Warga Palestina membungkuk untuk menyeberangi gerbang besi yang didirikan oleh tentara Israel di Hebron, Tepi Barat yang diduduki, pada 13 Mei 2025. (HAZEM BADER/AFP)
Militer Israel terus membatasi pergerakan warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. (HAZEM BADER/AFP)
Warga Palestina yang akan melakukan perjalanan dan menyeberang ke Yerusalem timur atau Israel harus mendapatkan izin dari pihak berwenang melalui pos pemeriksaan. (HAZEM BADER/AFP)
Diketahui, Israel membangun sekitar 900 pos pemeriksaan dan gerbang besi untuk membatasi pergerakan warga Palestina di Tepi Barat. (HAZEM BADER/AFP)
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina pada Selasa (4/3/2025) lalu mengatakan bahwa penghalang tersebut dibangun bukan untuk menjaga keamanan tetapi untuk menindas warga Palestina. (HAZEM BADER/AFP)
Pembatasan yang sistematis terhadap kebebasan bergerak warga Palestina dikenal juga sebagai kebijakan penutupan Israel, atau kebijakan pemisahan antara Jalur Gaza dan Tepi Barat. (HAZEM BADER/AFP)
Kebijakan pembatasan diberlakukan pada penduduk Palestina oleh militer Israel sebagai tindakan kolektif. (HAZEM BADER/AFP)