Liputan6.com, Jakarta - Belum lama ini, sejumlah kecelakaan maut terjadi. Salah satunya, kecelakan tunggal yang melibatkan sebuah bus ALS nomor polisi B 7512 FGA terjadi di Jalan Raya Padang Panjang, Sumatera Barat, tepatnya di depan Terminal Bukit Surungan, pada Selasa 6 Mei 2025.
Sebanyak 11 orang penumpang bus Antar Lintas Sumatera (ALS) tersebut meninggal dunia yang terdiri dari lima laki-laki, enam perempuan, dari total korban meninggal terdapat dua anak-anak.
Advertisement
Tak hanya itu, kecelakaan maut truk pasir menabrak angkot di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kecelakaan tersebut mengakibatkan 11 orang meninggal dunia.
Sejumlah pihak pun angkat bicara. Kepala Korps Lalu Lintas atau Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho merespons soal dua kasus kecelakaan maut yang terjadi di Padang Panjang, Sumatera Barat dan Purworejo, Jawa Tengah tersebut.
Terkait kejadian itu, Agus memerintahkan jajarannya untuk melakukan investigasi secara menyeluruh kecelakaan yang memakan korban jiwa tersebut.
"Menginstruksikan Dirlantas Polda setempat untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap faktor penyebab kecelakaan. Meningkatkan patroli dan penjagaan di titik-titik rawan kecelakaan (blackspot), berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan pemerintah daerah," ujar Agus kepada wartawan, Kamis 8 Mei 2025.
Kemudian, Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas rangkaian kecelakaan maut tersebut.
Syaiful Huda menilai, tragedi yang berulang ini merupakan bukti nyata bahwa sistem transportasi nasional perlu direformasi secara menyeluruh.
"Ini catatan kelam dunia transportasi kita. Dua kecelakaan dalam dua hari yang menewaskan puluhan orang menunjukkan bahwa pendekatan kita terhadap keselamatan lalu lintas masih belum menyentuh akar persoalan. Komisi V mendesak pemerintah untuk segera melakukan reformasi sistem transportasi guna mencapai target zero accident," papar dia.
Berikut sederet respons sejumlah pihak usai insiden kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Padang Panjang, Sumatera Barat dan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dihimpun Tim News Liputan6.com:
1. Korlantas Polri Investigasi Menyeluruh Kecelakaan di Padang Panjang dan Purworejo
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho merespons soal dua kasus kecelakaan maut yang terjadi di Padang Panjang, Sumatra Barat dan Purworejo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Dalam kasus tersebut, diketahui terdapat sejumlah korban jiwa. Terkait kejadian itu, Agus memerintahkan jajarannya untuk melakukan investigasi secara menyeluruh kecelakaan yang memakan korban jiwa tersebut.
"Menginstruksikan Dirlantas Polda setempat untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap faktor penyebab kecelakaan. Meningkatkan patroli dan penjagaan di titik-titik rawan kecelakaan (blackspot), berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan pemerintah daerah," kata Agus kepada wartawan, Kamis 8 Mei 2025.
Tak lupa, ia pun mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang mengakibatkan belasan orang meninggal dunia. Apalagi, keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama Polri.
"Oleh karena itu, kami telah mengambil langkah cepat untuk menangani dan mencegah kejadian serupa,” ujarnya.
Selain investigasi menyeluruh, jenderal bintang dua ini juga memerintahkan penindakan tegas terhadap pelanggaran lalu lintas. Terutama kecepatan berlebih dan kelalaian pengemudi.
Eks Wakapolda Jawa Tengah (Jateng) ini juga mendorong jajarannya untuk menggencarkan kampanye edukasi keselamatan secara intensif. Yakni, melalui media sosial, media massa dan kegiatan langsung ke masyarakat.
"Korlantas Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan lalu lintas. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk disiplin dalam berlalu lintas, karena keselamatan adalah tanggung jawab bersama," paparnya.
Selain itu, masyarakat diminta untuk segera melapor kepada petugas apabila menemukan kondisi jalan yang membahayakan atau perilaku pengendara yang ugal-ugalan.
2. Komisi V DPR Desak Reformasi Sistem Transportasi Nasional
Hanya berselang sehari setelah kecelakaan tragis di Padang Panjang, Sumatera Barat, yang menewaskan 12 orang, peristiwa serupa kembali terjadi di Purworejo, Jawa Tengah.
Pada Rabu 7 Mei 2025, kecelakaan lalu lintas di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, menewaskan 11 orang, sebagian besar merupakan rombongan guru yang hendak melayat.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syaiful Huda, menyampaikan keprihatinan mendalam atas rangkaian kecelakaan maut tersebut. Ia menilai, tragedi yang berulang ini merupakan bukti nyata bahwa sistem transportasi nasional perlu direformasi secara menyeluruh.
"Ini catatan kelam dunia transportasi kita. Dua kecelakaan dalam dua hari yang menewaskan puluhan orang menunjukkan bahwa pendekatan kita terhadap keselamatan lalu lintas masih belum menyentuh akar persoalan. Komisi V mendesak pemerintah untuk segera melakukan reformasi sistem transportasi guna mencapai target zero accident," papar Huda di Jakarta, Kamis 8 Mei 2025.
Berdasarkan informasi awal, kecelakaan di Purworejo diduga disebabkan oleh kegagalan fungsi rem truk yang menabrak minibus dari arah berlawanan.
Huda menyebut, apabila terbukti terdapat kelalaian dalam perawatan kendaraan, maka hal itu merupakan pelanggaran terhadap ketentuan teknis keselamatan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, khususnya Pasal 71 yang mewajibkan pemilik kendaraan untuk melakukan perawatan berkala guna menjamin keselamatan.
"Jika benar rem tidak berfungsi, ini menunjukkan adanya kelalaian dari pihak perusahaan. Padahal rem adalah komponen vital. Pemerintah dan pemilik armada wajib memastikan setiap kendaraan laik jalan, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," kata Huda.
Ia menambahkan, tragedi serupa dapat dicegah apabila keselamatan dijadikan prioritas utama dalam perencanaan dan operasional transportasi. Untuk itu, Huda menekankan perlunya reformasi menyeluruh, bukan hanya bersifat reaktif terhadap peristiwa semata.
"Kita tak bisa terus-menerus bersikap case by case. Persoalan kecelakaan lalu lintas harus dilihat dari hulu ke hilir, mulai dari regulasi, pengawasan, standar armada, hingga kualitas SDM pengemudi. Semua pihak harus duduk bersama melakukan evaluasi menyeluruh serta menciptakan terobosan kebijakan yang konkret dan efektif," papar Huda.
Komisi V, lanjut Huda, mendorong Kementerian Perhubungan untuk memperketat pengawasan terhadap kendaraan niaga dan pariwisata yang beroperasi di jalan raya. Ia juga meminta agar proses uji kir dan sertifikasi laik jalan dilakukan dengan transparan, akuntabel, dan tidak hanya formalitas semata.
"Sosialisasi tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Jika ditemukan pelanggaran, penindakan tegas tidak boleh ditawar. Ini soal nyawa rakyat," tegasnya.
Legislator Dapil Jabar VII ini menyerukan agar momentum ini menjadi titik balik dalam pembenahan sistem transportasi nasional.
"Keselamatan tidak boleh jadi retorika. Ini waktunya bertindak. Pemerintah harus hadir sebagai pengendali utama sistem transportasi yang berkeadilan dan berkeselamatan," pungkas Huda.
3. Prabowo Berduka dan Prihatin soal Kecelakaan di Padang Panjang dan Purworejo
Presiden Prabowo Subianto menyatakan prihatin dan berduka mendalam atas kasus kecelakaan maut yang belakangan terjadi, termasuk di Padang Panjang, Sumatra Barat dan Purworejo, Jawa Tengah.
Dia pun memerintahkan anak buahnya untuk segera menangani insiden kecelakaan tersebut hingga tuntas.
"Mohon disampaikan juga, pertama duka cita yang mendalam dan keperhatian atas beberapa kejadian kecelakaan yang terjadi, di Purworejo, kemudian terjadi di Padang Panjang, ada juga kapal feri yang tenggelam, dan Bapak Presiden mengatensi betul kejadian-kejadian tersebut," tutur Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta, Jumat 9 Mei 2025.
Menurut dia, Presiden Prabowo telah memerintahkan jajarannya untuk segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, terutama Menteri Perhubungan dan Kapolri untuk melakukan penanganan terhadap seluruh korban.
"Kedua tentu ini harus dipikirkan mitigasinya, jadi diharapkan kepada jajaran terkait untuk meningkatkan pengecekan kelayakan jalan terhadap moda-moda transportasi kita, terutama yang bertonase besar, supaya kita berharap kejadian-kejadian ini tidak terulang," ucap dia.
Termasuk seluruh proses pemeriksaan kendaraan harus dilakukan menyeluruh bagi kendaraan dan pihak terkait, baik pengecekan KIR, pajak, hingga kelayakan jalan.
"Bapak Presiden kemarin memberikan petunjuk kepada Menteri Perhubungan dan Bapak Kapolri, untuk semua jajaran melakukan proses-proses identifikasi dan pengecekan lebih intensif," Prasetyo menandaskan.