Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan usulan meningkatkan skill dokter umum terutama di daerah terpencil agar dapat memiliki keilmuan kedoktteran spesialis tertentu sehingga dapat melakukan tindakan yang diperlukan, salah satunya seperti operasi caesar. Tujuan dari usulan tersebut guna menjawab masalah kekurangan dokter spesialis dan lebih banyak pasien di daerah dapat terselamatkan.
Di negara lain, seperti Australia, dokter umum yang dilatih untuk melakukan tindakan persalinan seperti caesar disebut sebagai General Practitioner (GP) Obstetrician.
Advertisement
Berkaca dari negara lain seperti Australia, memang para dokter umum di negeri kanguru bisa menjadi GP obstetrician. Namun, mereka harus melakukan pelatihan formal, terakreditasi, dan diawasi oleh sistem kesehatan yang kuat.
“Di Australia, mereka (dokter umum) menjalani pelatihan khusus yang sangat ketat. Jadi setelah lulus sebagai dokter umum, ada pelatihan lanjutan dalam program advanced diploma of obstetric dari Royal Australian and New Zealand College of Obstetricians and Gynaecologists,” kata dokter sekaligus ahli kesehatan global, Dicky Budiman, kepada Health Liputan6.com saat dihubungi pada Selasa (13/5/2025).
“Jadi ini yang melatihnya juga organisasi profesi yang diberi kewenangan terbatas mencakup pelatihan persalinan, manajemen kehamilan berisiko, dan pelatihan pembedahan. Ada juga pelatihan lain seperti basic emergency obstetric and neonatal care atau advanced life support in obstetric,” tambahnya.
Durasi pelatihan ini umumnya hampir dua tahun. Para dokter umum yang menjadi peserta pun harus menjalani rotasi di rumah sakit dan di daerah rural untuk supervisi langsung.
Tak Dijamin Langsung Lulus
Dokter yang lama menetap di Australia ini menambahkan, aturan GP Obstetrician di Australia amat ketat. Selain harus tersertifikasi oleh Royal Australian and New Zealand College of Obstetricians and Gynaecologists melalui program diploma lanjutan, para dokter umum tersebut juga harus mengikuti ujian lanjutan.
“Mereka harus ikut ujian lanjutan, mereka harus lulus asesmen klinis dan teori. Jadi enggak dijamin begitu ikut pelatihan langsung lulus.”
Tak berhenti di situ, para dokter umum yang hendak jadi GP Obstetrician juga harus memiliki pengalaman praktik klinis dalam jumlah tertentu. Mulai dari persalinan spontan, tindakan persalinan operatif, dan operasi caesar dalam pantauan, pelatihan, bimbingan dari asosiasi obstetri dan ginekologi.
“Selama pelatihan juga harus dalam supervisi ketat dari dokter spesialis.”
Hanya Bisa Berpraktik di Wilayah Terpencil
Setelah lulus, para GP Obstetrician di Australia hanya bisa berpraktik di wilayah paling terpencil.
“Setelah lulus, dokter umum yang mendapat sertifikat ini hanya dapat berpraktik di wilayah yang benar-benar terpencil yang sudah terverifikasi dan memiliki dukungan sistem rujukan dan rumah sakit sekunder atau tersier dengan dokter obstetri sebagai pembinanya.”
GP Obstetrician di Kanada dan Inggris
Sementara, di Kanada dan Inggris tidak ada dokter umum yang melakukan operasi caesar. Semua bedah mayor dilakukan oleh spesialis obstetri dalam sistem terintegrasi.
“Kalau di negara berkembang lainnya, seperti Nigeria, Pakistan, Indonesia, di daerah pedalaman ada dokter umum melakukan operasi darurat tapi ini dianggapnya sebagai bentuk krisis sistem, bukan standar pelayanan,” ujar Dicky.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, perpindahan tugas misalnya dari dokter umum ke GP Obstetrician sebetulnya boleh dilakukan dengan pelatihan dan protokol ketat dalam sistem terstruktur.