5 Tradisi Waisak di Berbagai Negara, dari Jepang hingga Nepal

Tradisi unik perayaan Waisak tidak hanya di Indonesia, beberapa negara juga memiliki perayaan Waisak yang menarik perhatian

oleh Yulia LisnawatiDiterbitkan 12 Mei 2025, 14:02 WIB
Umat Buddha berdoa di Stupa Swayambhunath pada acara Festival Buddha Purnima, selama lockdown virus corona yang diberlakukan pemerintah, di Kathmandu, Nepal, Rabu (26/5/2021). Waisak disebut juga Buddha Purnima atau Buddha Jayanti. (PRAKASH MATHEMA / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Tepat hari ini, Senin (12/5/2025), Umat Buddha merayakan Hari Raya Waisak 2569 BE/2025. Sebagai salah satu momen paling sakral dalam kalender agama Buddha, perayaan Waisak tak hanya dipenuhi dengan doa dan meditasi, tetapi juga dirayakan dengan beragam tradisi unik yang mencerminkan kekayaan budaya di masing-masing negara.

Di Indonesia, ribuan umat Buddha memusatkan perayaan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Dengan membawa obor dan melantunkan doa, mereka mengelilingi candi suci itu dalam suasana hening dan khidmat, memperingati tiga peristiwa penting: kelahiran, pencerahan dan wafatnya Siddhartha Gautama.

Tradisi unik perayaan Waisak tidak hanya di Indonesia, beberapa negara juga memiliki perayaan Waisak yang menarik perhatian:

1. Thailand

Di Thailand, Wat Phra Kaeo di Bangkok menjadi pusat perayaan Hari Waisak. Salah satu tradisi khasnya adalah menempelkan daun emas pada patung Buddha sebagai tanda penghormatan.

Biasanya umat akan berjalan mengelilingi kuil sambil membawa bunga, dupa, dan lilin. Saat malam tiba, cahaya lilin menyinari kuil, menciptakan suasana penuh kekhusyukan.

2. Nepal

Di Nepal, umat mengenakan pakaian putih dan menikmati bubur manis khas bernama Kheer. Makanan ini berkaitan dengan legenda Sujata yang memberi Buddha semangkuk bubur sebelum pencerahannya.

Kisah ini dibacakan ulang untuk mengingat nilai ketulusan dan perubahan. Perayaan di Nepal menjadi ajang kontemplasi dan penguatan nilai-nilai hidup yang diajarkan Buddha.

 

3. India

Para biksu berdoa di sebuah kuil selama festival Buddha Purnima di Kolkata, India, pada Rabu (26/5/2021). Hari Waisak juga dikenal dengan nama Visakah Puja atau Buddha Purnima di India. (AP Photo/Bikas Das)

Sebagai tanah kelahiran Buddha, India menjadi tujuan utama peziarah dunia pada Waisak. Kota-kota suci seperti Sarnath, Gaya, dan Kushinagar menjadi pusat ritual.

Di Sarnath, tempat khotbah pertama Buddha, umat berkumpul dalam doa dan prosesi besar dengan patung-patung yang dihias buah dan permen. Di Gaya dan Kushinagar, umat mengenang pencerahan dan wafatnya Buddha dengan meditasi dan upacara hening.

 

4. Sri Lanka

Biksu Buddha dan demonstran anti-pemerintah berdoa selama festival Waisak di dekat kantor Presiden di Kolombo, Sri Lanka, Minggu (15/5/2022). Pihak berwenang Sri Lanka mencabut jam malam nasional pada 15 Mei ketika negara pulau yang kekurangan uang tersebut bersiap untuk merayakan festival Buddha yang penting, dengan perayaan yang diredam oleh krisis keuangan yang semakin memburuk. (Ishara S. KODIKARA / AFP)

Waisak di Sri Lanka membawa warna dan cahaya. Rumah-rumah dihiasi lilin, dan patung Buddha besar dipasang di sepanjang jalan. Sejak pagi, umat berduyun-duyun ke kuil untuk berdoa dan menikmati lantunan lagu renungan yang dimainkan dengan alat musik tradisional.

Lebih dari sekadar ritual spiritual, Waisak di Sri Lanka juga menjadi ajang berbagi makanan dan kebahagiaan dengan sesama.

 

5. Jepang

Gunung Fuji terlihat dari kuil Arakura Fuji Sengen di kota Fujiyoshida, prefektur Yamanashi, pada Kamis (22/4/2021). Prefektur Yamanashi terletak di sebelah barat Tokyo yang memiliki spot-spot wisata terkenal, salah satunya gunung tertinggi di Jepang, Gunung Fuji. (Behrouz MEHRI / AFP)

Di Jepang, Waisak dikenal sebagai Hanamatsuri dan dirayakan dengan membuat replika kuil yang dihias bunga musim semi.

Patung kecil Buddha diletakkan di tengah, dan umat menuangkan ama-cha—teh manis bunga hortensia—sebagai persembahan simbolis. Ritual ini dipadukan dengan doa, meditasi dan ceramah tentang kasih sayang dan kedamaian.

Infografis Cara Generasi 90-an Jalani Liburan Sekolah. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya