya kira lift menuju kamar, tapi lift yang kami masuki adalah lift ke pusat perbelanjaan. Kami kejar dan lihat Harun, tapi sudah menumpangi sepeda motor. Lalu kami lakukan pengejaran waktu itu sekira pukul 18.00 menjelang magrib," jelas Arif.

"Kami tetap kejar dan menggali informasi. Pada saat itu HP-nya Harun masih hidup. Kami lakukan update posisi, tapi tiba-tiba menghilang titiknya," imbuhnya.

Infografis Ragam Tanggapan Tekad KPK Tangkap Buron Harun Masiku. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya