Atasi Kemacetan, Median Jalan di Alun-Alun Kota Cimahi Dibongkar

Pemkot Cimahi membongkar median jalan di kawasan Alun-Alun Kota Cimahi, tepatnya di Jalan Jenderal Amir Machmud untuk mengatasi kemacetan.

oleh Dikdik RipaldiDiterbitkan 12 Mei 2025, 11:00 WIB
Ilustrasi median jalan dibongkar. (Sumber Foto: Pexels)

Liputan6.com, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mulai membongkar median jalan di kawasan Alun-Alun Kota Cimahi, tepatnya Jalan Jenderal Amir Machmud, Kota Cimahi, Jawa Barat. Hal tersebut dilakukan untuk menanggulangi kemacetan di ruas jalan utama tersebut.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menjelaskan bahwa pembongkaran median jalan itu dilakukan secara bertahap pada ruas jalan sepanjang 5 km, termasuk wilayah Kota Cimahi.

"Pembongkaran median jalan yang ada di ruas Amir Machmud khususnya di kawasan Alun-alun Cimahi mulai penyeberangan depan DPRD Cimahi sampai Tagog untuk mengurangi kemacetan," kata Ngatiyana dalam keterangan tertulis, dikutip pada Kamis, 8 Mei 2025.

Selain untuk mengatasi kemacetan, pembongkaran itu diklaim Ngatiyana dapat mendorong geliat perekonomian di sepanjang jalur tersebut.

"Toko dan tempat usaha bisa hidup. Pengendara yang ada di seberang bisa langsung menyeberang jalan tidak ada pembatas sehingga salah satunya meningkatkan ekonomi pelaku usaha di jalur kiri," ucapnya.

Di sisi lain, median jalan yang dibongkar juga dinilainya dapat menambah keindahan. "Kalau jalan kecil dibagi dua rasanya kurang lancar. Karena jalur ini sangat padat sekali, terutama di pagi hari kendaraan dari arah KBB yang bertujuan ke Cimahi maupun ke Bandung," tuturnya.

Ke depannya, Pemkot Cimahi akan menerapkan rekayasa lalu lintas dengan satu arah dari barat ke timur. Selain itu, akan dibuat pula pelican crossing sebagai pengganti jembatan penyebrangan orang (JPO) yang kerap dikomplain oleh masyarakat.

"Parkir dan trotoar akan dibenahi. Penempatan parkir kurang pas disini jadi menyebabkan macet, minimal kita harus punya kantong parkir khusus," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Cimahi mengatakan kemacetan sering terjadi saat pagi dan sore hari.

"Tiap pengguna jalan habiskan waktu 30-40 menit, dampaknya terlambat, produktif, stres," ucapnya.

Menurut Adithia, pembongkaran median jalan mempertimbangkan faktor psikologis dari para pengendara yang kerap melintasi ruas jalan tersebut.

"Faktor perspektif ruang pandang yang sempit sangat berpengaruh terhadap psikologis pengendara, dan itu harus kita hindari sehingga dibongkar. Semoga kemacetan bisa lebih terurai khususnya di Jalan Amir Machmud pada saat rush hour," tandasnya.

Selain penataan jalan, speed trap atau speed dump sebagai alat pembatas kecepatan kendaraan rencananya akan dipasang.

 

Penulis: Arby Salim

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya