Pergerakan Dibatasi Israel, Warga Palestina di Tepi Barat Harus Menunduk Saat Lewati Portal Pos Pemeriksaan

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 14 Mei 2025, 14:35 WIB
Israel Terus Batasi Pergerakan Warga Palestina di Tepi Barat
Militer Israel terus membatasi pergerakan warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Warga Palestina yang akan melakukan perjalanan dan menyeberang ke Yerusalem timur atau Israel harus mendapatkan izin dari pihak berwenang melalui pos pemeriksaan. Diketahui, Israel membangun sekitar 900 pos pemeriksaan dan gerbang besi untuk membatasi pergerakan warga Palestina di Tepi Barat. Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina pada Selasa (4/3/2025) lalu mengatakan bahwa penghalang tersebut dibangun bukan untuk menjaga keamanan tetapi untuk menindas warga Palestina.
Warga Palestina membungkuk untuk menyeberangi gerbang besi yang didirikan oleh tentara Israel di Hebron, Tepi Barat yang diduduki, pada 13 Mei 2025. (HAZEM BADER/AFP)
Militer Israel terus membatasi pergerakan warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. (HAZEM BADER/AFP)
Warga Palestina yang akan melakukan perjalanan dan menyeberang ke Yerusalem timur atau Israel harus mendapatkan izin dari pihak berwenang melalui pos pemeriksaan. (HAZEM BADER/AFP)
Diketahui, Israel membangun sekitar 900 pos pemeriksaan dan gerbang besi untuk membatasi pergerakan warga Palestina di Tepi Barat. (HAZEM BADER/AFP)
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina pada Selasa (4/3/2025) lalu mengatakan bahwa penghalang tersebut dibangun bukan untuk menjaga keamanan tetapi untuk menindas warga Palestina. (HAZEM BADER/AFP)
Pembatasan yang sistematis terhadap kebebasan bergerak warga Palestina dikenal juga sebagai kebijakan penutupan Israel, atau kebijakan pemisahan antara Jalur Gaza dan Tepi Barat. (HAZEM BADER/AFP)
Kebijakan pembatasan diberlakukan pada penduduk Palestina oleh militer Israel sebagai tindakan kolektif. (HAZEM BADER/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya