PSI soal Peluang Jokowi Maju Jadi Calon Ketua Umum: Kita Doakan

Andy menambahkan, sebelum mengantongi dukungan, tentunya siapa pun dia harus menjadi kader terlebih dahulu, maksimal sebelum 3 Juli 2025.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 13 Mei 2025, 21:15 WIB
Wakil Ketua Umum DPP PSI Andy Budiman. (Foto: Instragram @andy_budiman_)

Liputan6.com, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuka kesempatan bagi siapa pun untuk mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum. Wakil Ketua PSI Andy Budiman pun mendoakan sang inspirator partainya, Joko Widodo (Jokowi) bisa menjadi salah satunya.

"Apakah Jokowi akan mendaftar? Kita doakan mas," kata Andy saat jumpa pers di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (13/5/2025).

Meski menjadi panutan bagi PSI, namun Andy menegaskan tetap ada syarat yang harus dipenuhi jika Presiden ke-7 RI benar-benar ingin menahkodai PSI menggantikan putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

"Ada 2 syarat, pertama harus mendapatkan minimal tadi 5 dukungan DPW Kalau di PSI itu DPW itu di tingkat provinsi, jadi ada dukungan minimal 5, boleh lebih tapi tidak boleh kurang. Kemudian mendapatkan dukungan di tingkat kabupaten/kota itu minimal 20 DPD, enggak boleh kurang tapi boleh lebih. Jadi ini syarat minimal calon agar bisa ikut berkompetisi," jelas Andy.

Andy menambahkan, sebelum mengantongi dukungan, tentunya siapa pun dia harus menjadi kader terlebih dahulu, maksimal sebelum 3 Juli 2025.

Sebab, jika menjadi anggota PSI melewati tanggal tersebut, maka tidak bisa mengikuti Pemilu Raya, baik sebagai pemilih atau pun yang mencalonkan untuk dipilih.

"Kami membuka diri dengan atau melalui momentum ini kepada masyarakat yang punya visi yang sama misi yang sama, punya passion sama untuk melihat sebuah partai yang terbuka ini untuk bergabung bersama PSI, inilah masanya kalau ada warga masyarakat yang sepakat dengan nilai-nilai PSI dan ingin bergabung, silakan bergabung," ajaknya menandasi.

 

Pemilu Raya

Wakil Ketua PSI Andy Budiman (kedua dari kiri) saat jumpa pers di Kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim Jakarta Pusat, Selasa (13/4/2025) (Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

Sebagai informasi, saat ini PSI tengah mencari ketua umum baru yang akan menggantikan Kaesang Pangarep. Berbeda dengan cara partai pada umumnya, PSI membuka diri dengan menyelenggarakan Pemilu Raya.

Artinya, semua kader atau anggota partai dapat memilih sosok calon ketua umumnya melalui e-vote tanpa membedakan suara anggota lama atau baru, pejabat elit partai atau anggota biasa.

Bahkan terhadap mereka yang baru bergabung sekali pun, jika mampu mengantongi dukungan 5 DPW dan 20 DPD maka berkesempatan masuk dalam bursa calon ketua umum PSI.

Infografis Kaesang Pangarep Jadi Ketum PSI. (Liputan6.com/Abdillah

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya