Delegasi OKI Puji Indonesia sebagai Tuan Rumah Konferensi ke-19 PUIC

Ketua Parlemen Republik Pantai Gading Adama Bictogo menyampaikan, terima kasih secara langsung kepada Indonesia atas sambutan dan keramahan yang diberikan selama penyelenggaraan konferensi.

oleh Tim NewsDiperbarui 15 Mei 2025, 20:28 WIB
Para delegasi dari negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Para delegasi dari negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan Konferensi ke-19 Uni Parlemen Negara-Negara OKI atau Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) yang digelar di Jakarta, 12–15 Mei 2025. Suasana hangat dan penuh semangat solidaritas tampak mewarnai sidang-sidang yang tengah berlangsung.

Ketua Parlemen Republik Pantai Gading Adama Bictogo, yang sebelumnya juga menjabat sebagai Presiden Uni Parlemen OKI, menyampaikan terima kasih secara langsung kepada Indonesia atas sambutan dan keramahan yang diberikan selama penyelenggaraan konferensi.

“Dengan penuh rasa haru dan sukacita, saya mengucapkan terima kasih kepada Indonesia atas sambutan yang begitu hangat dan keramahan yang kami terima di kota Jakarta. Penyelenggaraan konferensi ini mencerminkan komitmen kuat Indonesia dalam mempererat solidaritas antarnegara anggota OKI,” ujar Adama dalam pidato resminya.

Konferensi ini juga bertepatan dengan peringatan 25 tahun berdirinya Uni Parlemen OKI, yang menurut Adama telah menjadi “platform yang kokoh dalam membangun dialog, solidaritas, dan kerja sama antarparlemen di dunia Islam.” ucapnya.

 

Komitmen Kolektif dalam Hadapi Tantangan Global

Tak hanya menyampaikan apresiasi terhadap tuan rumah, Adama juga menyinggung pentingnya komitmen kolektif dalam menghadapi tantangan global.

Ia menegaskan kembali pentingnya Deklarasi Abidjan yang dikeluarkan pada PUIC ke-18, yang menyerukan solidaritas menghadapi konflik global, perubahan iklim, terorisme, dan penindasan terhadap umat Islam, termasuk perjuangan untuk Palestina.

“Melalui konferensi ini, kita kembali menegaskan komitmen terhadap perjuangan Palestina, nilai-nilai keadilan dan perdamaian, serta penolakan terhadap ketidakadilan dan segala bentuk penindasan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua BKSAP DPR RI Irine Yusiana Roba menyebut para delegasi menyambut baik kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan konferensi.

“Sebanyak 444 delegasi, itu menyatakan sangat terhormat atas kehadiran Presiden Republik Indonesia untuk pembukaan inaugurasi nanti,” ujarnya.

Konferensi PUIC ke-19 ini diikuti sekitar 500 peserta dari 37 negara anggota dan observer. Indonesia pun dinilai berhasil menunjukkan kepemimpinan regional dalam diplomasi parlementer.

Puan Ajak Negara OKI Perangi Berbagai Bentuk Diskriminasi

Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani membuka secara resmi Konferensi Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-19, di mana DPR menjadi tuan rumah. Ia mengajak negara-negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI) untuk memperkuat solidaritas dan kerja bersama dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk memerangi berbagai bentuk diskriminasi.

Adapun PUIC ke-19 digelar dalam upacara inagurasi di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025) malam. Inagurasi pembukaan PUIC ke-19 dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.

Puan menjelaskan, semangat yang dibawa forum PUIC sejalan dengan semangat awal berdirinya Gedung DPR, yang dibangun oleh Presiden pertama RI, Sukarno, pada tahun 1965 untuk mewadahi semangat negara berkembang membangun tatanan dunia yang lebih baik.

"Semangat itulah yang kini juga kita miliki bersama, para anggota parlemen negara OKI yaitu semangat untuk kerja bersama membangun tata dunia yang lebih baik bagi umat manusia, tata politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang berwajah humanis dan memberikan kebaikan bagi kehidupan kita bersama, umat Islam pada khususnya dan seluruh umat manusia pada umumnya," paparnya.

Bahas Isu Strategis

Puan mengatakan, Konferensi PUIC ke-19 membahas isu-isu strategis terutama isu-isu terkait dunia Islam. Ia mengajak seluruh negara yang tergabung dalam OKI bersatu meningkatkan solidaritas dan memerangi bentuk-bentuk diskriminasi.

“Agenda pembahasan dalam konferensi antara lain, peningkatan solidaritas di antara umat muslim, perdamaian, kerja sama ekonomi, pemberdayaan perempuan, upaya memerangi islamophobia, intoleransi dan segala bentuk diskriminasi lainnya,” jelas Puan.

Selain itu, Konferensi PUIC ke-19 disebut Puan juga ingin memastikan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina tetap menjadi atensi utama, dengan pembahasan langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh negara-negara anggota PUIC.

"Kita menyadari bersama, bahwa pembangunan suatu negara, dapat terselenggara di setiap negara apabila ada ketertiban, perdamaian di dalam negara dan perdamaian antar negara," tegas Cucu Bung Karno tersebut.

Infografis 4 Pesan Jokowi di KTT OKI Desak Gencatan Senjata Hamas-Israel. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya