Antisipasi Megathrust dan Patahan Lembang, 4 Kecamatan di Kota Bandung Jadi Kampung Siaga Bencana

Dua wilayah yang diprioritaskan saat ini yakni Kecamatan Sukasari dan Kecamatan Cidadap.

oleh Dikdik RipaldiDiterbitkan 15 Mei 2025, 09:00 WIB
Secara morfologi Sesar Lembang membentuk perbukitan panjang sekitar 29 kilometer dan tampak jelas terlihat di Gunung Putri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (12/5/2023). (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Liputan6.com, Bandung - Dua kecamatan di Kota Bandung resmi dijadikan dua Kampung Siaga Bencana (KBS) pada tahun ini. KBS dibentuk sebagai bagian dari antisipasi bencana gempa bumi antara lain akibat aktivitas Patahan Lembang

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Soni Bakhtiyar menyatakan, penambahan wilayah ini dilakukan berdasarkan analisis risiko bencana. Dua wilayah yang diprioritaskan saat ini yakni Kecamatan Sukasari dan Kecamatan Cidadap.

"Kita melihat potensi ancaman, termasuk patahan Lembang dan potensi gempa megathrust berdasarkan hasil kajian dari ITB. Maka kita pilih kecamatan yang memiliki risiko tinggi," kata Soni Bakhtiyar dalam keterangannya di Bandung, Minggu, 11 Mei 2025.

Pembangunan tersebut, menambah jumlah kampung siaga yang sebelumnya hanya ada di Ujungberung dan Mandala Jati.

Bakhtiyar mengatakan, 15 dari total 30 kecamatan yang ada di Bandung masuk prioritas pengembangan Kampung Siaga Bencana.

"Penentuan dilakukan berdasarkan zonasi risiko bencana mana yang masuk zona merah, kuning atau hijau," ucapnya.

Untuk menjadi kampung siaga, ada sejumlah hal yang perlu disiapkan. Mulai dari pelatihan warga, penyediaan alat mitigasi, hingga penentuan lokasi evakuasi, logistik, dan medis.

“Kita siapkan tempat evakuasi yang aman dari potensi dampak, berdasarkan analisis ahli dari ITB,” ujar dia.

Keterlibatan masyarakat, dituturkan Soni menjadi kunci utama dalam kesiapsiagaan ini. Warga dilatih untuk memahami langkah-langkah penyelamatan diri, penanganan darurat, hingga mitigasi risiko.

Kelompok masyarakat juga dibentuk dan dibina, mirip dengan peran Taruna Siaga Bencana (Tagana) agar mereka siap menjadi garda terdepan ketika bencana terjadi.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan bantuan pemerintah. Warga harus siap, tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” jelasnya.

Patahan Lembang  

Sesar Lembang merupakan salah satu patahan bumi aktif yang menjadi perhatian utama para ahli geologi di Indonesia. Terletak di Kecamatan Lembang, Jawa Barat, sesar ini membentang sepanjang kurang lebih 29 kilometer dari arah barat laut ke tenggara. Keberadaan Sesar Lembang tidak hanya menarik dari segi ilmiah, tetapi juga memiliki implikasi serius terhadap keselamatan penduduk di sekitarnya. 

Terbentuk akibat pergerakan lempeng tektonik yang kompleks di wilayah Indonesia, Sesar Lembang memiliki karakteristik unik yang membuatnya menjadi objek studi intensif. Para ahli memperkirakan bahwa sesar ini telah aktif selama ribuan tahun, dengan bukti-bukti geologis yang menunjukkan pergeseran tanah secara bertahap. Meskipun pergerakannya relatif lambat, potensi bahaya yang ditimbulkan oleh Sesar Lembang tidak bisa diabaikan.

Keberadaan Sesar Lembang juga memiliki dampak signifikan terhadap topografi dan ekosistem di sekitarnya. Patahan ini telah membentuk lanskap khas berupa lembah-lembah curam dan perbukitan yang menjadi ciri khas kawasan Lembang.

Mengingat potensi bahaya yang ada, pemerintah dan lembaga terkait telah melakukan berbagai upaya mitigasi dan penelitian berkelanjutan terkait Sesar Lembang. Langkah-langkah ini mencakup pemantauan aktivitas seismik secara terus-menerus, pemetaan zona rawan bencana, serta edukasi masyarakat tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya