Liputan6.com, Jakarta - Lombok tidak hanya terkenal dengan keindahan pantainya atau megahnya Gunung Rinjani. Lombok juga mulai dikenal luas berkat salah satu inovasi khasnya di dunia herbal yakni Teh Ashitaba.
Produk ini memanfaatkan khasiat luar biasa dari tumbuhan Ashitaba (Angelica keiskei), sebuah tanaman asli Jepang yang berhasil dibudidayakan di tanah subur Lombok. Ashitaba, yang berarti daun esok hari dalam bahasa Jepang karena kemampuannya tumbuh kembali dengan cepat setelah dipetik, telah lama dihormati dalam budaya Timur karena manfaat kesehatannya yang luar biasa.
Advertisement
Kini, teh ashitaba diolah secara kreatif oleh para petani dan pengrajin lokal menjadi teh herbal berkualitas tinggi, yang tidak hanya menawarkan rasa yang lembut dan menyegarkan, tetapi juga membawa serangkaian manfaat kesehatan mulai dari meningkatkan sistem imun, membantu pencernaan, mengurangi peradangan, hingga menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Keunikan Teh Ashtiba terletak pada cara produksinya yang masih sangat alami, tanpa tambahan bahan kimia atau pengawet, sehingga mampu mempertahankan kemurnian dan potensi penuh dari nutrisi alami yang terkandung dalam daun Ashitaba itu sendiri.
Di Lombok, produksi Teh Ashtiba menjadi bagian dari gerakan pertanian organik yang lebih besar, mendukung praktik berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Tanaman Ashitaba yang tumbuh di Lombok mendapatkan keunggulan tersendiri berkat kondisi iklim tropis yang stabil, tanah vulkanik yang kaya mineral, serta perhatian ekstra dari para petani yang menerapkan metode bercocok tanam ramah lingkungan.
Semua ini berkontribusi terhadap kualitas daun Ashitaba yang dipanen untuk produksi teh. Proses pembuatan Teh Ashtiba biasanya dimulai dengan pemilihan daun yang paling segar dan sehat, lalu dikeringkan secara alami di bawah sinar matahari agar tidak merusak kandungan nutrisi di dalamnya.
Setelah kering, daun-daun ini kemudian dihancurkan menjadi ukuran tertentu untuk menghasilkan teh kering yang siap diseduh. Saat diseduh, Teh Ashtiba mengeluarkan aroma harum yang menenangkan dan warna keemasan yang menggoda.
Simak Video Pilihan Ini:
Petani Kecil
Rasa dari teh ini ringan, sedikit manis alami, dengan sentuhan herbal yang halus, membuatnya cocok diminum kapan saja—baik pagi hari untuk menyegarkan pikiran maupun malam hari untuk menenangkan tubuh sebelum tidur.
Bagi masyarakat Lombok, Teh Ashtiba bukan hanya sekadar minuman, melainkan bagian dari gaya hidup sehat yang mereka banggakan, sekaligus bukti bahwa kekayaan alam lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi di kancah nasional maupun internasional.
Manfaat kesehatan Teh Ashtiba tidak bisa dilepaskan dari kandungan bioaktif dalam daun Ashitaba, seperti chalcone, flavonoid, dan antioksidan kuat lainnya. Chalcone, zat unik yang jarang ditemukan di tanaman lain, dikenal mampu mempercepat regenerasi sel, mendukung kesehatan pembuluh darah, serta memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri.
Mengonsumsi Teh Ashtiba secara rutin dipercaya dapat membantu detoksifikasi tubuh, mengurangi risiko penyakit degeneratif, hingga membantu menjaga berat badan ideal. Bahkan, beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa konsumsi Ashitaba dapat mendukung peningkatan energi alami, meningkatkan kualitas tidur, hingga memperbaiki kesehatan kulit.
Tidak heran bila Teh Ashtiba perlahan mendapatkan tempat spesial di hati para pecinta teh herbal, tidak hanya di Lombok tapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia. Banyak wisatawan yang datang ke Lombok membawa pulang Teh Ashtiba sebagai oleh-oleh khas, membawa serta semangat kesehatan dan keseimbangan alam Lombok ke tempat asal mereka.
Teh ini pun mulai memasuki pasar ekspor, dengan permintaan yang tumbuh dari konsumen internasional yang menginginkan alternatif teh sehat alami tanpa kandungan kafein berlebih.
Di Lombok, banyak komunitas petani kecil yang kini beralih dari pertanian konvensional ke budidaya Ashitaba organik, yang lebih ramah lingkungan dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Dengan pelatihan khusus, bantuan teknis, dan dukungan pemasaran, para petani ini tidak hanya meningkatkan taraf hidup mereka, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi lokal berbasis pada sumber daya alam yang lestari.
Pemerintah daerah dan berbagai organisasi non-profit pun mulai melirik potensi besar dari pengembangan industri herbal berbasis Ashitaba ini, dengan menyediakan berbagai pelatihan, bantuan bibit unggul, hingga memperluas jaringan distribusi ke berbagai pasar.
Semangat kolaborasi ini menjadikan Teh Ashtiba lebih dari sekadar produk, ia menjadi simbol harapan, kebanggaan, dan tekad masyarakat Lombok untuk membangun masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan, dengan tetap menghormati warisan alam yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Penulis: Belvana Fasya Saad