Alfamart Resmi Kuasai Lawson, Ini Tujuannya

Akuisisi 70% saham Lawson oleh Alfamart telah memasuki penandatanganan perjanjial jual beli saham pada Rabu, 14 Mei 2025.

oleh Agustina MelaniDiperbarui 15 Mei 2025, 21:56 WIB
Ilustrasi gerai Alfamart (Foto: PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Liputan6.com, Jakarta - PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) mengumumkan perkembangan jual beli saham PT Lancar Wiguna Sejahtera (LWS), pengelola Lawson antara perseroan dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola Alfamart.

Perseroan telah menandatangani jual beli saham LWS dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, pengelola Alfamart pada Rabu, 14 Mei 2025.  Transaksi jual beli saham LWS itu sebanyak 1.484.855.160 saham LWS miliki Perseroan atau mewakili 70 persen dari saham yang ditempatkan dan disetor oleh Perseroan pada LWS kepada Sumber Alfaria Trijaya dengan harga Rp 135 per saham. Dengan demikian, transaksi saham tersebut mencapai Rp 200,45 miliar, seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis (15/5/2025).

“Penandatanganan akta jual beli (AJB) ini merupakan pemenuhan persyaratan pendahuluan yang diatur dalam perjanjian jual beli saha bersyarat yang telah Perseroan sampaikan dalam keterbukaan informasi pada 9 April 2025,” demikian seperti dikutip.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Direktur PT Midi Utama Indonesia Tbk, Suantopo Po menuturkan, transaksi ini merupakan salah satu langkah strategis Perseroan. Di mana Perseroan berharap dengan dilakukannya transaksi, Perseroan dapat fokus pada portofolio bisnis Perseroan di bidang perdagangan eceran. Selain itu, dana yang diperoleh dari transaksi dapat mendukung pendanaan operasional dan belanja modal Perseroan. Hal ini dalam rangka pengembangan kegiatan usaha Perseroan.

“Setelah transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang, baik dari sisi laporan laba rugi maupun laporan arus kas, sehingga diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan pada masa yang akan datang,” ia menambahkan.

Perseroan juga menyatakan, transaksi ini bukan merupakan transaksi benturan kepentingan sehingga tidak memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan sebagaimana diatur dalam POJK 42/2020.

Selain itu, tidak termasuk transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK 17/2020, di mana jumlah transaksi kurang dari 20% ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2024

Gerak Saham

Mengutip data RTI, 191 saham melaju di zona hijau dan 417 lainnya berada di zona merah. Sementara ada 188 saham mengalami stagnan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham AMRT ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 15 Mei 2025 di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat. Saham AMRT ditutup turun 2,82% ke posisi Rp 2.410 per saham.

Harga saham AMRT dibuka stagnan di posisi Rp 2.480. Saham AMRT berada di level tertinggi Rp 2.500 dan level terendah Rp 2.410 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.685 kali dengan volume perdagangan 359.487 saham. Nilai transaksi Rp 87,8 miliar.

Sementara itu, saham MIDI ditutup menguat 2,82% ke posisi Rp 438 per saham. Harga saham MIDI dibuka stagnan di posisi Rp 426 per saham. Saham MIDI berada di level tertinggi Rp 448 dan level terendah Rp 426 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.794 kali dengan volume perdagangan 239.578 saham. Nilai transaksi Rp 10,5 miliar.

AMRT Borong 70% Saham Lawson

Karyawan melintasi layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), perusahaan pengelola minimarket Alfamart membeli saham PT Lancar Wiguna Sejahtera (LWS)  yang mengelola Lawson dari PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) dengan menandatangani perjanjian jual beli saham pada awal April 2025PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk membeli 1.484.855.160 saham Lawson dari MIDI dengan harga pelaksanaan Rp 135 per saham pada 8 April 2025.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/4/2025), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk membeli 1.484.855.160 saham Lawson dari MIDI dengan harga pelaksanaan Rp 135 per saham pada 8 April 2025.

Jumlah saham yang dibeli itu setara 70 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh di dalam LWS. Nilai transaksi pembelian saham Lawson sebesar Rp 200,45 miliar dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam pengelola Lawson. Perseroan mengungkapkan alasan pembelian saham Lawson sebagai langkah strategis untuk mengembangkan usaha dengan menangkap potensi produk ready to eat (RTE) yang besar.

 

 

Strategi Jangka Panjang

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Lawson bergerak dalam usaha perdagangan eceran dan restoran yang menjual sebagian besar produk RTE kepada konsumen. Seiring pengambilalihan seluruh saham LWS yang dimiliki MIDI diharapkan dapat memperluas dan perkuat kategori produk makanan Perseroan.

“Perseroan akan memiliki lebih banyak kewenangan dalam pengambilan keputusan strategis dan pengawasan operasional yang lebih efektif dengan memiliki kontrol langsung atas LWS,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Perseroan menyebutkan, pengambilalihan saham LWS sebagai strategi jangka panjang untuk bangun kelompok perusahaan yang solid. Selain itu, transaksi pengambilalihan saham LWS ini termasuk transaksi afiliasi sesuai POJK Nomor 42/2020. Hal ini seiring Perseroan sebagai pemegang saham utama MIDI dengan kepemilikan saham sebesar 77,09 persen.

 "Hubungan antara dua Perseroan di mana terdapat satu atau lebih anggota direksi dan dewan komisaris yang sama yakni Budiyanto Djoko Susanto sebagai komisaris Perseroan dan presiden komisaris MIDI,” demikian seperti dikutip.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya