Liputan6.com, Vatikan - Paus Leo XIV menyerukan perdamaian di Ukraina dan meminta gencatan senjata segera di Gaza dalam berkat Minggu siang pertamanya (11/5/2025).
“Saya juga mengajak negara-negara besar dunia untuk kembali mengingat seruan abadi: ‘jangan pernah lagi ada perang,’” ujar Paus Leo dari balkon Basilika Santo Petrus, di hadapan sekitar 100.000 umat yang memadati Lapangan Santo Petrus.
Advertisement
Ini menjadi penampilan pertamanya di balkon sejak terpilih pada Kamis malam lalu, yang menandai sejarah baru sebagai paus pertama dari Amerika Serikat. Saat itu, ia juga mengangkat pesan perdamaian kepada dunia, dikutip dari AP, Senin (12/5).
Mengikuti tradisi, Paus Leo memberikan berkat Minggu siang, namun dengan sentuhan berbeda. Alih-alih dari jendela Istana Apostolik seperti para pendahulunya, ia langsung berdiri di tengah alun-alun, dekat dengan jantung gereja. Sebagian alasannya bersifat logistik: apartemen kepausan baru dapat diakses Minggu sore setelah dibuka kembali pasca wafatnya Paus Fransiskus.
Paus Leo juga memperkenalkan nuansa baru dengan menyanyikan doa Regina Caeli — doa Latin masa Paskah yang biasanya hanya dibacakan — menghidupkan kembali tradisi Misa Latin kuno.
Seruan untuk Ukraina dan Gaza
Dalam pesannya, Paus Leo mengutip pernyataan mendiang Paus Fransiskus, yang pernah menggambarkan konflik global saat ini sebagai "perang dunia ketiga yang terjadi secara bertahap."
“Saya turut merasakan penderitaan rakyat Ukraina yang terkasih,” katanya dengan penuh empati. “Semoga segala sesuatu yang mungkin dilakukan untuk mencapai perdamaian sejati, adil, dan abadi bisa segera terwujud.”
Paus Leo tidak sendiri dalam keprihatinannya. Ketika invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina terjadi pada 2022, Uskup Robert Prevost — saat itu melayani di Chiclayo, Peru — juga tidak ragu menyalahkan Moskow. Dalam cuplikan wawancara TV yang beredar di media Italia, Prevost menyebut invasi itu sebagai “aksi imperialisme, di mana Rusia ingin menguasai wilayah Ukraina demi alasan kekuasaan dan lokasi strategis.”
Desak Bantuan Internasional Bisa Masuk ke Gaza
Selain Ukraina, Paus Leo juga menyerukan gencatan senjata segera di Gaza, sambil mendesak agar bantuan kemanusiaan disalurkan kepada warga sipil yang menderita dan semua sandera segera dibebaskan.
Selamat Hari Ibu dari PausMinggu itu juga bertepatan dengan perayaan Hari Ibu di banyak negara. Paus Leo menyempatkan diri mengucapkan Selamat Hari Ibu kepada semua ibu di dunia, "termasuk mereka yang kini telah berada di surga."
Suasana di Lapangan Santo Petrus begitu hidup. Kerumunan umat, yang banyak di antaranya datang untuk merayakan akhir pekan Yubelium istimewa, bergembira diiringi sorak-sorai, musik marching band, dan dentang lonceng basilika yang menggema di seluruh alun-alun.
Angela Gentile, seorang peziarah dari Bari, bahkan tiba tiga jam lebih awal untuk mendapatkan tempat terbaik. Ia mengaku awalnya sempat heran mengapa para kardinal kembali memilih paus non-Italia, namun rasa kagumnya tumbuh melihat Paus Leo berdiri di tengah-tengah umat.
“Apa yang dikehendaki Roh Kudus pasti yang terbaik,” katanya.
“Saya percaya.”