Bentrokan Bersenjata di Ibu Kota Libya, Kemlu RI: Tidak Ada WNI Jadi Korban

Kemlu RI mengungkapkan total 535 WNI tercatat berada di Libya dan 302 di antaranya menetap di Tripoli.

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 14 Mei 2025, 10:12 WIB
Dirjen Perlindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Judha Nugraha saat wawancara khusus dengan Liputan6.com di Jakarta, Rabu 30 April 2025. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) dan KBRI Tripoli memonitor dari dekat situasi keamanan dan kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di Libya pasca bentrokan bersenjata di Tripoli pada Senin (12/5/2025).

"KBRI Tripoli telah menjalin komunikasi dengan para WNI yang menetap di Tripoli. Tidak ada WNI yang menjadi korban dan saat ini para WNI dalam keadaan aman dan tenang," demikian disampaikan Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha, Selasa (13/5).

"Mayoritas WNI adalah pekerja migran baik pekerja profesional maupun pekerja sektor domestik. Terdapat pula WNI mahasiswa dan WNI yang menikah dengan warga setempat."

Lebih lanjut, Judha mengimbau agar para WNI di Libya meningkatkan kewaspadaan, terus memonitor situasi keamanan dari otoritas setempat, dan menjalin komunikasi dengan KBRI Tripoli.

"Dalam situasi darurat agar segera menghubungi hotline KBRI Tripoli di nomor +218944815608. Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Libya agar dapat menunda perjalanannya hingga situasi kembali aman dan stabil," tutur Judha.

Mengutip Al Jazeera, bentrokan pada Senin malam yang berlanjut hingga Selasa pagi, antara kelompok bersenjata terjadi setelah pembunuhan seorang pemimpin milisi yang berpengaruh, Abdel Ghani al-Kikli. Bentrokan ini menyebabkan tembakan dan ledakan di beberapa area pemukiman, dengan sedikitnya enam orang dilaporkan terluka. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya