Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Manchester United Ruben Amorim rela merogoh koceknya sendiri alias 'nombok' demi membiayai keluarga 30 anggota staf pendukung agar bisa menghadiri final Liga Europa di Spanyol.
Sebagaimana diketahui, Setan Merah dijadwalkan bersua dengan Tottenham Hotspur dalam partai puncak kompetisi yang diagendakan berlangsung di The San Mames Stadium pada Kamis (22/6/2025) pukul 02.00 WIB.
Advertisement
Hanya saja, jelang laga penting tersebut, Manchester United mengambil langkah besar dengan tak memberi tiket gratis bagi para staf dan keluarganya.
Pelatih, fisioterapis, dan tim pendukung diminta membayar tiket mereka sendiri jika ingin menyaksikan pertandingan pemungkas MU di Europa League.
Menurut ESPN, keputusan tersebut diambil lantaran klub ingin memprioritaskan agar alokasi 15.000 tiket yang mereka miliki untuk laga final melawan Tottenham Hotspur bisa sebanyak mungkin dibeli penggemar.
Kondisi ini pun dikaitkan dengan situasi finansial Manchester United yang memang sudah jadi sorotan sejak beberapa waktu terakhir.
MU sedang hemat habis-habisan hingga berani memangkas sekitar 200 pekerja di Old Trafford demi menekan pengeluaran. Akibatnya, pelatih Ruben Amorim pun turun tangan memberi bantuan
Ruben Amorim Turun Tangan
Masih mengutip ESPN, Amorim dikabarkan tak keberatan merogoh kocek pribadinya demi menutup biaya tiket bagi 20 staf Mu beserta keluarganya.
Langkah tersebut diklaim merupakan bentuk penghargaan dari pelatih asal Portugal atas kontribusi dan komitmen yang diberikan pihak-pihak pendukung selama menjalani enam bulan sulit di Old Trafford sejak Amorim ditunjuk menggantikan Erik ten Hag pada November lalu.
Amorim kabarnya juga sudah mengonfirmasi langkahnya ini ke Manchester United. Sang juru taktik mengatakan pada hierarki klub bahwa dia siap nombok dan memastikan setiap anggota staf dapat membawa hingga 2 orang teman atau keluarga ke final Liga Europa.
Pernyataan Ruben Amorim
Sementara itu, Ruben Amorim sendiri secara terbuka telah membahas sikapnya itu dalam situs resmi Man Utd. Eks pelatih Sporting CP itu merasa sudah menjadi porsinya untuk membantu agar staf bisa turut hadir dan merasa nyaman saat pertandingan final.
"Soal (membayarkan staf), situasinya sederhana. Anda tahu kami sudah melewati banyak hal: mulai dari perginya beberapa orang, hingga perubahan besar dalam staf," ujar Amorim.