Hancurkan Bangunan Warga Palestina di Tepi Barat, Serangan Israel Kian Intens

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 16 Mei 2025, 10:35 WIB
Hancurkan Bangunan Warga Palestina di Tepi Barat, Serangan Israel Kian Intens
Israel kembali melancarkan serangan militer yang menyasar bangunan-bangunan yang dicurigai di kawasan Tepi Barat yang diduduki. Pada 15 Mei 2025, sebuah bangunan permukiman di Tammun, Tepi Barat yang diduduki hancur akibat serangan militer Israel. Lima orang dinyatakan tewas. Sementara itu, di sisi lain, Kementerian Kesehatan di Gaza pada Kamis 15 Mei 2025 menginformasikan bahwa setidaknya 53.010 warga Palestina menjadi korban tewas sejak memanasnya situasi pada 7 Oktober 2023. Dan jumlah korban luka semakin meningkat menjadi 119.998. Sebelumnya, diketahui pasca kesepakatan gencatan senjata, militer Israel kembali melanjutkan serangannya di Jalur Gaza pada 18 Maret 2025 dan sejak itu 2.876 orang tewas dan melukai hampir 8.000 lainnya.
Warga Palestina memeriksa kerusakan di sekitar bangunan yang hancur setelah pasukan Israel mengepungnya di Tammun, Tepi Barat yang diduduki pada tanggal 15 Mei 2025. (Zain JAAFAR/AFP)
Israel kembali melancarkan serangan militer yang menyasar bangunan-bangunan yang dicurigai di kawasan Tepi Barat yang diduduki. (Zain JAAFAR/AFP)
Pada 15 Mei 2025, sebuah bangunan permukiman di Tammun, Tepi Barat yang diduduki hancur akibat serangan militer Israel. Lima orang dinyatakan tewas. (Zain JAAFAR/AFP)
Sementara itu, di sisi lain, Kementerian Kesehatan di Gaza pada Kamis 15 Mei 2025 menginformasikan bahwa setidaknya 53.010 warga Palestina menjadi korban tewas sejak memanasnya situasi pada 7 Oktober 2023. (Zain JAAFAR/AFP)
Dan jumlah korban luka semakin meningkat menjadi 119.998. (Zain JAAFAR/AFP)
Dalam 24 jam terakhir, Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan ada 82 orang tewas dan 152 lainnya terluka dalam serangan Israel. (Zain JAAFAR/AFP)
Sebelumnya, diketahui pasca kesepakatan gencatan senjata, militer Israel kembali melanjutkan serangannya di Jalur Gaza pada 18 Maret 2025 dan sejak itu 2.876 orang tewas dan melukai hampir 8.000 lainnya. (Zain JAAFAR/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya